Kembalilah ke Tanah Air!


Sayidah Fatimah Masumah, Perempuan Istimewa
Oktober 28, 2008, 12:29 pm
Diarsipkan di bawah: Budaya

Rombongan yang dliputi rasa bahagia dan dan diringi bacaan sholawat telah tiba di kota Qom. Masyarakat setempat menyambutnya dengan menyembelih kambing . Hal itu dilakukan supaya tamu istimewa tersebut dilindungi dari segala bencana. Tamu istimewa itu adalah salah satu keluarga Rasulullah Saww. Ketika masyarakat setempat mendengar bahwa putri Imam Musa Al-Kadzim, Sayidah Fatimah Masumah akan berkunjung ke kota Qom, mereka sangat bergembira. Sayidah Fatimah Masumah disambut gembira oleh masyarakat setempat dengan rasa haru yang mendalam. Bahkan tidak sedikit yang meneteskan air mata. Mereka teringat dengan ayahnya Imam Musa Al-Kadzim dan saudaranya, Imam Ali Ar-Ridho as. Dengan tibanya Sayidah Fatimah Masumah,  aroma keluarga Rasulullah Saaw semerbak di seluruh penjuru kota tersebut.

 

Masyarakat menyadari bahwa Rasulullah Saww dan keluarganya adalah petunjuk kebahagiaan dan sumber keberkahan. Selain itu, peninggalan mereka dinilai sebagai sumber yang istimewa bagi ummat Islam. Di manapun ditemukan tanda-tanda yang bersumber dari manusia-manusia langit tersebut,  rahmat dan keberkahan ilahi dapat dirasakan di sana. Sangat lah wajar, jika Rasulullah Saww menegaskan bahwa mencintai keluarganya merupakan sumber kemuliaan dan ketakwaan.

 

Kini, kota Qom dilingkupi cahaya ilahi yang bersumber dari makam suci Sayidah Fatimah Masumah. Ribuan peziarah setiap harinya memadati makam suci perempuan agung dari keluarga Rasulullah Saww. Makam suci itu terletak di jantung kota Qom yang juga salah satu pusat ilmu agama di dunia. Para pelajar dari seluruh penjuru dunia mendatangi kota ini untuk menimba ilmu agama.

 

Dalam Islam,  kesempurnaan dan kepribadian manusia sangat berhubungan erat dengan keimanan dan keilmuannya. Manusia makin sempurna ketika terus melangkah ke arah keimanan dan keilmuan. Dalam surat Al Muajdilah ayat 11,  Allah Swt berfirman , “Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: Berlapang-lapanglah dalam majlis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.” Ayat-ayat Al-Quran menafikan keistimewaan seseorang atas orang lain dan menegaskan bahwa seseorang yang paling mulia adalah sosok yang paling bertakwa. Pencapaian ketakwaan dan penjagaan diri dapat dikatakan sebagai sarana terbaik untuk menggapai kesempurnaan. Ini merupakan tujuan sebenarnya dalam kehidupan ini yang diincar oleh para pencari kebenaran. Sayidah Fatimah Masumah  adalah di antara sosok istimewa di kalangan perempuan muslim karena ibadah dan ketakwaannya.

 

 

Kelimuan dan keimananan Sayidah Fatimah Masumah menunjukkan posisi dan keistimewaan perempuan dalam sejarah dan budaya Islam. Dalam sejarah disebutkan sejumlah perempuan agung yang berhasil menggapai tingkat kemuliaan dan kemanusiaan seutuhnya. Allah Swt dalam ayat-ayat Al-Quran menyebut Sayidah Maryam dan Asiah sebagai tauladan bagi kaum Hawa dan Adam. Para pakar sejarah dan ulama menyatakan bahwa Sayidah Fatimah Masumah mempunyai tempat yang paling mulia di tengah putri-putri Imam Musa Al-Kadzim as. Ketika Imam Musa as tidak ada di tempat, Sayidah Fatimah Masumah menggantikan posisi ayahnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan masyarakat saat itu.

 

Pada suatu hari, sekelompok pengikut Ahlul Bait as berkunjung ke Madinah untuk menemui Imam Musa Al-Kadzim as dan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kepada beliau. Setelah mereka tiba di kota Madinah, mereka tidak berhasil menemui Imam Musa Al-Kadzim karena beliau tengah melakukan perjalanan. Mereka pada akhirnya menyampaikan pertanyaaan yang sudah disiapkan kepada Sayidah Fatimah Masumah yang saat itu masih kecil. Keesokan harinya, mereka kembali mendatangi rumah Imam Musa Al-Kadzim as, tapi beliau belum kembali dari perjalanannya. Para pengkut Ahlul Bait as kembali meminta pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada Imam Musa. Saat itu, Sayidah Fatimah Masumah yang masih kecil telah menulis seluruh jawaban pertanyaan tersebut dengan detail dan sempurna. Jawaban yang ditulis putri Imam Musa Al-Kadzim membuat mereka terkejut dan kagum. Ketika Imam Musa Al-Kadzim kembali dari perjalanannya, beliau membaca  jawaban sempurna yang ditulis Sayidah Fatimah dan berkata, “Jiwa ayahnya untuknya.”

 

Terkadang Sayidah Fatimah Masumah as menyampaikan pencerahan kepada masyarakat saat itu dengan mengutip hadis. Dengan ibarat lain, beliau saat itu adalah salah satu perawi hadis. Yang menarik lagi,  hadis-hadis yang disampaikan Sayidah Fatimah Masumah berlandaskan pada riwayat kuat yang mengokohkan pondasi kepimimpinan atau imamah. Hadis-hadis yang disampaikannya menunjukkan bahwa kepemimpinan itu ditentukan oleh Rasulullah Saww. Untuk itu, para Imam adalah pengganti Rasulullah Saww yang paling layak.

