Diarsipkan di bawah: Politik
Mantan Perdana Menteri Zionis Ehud Olmert, menyatakan bahwa jika Israel ingin bertahan hidup di kawasan ini, rezim ini harus menarik mundur dari Tepi Barat Sungai Jordan dan kawasan-kawasan lainnya seperti timur Baitul Maqdis dan dataran tinggi Golan. Pernyataan itu disampaikan Olmert di saat Israel dihadapkan pada sederet kekalahan dalam menghadapi perlawanan para pejuang di kawasan, khususnya bangsa Lebanon. Penarikan mundur pasukan Zionis Israel dari kawasan Lebanon selatan pada tahun 2000 membuktikan bahwa rezim ini gagal mewujudkan impian Israel Raya dari Sungai Nil (Mesir) hingga ke Sungai Furat (Irak). Hal itu juga diperjelas dengan pernyataan Olmert dalam salah satu sidang kebinetnya. Ia menyatakan bahwa ide Israel Raya telah berakhir. Sebelumnya, pernyataan senada juga ditegaskan oleh sejumlah pejabat lainnya seperti Mantan Ketua Parlemen Israel (Knesset), Avraham Burg.
Kekalahan Israel lainnya dalam perang 33 hari pada tahun 2006 membuat Zionis Israel kian terpuruk. Kekalahan bertubi-tubi tersebut memaksa sejumlah pejabat tinggi Zionis mengeluarkan sederet pernyataan yang bernada pesimis tentang masa depan rezim ini.
Di saat gagal menerapkan politik ekspansinya, Zionis Israel berniat mengesankan dirinya sebagai pendukung perdamaian. Dengan cara ini, rezim ini dapat menghapus opini umum yang mengesankan keangkeran Israel di mata dunia. Pada dasarnya, Israel didirikan berlandaskan pada politik ekspansi dan penjajahan. Karakter menjajah sama sekali tidak bisa dipisahkan dari esensi Israel. Selama Rezim Zionis bercokol di Palestina, bangsa Palestina terus akan ditindas.
Pernyataan Olmert yang menghendaki perdamaian sama sekali tidak tercermin dalam sikap Rezim Zionis yang terus melanjutkan arogansi dan penindasan atas bangsa Palestina. Semua ini mencerminkan kontradiksi antara pernyataan dan sikap para pejabat Israel, yang kian menguak kedok sebenarnya di balik konspirasi rezim ini.
Di tengah kondisi seperti ini, tidak ada jalan lain kecuali perjuangan dan perlawanan terhadap Rezim Zionis Israel yang kian arogan di kawasan. Berdamai dengan Israel bukanlah ide yang cemerlang bagi Palestina.
Belum lama ini, Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mengatakan, “Ide Israel Raya sudah punah sejak 30 tahun lalu, sedangkan ide Israel Mini juga akan hancur.” Ia juga menandaskan, “Rezim Zionis yang selama 60 tahun merusak dan menjajah kawasan, berada di penghujung kehancuran. Bangsa-bangsa saat ini menghendaki hubungan yang berlandaskan persaudaraan dan kesetaraan.” Dikatakanya pula, rezim ilegal ini didirikan untuk menindas bangsa-bangsa, memenuhi kantong para kapitalis dan mengancam negara-negara kawasan. (Alireza Alatas)
(Sumber: IRIB)
Belum Ada Tanggapan sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>