 

Sayidah Fatimah Masumah lahir pada tanggal 1 Dzulqaidah tahun 173 di kota Madinah. Ayahnya adalah Imam Musa Al-Kadzim, sedangkan ibunya bernama Najmah Khatoun. Semenjak kecil,  Sayidah Fatimah Masumah menyaksikan langsung para musuh yang mengganggu dan menyakiti keluarga Rasulullah Saww berikut para pengikut mereka.  Ketika Imam Musa Al-Kadzim as dipenjara di tahanan dinasti Abbasiah yang lalim, Sayidah Fatimah Masumah  di bawah bimbingan saudaranya Imam Ali Ar-Ridho as, mencapai derajat kelimuan dan keirfanan yang tinggi.

 

Imam Ali Ar-Ridho as mempunyai hubungan dekat dengan sauadara perempuannya, Sayidah Fatimah Masumah. Ketika Khalifah Dinasti Abbasiah saat itu, Makmun, memaksa Imam Ali Ar-Ridho as ke Marv, Sayidah Fatimah Masumah as mulai mengalami masa sulit karena harus berpisah dengan saudaranya yang juga pembibingnya. Setelah bertempat tinggal di Marv, Imam Musa Al-Kadzim menulis surat ke Sayidah Fatimah Mashumah. Setelah menerima surat tersebut, Sayidah Fatimah Masumah bertolak menuju kota Marv, tempat tinggal baru Imam Ali Ar-Ridho. Di tengah perjalanan menuju kota Marv,  Sayidah Fatimah Masumah tiba di kota Qom. Di kota tersebut, beliau tidak dapat melanjutkan perjalanan ke kota Marv. Tidak lama setelah itu, beliau menghembuskan nafas terakhirnya di kota suci Qom.

 

Karimah Ahlul Bait, Masumah, Mohadasah, Thahirah dan Hamidah adalah di antara gelar-gelar Sayidah Fatimah Masumah . Gelar yang ada telah menunjukkan kesempurnaan putri Imam Musa Al-Kadzim as itu. Sayidah Fatimah Masumah as adalah sosok yang alim dan bertakwa, pembimbing yang tangguh dan orator.  Dalam bagian doa ziyarah kepada Sayidah Fatimah Masumah disebutkan  salam kepada-mu yang suci, terpuji, berperangai baik, dan bertakwa.

 

Karena kesucian jiwa Sayidah Fatimah Masumah as, Imam Ali Ar-Ridho menyebutnya dengan gelar Masumah dan berkata, ” Siapapun yang berziarah ke kota Qom, sama halnya ia berziarah kepada-ku.” Imam Shadiq as berkata, ” Seorang perempuan dari sulbiku yang bernama Fatimah, putri Musa Al-Kadzim as, akan meninggal dunia di kota Qom. Para pengikutku akan masuk surga dengan syafaatnya.



AS dalam Sepekan
Oktober 28, 2008, 12:27 pm
Diarsipkan di bawah: Politik

Pada pekan lalu, early voting presiden AS sudah mulai digelar di sejumlah negara bagian negara ini, termasuk Florida. Dalam tahap ini, tempat-tempat pemilihan dibuka hingga tanggal 4 November dan para pemilih dapat memasukkan kartu suaranya ke kotak-kotak yang disediakan. Berdasarkan hasil dari tingkat pendaftar di negara-negara bagian, Senator Barack Obama, kandidat presiden AS dari Partai Demokrat mempunyai peluang besar memenangkan pemilihan presiden pada tanggal 4 November. Jika Obama menang dalam pemilihan presiden AS, kemenangan tersebut akan mejadi catatan sejarah tersendiri bagi kulit hitam di negeri ini. Sebab, ia bakal menjadi presiden pertama kulit hitam di AS.

 

Setelah kontroversi pemilihan presiden AS tahun 2000, negara bagian Florida mendapat perhatian lebih dalam proses pemilihan presiden AS. Seperti yang pernah terjadi pada pilpres AS tahun 2000, George W. Bush menggunakan pengaruhnya untuk menang dalam pemungutan suara di negara bagian Florida. Saat itu, Gubernur Florida,Jeb Bush, yang juga adik kandung Bush, menyalahgunakan jabatannya dengan menghalangi pendaftaran warga kulit hitam untuk ikut serta dalam pemilihan presiden AS. Dengan cara itu, Jeb Bush membantu saudaranya Bush untuk menang dalam pemilihan presiden di Florida. Setelah melalui debat hukum dan keluarnya putusan Mahkamah Agung Federal Amerika Serikat, Bush akhirnya berhasil melenggang ke Gedung Putih. Pasca peristiwa tahun 2000 itu, pejabat AS akhirnya melakukan sejumlah perubahan, yang salah satunya adalah kemungkinan pelaksanaan pemungutan suara lebih awal sebelum hari pemilu secara nasional.

 

Pada saat yang sama, mekanisme pendaftaran pemilih suara pada pekan lalu menjadi sorotan media-media massa dan kalangan politisi negeri ini. Media-media massa melaporkan berbagai laporan mengenai berbagai kendala pndaftaran para pemilih suara. Disebutkan, ada tiga juta nama pemilih suara yang terhapus dari daftar pemilih suara. Alamat para pemilih suara yang tidak jelas disebut-sebut sebagai penghapusan nama para pemilih suara. Dalam krisis properti akhir-akhir ini di AS, ribuan keluarga AS kehilangan rumah mereka karena tidak dapat membayar kredit properti. Karena itu, mereka hingga kini tidak dapat menyebutkan alamat rumah. Kartu nama yang tidak disertai foto juga disebut-sebut sebagai kendala lain yang dapat mengurangi partisipasi pemilih suara dalam pemilihan presiden AS.

 

Dengan demikian, kondisi ini dikhawatirkan akan menyebabkan kelompok papa di negeri Paman Sam ini untuk tidak dapat ikut serta dalam pemilihan presiden mendatang. Mayoritas warga yang tidak bisa menggunakan hak suaranya adalah etnis minoritas dan warga yang berpenghasilan rendah. Perubahan mekanisme pemilihan presiden atau komputerisasi penghitungan suara dapat dikatakan sebagai penghalang bagi kelompok minoritas untuk ikut serta dalam pemilihan presiden. Tim Sukses Partai Demokrat telah menyatakan kekhawatirannya atas kondisi yang ada. Sebab, banyak kelompok kulit hitam, khususnya di negara-negara bagian selatan AS, yang nama mereka dihapus dari daftar pemilihan karena kendala-kendala tersebut. Kondisi ini dapat menjadi penghalang bagi Obama untuk lolos melenggang ke Gedung Putih.

 

 

Pekan lalu, Mantan Menteri Luar Negeri AS, Colin Powell, menyatakan dukunganya atas Obama. Padahal Powell adalah salah satu pejabati tinggi dan berpengaruh di Partai Republik. Dalam beberapa bulan terakhir, nama Powell sempat disebut-sebut sebagai calon wakil presiden AS yang akan mendampingi Senator McCain, kandidat presiden asal Partai Republik. Dengan pernyataannya yang mendukung Obama, Powel telah memutuskan hubungan dengan Partai Republik. Tim Sukses McCain berupaya mengkaitkan pernyaataan Powell yang mendukung Obama dengan sikap solidaritas etnis atas Obama. Akan tetapi pandangan Powell yang mendukung Obama, sangatlah berpengaruh. Sebab, banyak warga kulit hitam yang hingga kini masih mendukung McCain dan warna kulit Obama tidak mempengaruhi mereka. Akan tetapi kemiripan pandangan antara McCain, Bush dan kelompok neo-konservatif, mendorong Powell untuk lebih mendukung Obama ketimbang McCain.

 

Perbedaan pendapat antara Powell dan kelompok neo-konservatif bukan lah topik baru. Akan tetapi, Powell yang saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri telah berselisih pendapat dengan Menteri Pertahanan, Donald Rumsfeld dan Wakil Presiden AS, Dick Cheney. Di tengah dukungan Powell atas Obama, sebuah situs yang dekat dengan Al-Qaedah menyatakan dukungannya atas McCain. Kelompok ini menyebut alasan dukungan atas McCain sebagai upaya untuk menyeret AS ke arah keterpurukan.

 

Pekan lalu, Gedung Putih menyatakan sidang yang dihadiri para pemimpin negara maju dan berkembang pada tanggal 15 November di November. Menurut rencana, berbagai cara untuk menyelesaikan krisis keuangan di dunia saat ini akan dibahas dalam sidang tersebut. Para pakar berpendapat bahwa sistem proteksi yang rapuh atas pasar-pasar keuangan internasional menimbulkan krisis keuangan terbesar dalam 80 tahun terakhir. Meski krisis pada awalnya terjadi di dalam AS, namun krisis keuangan di AS berefek domino. Krisis itu pun akhirnya merambat ke benua Eropa dan Asia. Keterkaitan pasar keuangan di AS, Eropa dan Asia telah menyebabkan krisis yang ada menjalar cepat ke seluruh penjuru dan menimbulkan kerugian ratusan milyar dolar AS.

 

Dalam beberapa hari terakhir ini, pasar-pasar keuangan di seluruh penjuru dunia terpuruk. Pada saat yang sama, instansi-instansi internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia tidak mampu menjalankan tugas-tugasnya untuk mengawasi pelaksanaan komitmen keuangan di negara-negara. Sejumlah kritikus mengkritik bahwa instansi-instansi tersebut didirikan setelah Perang Dunia II, 60 tahun yang lalu. Untuk itu, sistem yang ada tidak dapat menyelesaikan problema ekonomi akhir-akhir ini yang terjadi di permulaan abad 21. Selain itu, pengambilan keputusan soal sistem keuangan dan finansial internasional, selama ini, ditentukan oleh tujuh negara industri. Padahal, kekuataan-kekuatan ekonomi seperti Cina, India, Afrika Selatan, Brazil, Australia, Rusia dan negara-negara anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), kini bermunculan. Untuk itu, seluruh kekuatan ekonomi di dunia harus dilibatkan untuk mengatasi kondisi krisis global saat ini.

 

Mantan Presiden Federal Reserve Bank (Bank Sentral Amerika), Alan Greenspan, dalam sidang dengar pendapat ahli di Kongres AS mengatakan, “Krisis keuangan saat ini adalah tsunami finansial yang terjadi sekali dalam setiap abad.” Ia dalam penjelasannya berupaya melakukan lepas tangan dari krisis keuangan setelah keterpurukannya pada tahun 1929. Para pengkritik Greenspan berpendapat bahwa keputusan Greenspan untuk mengurangi suku bungan pasca Peristiwa 11 September merupakan langkah yang menyebabkan krisis keuangan pada tahun 2007-2008. Pada saat itu, para pejabat Federal Reserve Bank menekan suku bunga secara berturut-turut yang bertujuan mencegah keterpurukan ekonomi di negeri ini, sehingga ratusan milyar dolar deposit bank masuk ke perputaran produksi dan pembelian barang.

 

Namun berseberanagn dengan penantian para pejabat ekonomi AS, uang-uang tersebut telah menyedot bidang properti dan mendongkrak harga yang luar biasa. Bersamaan dengan meningkatnya permintaan pembelian properti, bank-bank finansial membayar hutang-hutang properti dengan cara yang sederhana untuk mengejar keuntungan yang lebih besar. Krisis pun terjadi di saat ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi di bidang properti. Akibatnya, harga properti pun turun dan ratusan ribuan debitor tidak dapat membayar kreditnya. Dengan demikian, krisis pun telah mencapai pada sebuah titik yang diumpamakan oleh Grenspen sebagao tsunami finansial. (Sumber IRIB)



Perspektif Rahbar: Tanda-Tanda Kehancuran Liberalisme Barat
Oktober 26, 2008, 1:05 pm
Diarsipkan di bawah: Budaya

 

Krisis ekonomi di AS dan Eropa terus berlanjut dan para pemimpin Barat berjuang keras mengatasinya. Di tengah kondisi seperti ini, sejumlah pakar berpendapat bahwa akar krisis global ini pasti bermuara dari prinsip-prinsip liberalisme Barat. Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatollah Al-Udzma Ali Khamenei sejak jauh hari, memprediksikan kehancuran ideologi kapitalis ini. Dalam pidatonya yang disampaikan belum lama ini, Rahbar menilai krisis ekonomi Barat sebagai bukti dekadensi ideologi liberal demokrasi. Pernyataan Rahbar ini sama seperti prediksi Imam Khomeini ra mengenai ideologi komunisme sebelum runtuhnya Uni Soviet. Beliau dalam suratnya kepada Gorbachev, pemimpin Uni Soviet saat itu, selain memprediksikan kehancuran ideologi Komunisme, mengatakan, “Jika Marxisme di bidang ekonomi dan sosial kini dihadapkan pada jalan buntu, Barat pun akan menghadapi problema dalam masalah ini, tapi dengan bentuk yang berbeda.”

 

Komunisme dan liberalisme masing-masing adalah ideologi kapitalis yang berkembang di Barat. Kedua ideologi tersebut bisa dikatakan sebagai rival utama agama-agama di dunia yang berlandaskan pada spritual yang berkembang di Timur. Terlebih agama Islam yang merupakan agama paling menonjol dibanding agama-agama lainnya. Terkait masa depan Marxisme, Rahbar mengatakan, ” “Ideologi ini saat itu mempunyai sederet klaim dan slogan yang secara bertahap memudar dan pada akhirnya bertahan seperti sarang laba-laba dan kemudian hancur dalam kurun waktu yang singkat.” Rahbar juga menyinggung mimpi para pendukung liberalisme dan mengatakan, “Mereka berpikir bahwa pemikiran liberal demokrasi akan berkuasa penuh di seluruh dunia, dan negara-negara adidaya Barat dengan mudah dapat menerapkan politik penjajahan dan hegemoninya terhadap negara-negara di dunia. Namun, kekuatan yang mengarah perkembangan Islam dan kebangkitan agama ini memperlihatkan kepada para pendukung Barat bahwa telah muncul sebuah rival baru dan kekuatan tangguh di kancah internasional.

 

Liberalisme sama seperti Marxisme yang keduanya merupakan buatan manusia. Otak manusia pun mempunyai keterbatasan dan kekurangan. Dengan demikian, liberalisme dihadapkan pada kelemahan. Untuk itu, sederet kekurangan dan dampak sistem liberalisme kini dapat disaksikan pada negara-negara yang berkiblat pada ideologi liberal demokrasi. Seraya menyinggung krisis ekonomi global dan ketidakefektifan ekonomi Barat, Rahbar menuturkan, “Kini, gelembung fiktif keuangan di dunia Barat telah pecah yang suaranya terdengar melengking ke langit. Mereka sendiri menyatakan bahwa periode kekuasaan absolut AS telah berakhir.”

 

Selain problema ekonomi, liberalisme Barat selama bartahun-tahun menunjukkan identitas sebenarnya. Negara-negara pengikut liberal demokrasi senantiasa bersanding dengan para pemimpin yang haus darah, arogan dan pelanggar hak-hak asasi manusia. Selain Perang Dunia I dan II dan perang-perang lainnya, Barat yang membanggakan liberalismenya, menggelar perang di Irak dan Afghanistan yang dapat dikatakan sebagai kejahatan baru di dunia. Terkait hal ini, Rahbar mengatakan, “Hegemoni dan pendudukan merupakan produk terbaru liberal demokrasi Barat. Melalui cara-cara arogan dan hukum rimba, Barat menciptakan pertumpahan darah di dua negara muslim, Irak dan Afghanistan. Inilah puncak kehancuran liberal demokrasi dengan sederet klaim infaktualnya. Bahkan mereka tidak mempedulikan penentangan opini umum dunia. Bagi Barat, kemanusiaan dan kehendak masyarakat tidaklah bernilai.”

 

Penentangan opini dunia atas langkah-langkah tidak manusiawi Barat yang juga mengklaim sebagai pendukung demokrasi dan pelindung hak-hak asasi manusia, merupakan kontradiksi lain yang tercermin dalam ideologi liberal demokrasi. Terkait hal ini, Rahbar mengatakan, “Kini, liberal demokrasi di tengah opini umum dunia dihadapkan pada penentangan yang semakin meningkat. Dengan meningkatnya kebencian masyarakat dunia atas AS, negara ini dihadapkan pada kekalahan politik telak dan keterkucilan di dunia.” Rahbar juga menyebut dukungan terhadap Rezim Zionis Israel sebagai kebobrokan lain negara-negara pendukung ideologi liberalisme, khususnya AS yang terus diprotes oleh masyarakat dunia. Selain itu, penyiksaan terhadap para tahanan di Abu Ghraib, Guantanamo, dan penjara-penjara rahasia AS lainnya dapat dikatakan sebagai brutalitas lain para pejabat Washington.

 

Sederet kritikan prinsip atas liberalisme merupakan bukti ekstrimisme ideologi ini yang terlalu mengagungkan materi serta mengabaikan nilai spritual dan keadilan. Rahbar menyebut nihilnya spritual sebagai penyebab kebobrokan liberal demokrasi. Mengenai keadilan dan etika liberalisme, Rahbar menuturkan, kehampaan besar di dunia liberal demokrasi terletak pada pembangunan industri dan pengembangan teknologi dalam skala luas yang tidak diimbangi oleh keadilan sosial. Moral pun dihadapkan pada dekadensi. Kini, krisis moral menjerat liberal demokrasi. Krisis moral, ekonomi dan krisis keluarga adalah serangkaian problema yang menghadang negara-negara yang maju di bidang teknologi dan sains.

 

Liberal demokrasi Barat tengah meluncur ke arah kehancuran. Sementara Islam tengah meniti tangga kejayaannya di kancah internasional. Untuk itu, para politisi dan sejumlah media massa Barat berupaya menyudutkan Islam dan menistakan nilai-nilal sakral agama ini. Dengan cara itu, mereka berharap dapat mencegah perluasan agama Islam di dunia. Rahbar mengatakan, “Islam merupakan ideologi yang mendukung nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan persaudaraan. Bahkan dalam agama ini, orang yang papa dapat mengambil haknya dari orang yang kuat. Inilah pesan Islam yang sebenarnya. Kini, pesan seperti inilah yang membuat bangsa-bangsa tertarik terhadap agama ini.”

 

Secara umum, pondasi pemikiran Islam adalah spritual. Akan tetapi dari satu sisi, agama ini tetap memperhatikan sisi materi. Pada intinya, Islam seperti yang ditekankan Rahbar, menyatakan bahwa kebebasan sebenarnya tercermin dalam penghambaan seseorang kepada Allah swt. Bahkan Islam memberikan hak memilih bagi manusia untuk menentukan jalannya. Rahbar mengatakan, “Kebahagiaan manusia bukan terletak pada kemajuan teknologi dan sains. Akan tetapi, sains dan teknologi merupakan salah satu sarana kebahagian. Kebahagiaan manusia yang sebenarnya terletak pada ketenteraman hati dan ketenangan pikiran. Kenyamanan kehidupan harus dibarengi dengan keamanan moral, spritual dan materi. Kebahagiaan seseorang adalah ketika ia merasakan keadilan di tengah masyarakat. Inilah yang tidak dimiliki oleh Barat.” (Alireza Alatas)

 

(Sumber:IRIB)



Wartawan Memang Kejam!
Oktober 26, 2008, 12:50 pm
Diarsipkan di bawah: Politik

 

Investigasi palsu yang dilakukan wartawan negeri kita membuat krebilitas pers kita sama sekali tak dapat dibanggakan. Investigasi fikitif jadi mengingatkan kita pada Janet Cooke, wartawati Washington Post penerima Pulitzer yang membuat cerita fiktif tentang anak pecandu narkotik.Dia bilang, fakta tentang anak-anak semacam itu ada.Tapi karena tidak bisa menemukan tokoh nyata yang bisa ia tulis, ia menulis sebuah cerita rekayasa.
Akibatnya, dia dipecat da harus mengembalikan Pulitzer Prizenya. Bagi wartawan, fakta itu suci.

 

Lebih lanjutnya mari kita baca email seorang wartawan (Andi Muhyindin) yang terlibat dalam investigasi palsu:

 

Tadinya saya tidak mau ikut berkomentar soal liputan investigasi Trans. Tapi akhirnya tergerak juga setelah membaca berbagai jawaban Mas Satrio. Saya ingin mulai dengan bercerita sedikit soal seorang ‘calo berita’ bernama Mr. H yang tinggal di Tanjung Priok. Mas Dhandy sudah pernah menulis soal liputan telur ayam kampung palsu yang menggunakan jasa Mr H di milis ini (jurnalisme).

 

Saya adalah reporter yang meliput liputan ‘investigasi’ murahan itu. Singkat cerita calo bernama Mr H itu menawarkan puluhan tema berita ‘investigasi’ . ‘Hebatnya’ lagi di setiap tema itu telah dipersiapkan ‘pelaku’ yang siap menjadi aktor saat melakukan reka ulang. Karena penasaran, saya mencoba menerima tawaran itu : membuat telur ayam kampung palsu menggunakan pembersih lantai. Shotingnya dilakukan di pinggir jalan yang rami rumah pelaku. Si pelaku seorang Ibu tanpa rasa khawatir mempraktikan perbuatannya memalsukan telur ayam ras menjadi ayam kampung. Dari awal saya sudah ingin tertawa melihat reka ulang itu. Persis sebuah sinetron, pelaku bisa di ‘direct’ oleh reporter dan campers. Liputan itu tentunya tidak saya olah lagi untuk ditayangkan di RCTI. Sudah jelas, semuanya hanya
sandiwara. Bahan itu hanya menjadi bahan perbincangan dan ‘lucu-lucuan’ di kantor.
 
Selain
telur ayam kampung palsu, sangat banyak tema liputan ‘investigasi’ lainnya, seperti, obat nyamuk palsu, shampo palsu, hingga bakso tikus. Tidak ketinggalan berbagai liputan ‘esek-esek’.

Kalo menurut saya, sebuah liputan investigasi harus menampilkan gambar asli bukan reka ulang. Karena sangat mungkin reka ulang itu tidak sesuai dengan fakta atau hanya karangan si ‘pelaku’. Apalagi setahu saya pelaku setelah itu mendapat uang jasa sebagai nara sumber. Jadi bisa saja pelaku membuat cerita sendiri demi mendapat uang jasa atau uang buku mulu dari media TV yang meliputnya.

Saya tidak mau menuduh liputan bakso tikus juga menggunakan jasa Mr H. Mungkin rekan Bobby bisa menjelaskan sendiri bagaimana liputan itu dibuat. Apakah benar bahwa adegan pelaku menangkap tikus, lalu mengolahnya menjadi bakso adalah gambar reka ulang?

Jika ada seseorang mengaku memalsukan susu formula misalnya, dan mau memperagakan bagaimana Ia membuat susu palsu itu, bukankah itu menjadi aneh dan patut dipertanyakan? Bagaimana mungkin pelaku mau memperagakan adegan itu. Belum lagi dampak hilangnya untung yang Ia terima selama ini (Andi Muhyidin)



Wartawan Memang Kejam!
Oktober 26, 2008, 12:43 pm
Diarsipkan di bawah: Politik

 

Investigasi palsu yang dilakukan wartawan negeri kita membuat krebilitas pers kita sama sekali tak dapat dibanggakan. Investigasi fikitif jadi mengingatkan kita pada Janet Cooke, wartawati Washington Post penerima Pulitzer yang membuat cerita fiktif tentang anak pecandu narkotik.Dia bilang, fakta tentang anak-anak semacam itu ada.Tapi karena tidak bisa menemukan tokoh nyata yang bisa ia tulis, ia menulis sebuah cerita rekayasa.
Akibatnya, dia dipecat da harus mengembalikan Pulitzer Prizenya. Bagi wartawan, fakta itu suci.

 

Lebih lanjutnya mari kita baca email seorang wartawan (Andi Muhyindin) yang terlibat dalam investigasi palsu:

 

Tadinya saya tidak mau ikut berkomentar soal liputan investigasi Trans. Tapi akhirnya tergerak juga setelah membaca berbagai jawaban Mas Satrio. Saya ingin mulai dengan bercerita sedikit soal seorang ‘calo berita’ bernama Mr. H yang tinggal di Tanjung Priok. Mas Dhandy sudah pernah menulis soal liputan telur ayam kampung palsu yang menggunakan jasa Mr H di milis ini (jurnalisme).

 


Saya adalah reporter yang meliput liputan ‘investigasi’ murahan itu. Singkat cerita calo bernama Mr H itu menawarkan puluhan tema berita ‘investigasi’ . ‘Hebatnya’ lagi di setiap tema itu telah dipersiapkan ‘pelaku’ yang siap menjadi aktor saat melakukan reka ulang. Karena penasaran, saya mencoba menerima tawaran itu : membuat telur ayam kampung palsu menggunakan pembersih lantai. Shotingnya dilakukan di pinggir jalan yang rami rumah pelaku. Si pelaku seorang Ibu tanpa rasa khawatir mempraktikan perbuatannya memalsukan telur ayam ras menjadi ayam kampung. Dari awal saya sudah ingin tertawa melihat reka ulang itu. Persis sebuah sinetron, pelaku bisa di ‘direct’ oleh reporter dan campers. Liputan itu tentunya tidak saya olah lagi untuk ditayangkan di RCTI. Sudah jelas, semuanya hanya
sandiwara. Bahan itu hanya menjadi bahan perbincangan dan ‘lucu-lucuan’ di kantor.
 
Selain telur ayam kampung palsu, sangat banyak tema liputan ‘investigasi’ lainnya, seperti, obat nyamuk palsu, shampo palsu, hingga bakso tikus. Tidak ketinggalan berbagai liputan ‘esek-esek’.

 

Kalo menurut saya, sebuah liputan investigasi harus menampilkan gambar asli bukan reka ulang. Karena sangat mungkin reka ulang itu tidak sesuai dengan fakta atau hanya karangan si ‘pelaku’. Apalagi setahu saya pelaku setelah itu mendapat uang jasa sebagai nara

sumber. Jadi bisa saja pelaku membuat cerita sendiri demi mendapat uang jasa atau uang buku mulu dari media TV yang meliputnya.

 

 

 

 

Saya tidak mau menuduh liputan bakso tikus juga menggunakan jasa Mr H. Mungkin rekan Bobby bisa menjelaskan sendiri bagaimana liputan itu dibuat. Apakah benar bahwa adegan pelaku menangkap tikus, lalu mengolahnya menjadi bakso adalah gambar reka ulang?

 

 

 

Jika ada seseorang mengaku memalsukan susu formula misalnya, dan mau memperagakan bagaimana Ia membuat susu palsu itu, bukankah itu menjadi aneh dan patut dipertanyakan? Bagaimana mungkin pelaku mau memperagakan adegan itu. Belum lagi dampak hilangnya untung yang Ia terima selama ini (Andi Muhyidin)



Wimar vs Bakrie
Oktober 23, 2008, 10:25 pm
Diarsipkan di bawah: Politik

Polemik Bakrie dan Wimar Witoelar tak terelakkan. Setelah Wimar menurunkan artikel tentang Aburizal Bakrie pengusaha nasional yang tidak nasionalis (Sindo 21/10) — kini giliran Lalu Marah tau Lalu Mara– eksekutif di kelompok Bakrie yang “menghajar” Wimar (Sindo 23/10).

Benarkah Pengusaha Hanya Mengejar Untung?
Thursday, 23 October 2008
Lalu Mara Satria Wangsa
Eksekutif di Kelompok Usaha Bakrie

Persoalan besar menghadang dunia.Dalam menghadapi krisis keuangan global yang sedang melanda dunia saat ini, bukan hanya negara-negara yang melakukan konsolidasi diri, tetapi juga perusahaan- perusahaan.

Menarik untuk memerhatikan langkah yang dilakukan pemerintahan dan perusahaan di dunia untuk bisa keluar dari krisis. Mereka tidak berlombalomba untuk mencari kambing hitam, tetapi justru saling bahu-membahu mencari jalan keluar bagi pemecahan guna menghindarkan dunia dari ancaman resesi dan depresi ekonomi.

Itu bisa dilihat dari serangkaian pertemuan yang dilakukan para pemimpin dunia yang tergabung dalam G-7,G-20,maupun lembaga multilateral— entah itu Dana Moneter Internasional maupun Bank Dunia.Para pemimpin Amerika maupun Uni Eropa tidak lelah melakukan perjalanan trans-Atlantik guna mencari solusi bagi persoalan yang
mengimpit dunia. Memang tidak ada manfaatnya di tengah situasi seperti ini mencari kambing hitam.

Itu bukan hanya tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi bahkan menjauhkan kita dari penyelesaian persoalan. Begitu pulalah seharusnya bangsa ini menghadapi krisis global.Tidak ada manfaatnya sekadar saling menyalahkan, apalagi saling curiga. Salah- salah, dengan sikap yang penuh prasangka,krisis yang sebenarnya belum mengimbas ke Indonesia malah akhirnya membuat bangsa ini ikut terpuruk. Itulah yang seharusnya kita sama- sama hindari.

Pengalaman pahit 1998, yang membuat begitu banyak warga Indonesia menjadi korban, cukup sekali saja kita alami. Kebersamaan antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat menjadi kunci bagi setiap bangsa untuk bisa keluar dari situasi serbakrisis seperti sekarang. Itulah yang sedang terjadi di semua negara.

Tetap Bekerja

Menarik apa yang ditulis Keki R Bhote dalam The Power of Ultimate Six Sigma. Untuk menghindarkan terjadinya sikap frustrasi dan putus asa massal dan global pada masyarakat, maka harus diupayakan agar lapangan kerja tetap tersedia agar orang mempunyai pekerjaan yang berarti (meaningful jobs).

Tugas tersebut sangatlah monumental. Itu tidak bisa hanya dilakukan negara secara kolektif,sekalipun karena negara cenderung terlalu birokratis dan isolasionistis. Bahkan PBB pun tidak akan mampu karena mereka tidak mempunyai kemampuan baik secara struktural maupun finansial. Begitu pula Bank Dunia dan IMF karena mereka hanya bisa memberi nasihat, bukan melaksanakan. Menurut Bhote,institusi global yang mampu untuk melakukan itu adalah dunia bisnis.

Dengan dimotivasi oleh kapitalisme dan didorong oleh orientasi untuk mendapatkan untung, dunia usahalah yang bisa menemukan jalan untuk memecahkan persoalan ini.Dunia usaha bukan hanya memiliki know-how dan skill, tetapi mereka dilahirkan untuk selalu siap menghadapi yang namanya tan-tangan. Memang krisis keuangan global yang dihadapi sekarang tidak lepas dari persoalan yang disebabkan oleh kalangan dunia usaha.

Tetapi pengalaman ini menjadi pembelajaran bagi dunia usaha untuk memperluas cakrawala pandangnya. Pengusaha tidak lagi hanya berorientasi sekadar kepada mencari untung bagi para pemilik saham, tetapi memberi keuntungan kepada pemangku kepentingan (stakeholders) yang lebih luas, yakni masyarakat dunia secara keseluruhan. Sungguh tidak adil karena satu kesalahannya, dunia usaha lalu dipersalahkan dan dihukum selama-lamanya.

Dunia usaha perlu diberi kesempatan untuk memperbaiki diri karena orientasi mereka menanamkan modal dan melakukan usaha dengan membangun industri tidak sematamata sekadar mencari untung.Dunia usaha memikul idealisme yang lebih dari itu, yakni bagaimana mengangkat harkat hidup manusia agar menjadi manusia yang sesungguhnya.

Menilai Secara Objektif

Sekali lagi,manusia dilahirkan bukan hanya untuk menjadi manusia yang sekadar bermain (homo ludens), tetapi juga menjadi manusia yang bekerja (homo faber).Manusia akan merasa menjadi manusia yang sesungguhnya apabila mereka hidupnya bermakna dan itu dicerminkan dengan bekerja dan mempunyai pekerjaan.

Dalam konteks itulah kita seharusnya melihat persoalan yang sedang dihadapi Kelompok Usaha Bakrie,tempat saya bekerja,dengan lebih jernih. Kesulitan yang sedang kami hadapi jelas bukan sesuatu yang sengaja ingin terjadi dan dialami.Namun konjungtur ekonomi yang terjadi membuat perusahaan kami dihadapkan pada kesulitan.

Dengan segala daya,para pimpinan Bakrie mencoba menyelesaikan masalah yang dihadapi perusahaan.Mereka menyadari betul bahwa tugas tersebut harus bisa dipecahkan karena kami tidak ingin kemudian persoalan ini mengimbas lebih luas ke mana-mana. Sungguh tidak adil ketika di tengah upaya maksimal yang kami lakukan muncul tuduhan Kelompok Usaha Bakrie
bukanlah pengusaha yang nasionalis seperti ditulis Wimar Witoelar di Harian Seputar Indonesia, 20 Oktober 2008.Kalimat “Bakrie adalah pengusaha nasional, tapi bukan nasionalis,” sungguh sangat tendensius.

Kalimat itu menyakitkan hati karyawan berikut keluarga dan sudah mengarah pada fitnah kepada Keluarga Bakrie. Dalam tulisan itu Kelompok Usaha Bakrie dinilai tidak berorientasi kepada kepentingan nasional. Saudara Wimar, kalau saja orientasi Keluarga Bakrie hanya sekadar kepentingan pribadi,tentu akan lebih baik Keluarga Bakrie tidak mengembangkan usaha apa pun dan tidak perlu terlalu peduli untuk ikut menyediakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang di Republik Indonesia.

Perlu Anda ketahui, sampai saat ini Kelompok Usaha Bakrie mempekerjakan 35.000 orang tenaga kerja secara langsung(teregistra si) dan50.000orang tenaga kerja secara tidak langsung. Bandingkan berapa orang tenaga kerja yang bisa Anda ciptakan,Saudara Wimar Witoelar? Dilihat dari kemampuan menciptakan kerja,kita bisa membandingkan lebih nasionalis mana seorang Wimar Witoelar atau Keluarga Bakrie?

Sebagai informasi,Wimar sendiri tercatat sebagai direktur non-executive di ANTV, meski itu dari mitra ANTV, Star- TV.Jabatan Andaitumenjadibukti bahwa Anda memang tidak mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas ketimbang Bakrie.Bahwa program Anda dihentikan tayangannya oleh ANTVitu semata-mata karena rating- nya hampir nol! Namun, risiko itu tetap dipilih justru karena menyadari
bahwa tugas dari pengusaha adalah menyediakan lapangan pekerjaan, bahkan menjadi tempat bagi banyak orang untuk belajar dan menimba ilmu.

Begitu banyak orang yang pernah bergabung dengan Kelompok Usaha Bakrie sekarang mampu mandiri sebagai pengusaha. Kalaupun pemerintah turut membantu berkembangnya dunia usaha yang sehat, itu bukanlah bagian dari kolusi dan kepentingan politik jangka pendek.Seperti diperlihatkan semua negara di dunia sekarang,kerja sama di antara pemerintah, dunia usaha, bahkan masyarakat dilakukan bukan untuk kepentingan pribadi jangka pendek,tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menyelamatkan bangsa dan negara.

Apakah bailout senilai USD700 miliar yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap institusi keuangan yang kolaps akibat salah menyalurkan kredit di sektor perumahan (subprime mortgage) adalah bagian dari kolusi politik Bush dengan dunia usahanya? Apakah bailout yang dilakukan Pemerintah Inggris terhadap Bank Nothern Rock yang terjebak kredit mortgage di AS, injeksi modal tiga negara Uni Eropakepada lembaga keuangan terbesar Eropa,Fortis dan intervensi pemerintahan negara- negara yang tergabung dalam Uni Eropa ke pasar uang merupakan kolusi politik pemerintah dengan pengusaha?

Tidak satu sen pun kredit yang diperoleh Kelompok Usaha Bakrie dibenam di usaha yang sangat berisiko tinggi dan ngawur seperti subprime mortgage. Semua ditempatkan pada proyekproyek yang menyerap tenaga kerja besar. Apa yang kami alami saat ini semata-matadampakdarikrisi sglobal. Jumlah pinjaman Kelompok Usaha Bakrie sebesar USD1,2 miliar dengan dukungan nilai perusahaan USD6 miliar.

Dilihat dari rasio utang, sangat aman.Utang adalah kepercayaan, dan sebagaimana dikatakan pendiri Kelompok Usaha Bakrie, Bapak H Achmad Bakrie (almarhum),” Tidak akan miskin kita bila membayar utang.”Itulahyangsa atinidilakukanse luruhpimpinan Kelompok Usaha Bakrie. Saudara Wimar, dalam situasi seperti sekarang ini tidak ada untungnya sekadar mencari kambing hitam, tendensius, dan ingin menjadi pahlawan kesiangan.

Justru kebersamaan dan sikap untuk saling membantu serta mengingatkan jauh lebih penting, karena akan bisa membawa bangsa dan negara bisa keluar dari gelombang yang tidak menentu. Langkah arif bila Anda menarik kalimat dalam tulisan Anda tersebut, karena itu mengandung unsur fitnah. Saudara Wimar pasti tahu, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.( *)



Ide Gila Lagi, Ical Mau Jadi Presiden Kita!
Oktober 21, 2008, 8:03 am
Diarsipkan di bawah: Politik

Jika Ical Jadi Presiden, Akankah Hak atas Lingkungan Hidup Sirna?

 

Koordinator Kajian Badan Pemenangan Pemilu sekaligus Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar Anton Lesiangi mengatakan Rapat Pimpinan Nasional IV Partai Golkar mengusung 10 nomine calon presiden pada Pemilihan Presiden 2009. Salah satu nomine itu adalah Aburizal Bakrie (Ical). Jika Ical jadi presiden, bagaimana ya nasib korban Lapindo? Bagaimana pula nasib lingkungan hidup Indonesia. Akankah lingkungan hidup kita semakin hancur seiring dengan dilantiknya Ical menjadi Presiden RI?

————–

Berita Koran TEMPO (20/10) yang memuat para nomine calon presiden itu bisa jadi membuat gerah hati seluruh rakyat Indonesia yang peduli terhadap nasib korban Lapindo. Bagaimana tidak, Ical yang selama ini seringkali membela posisi Lapindo justru dinominasikan menjadi Presiden oleh partai pemenang pemilu pada tahun 2004 yang lalu.

Bukan hanya terkait kasus Lapindo tapi nasib keberlanjutan alam Indonesia juga dipertaruhkan jika Ical benar-benar jadi Presiden Republik Indonesia. Betapa tidak, pada saat menjadi Ketua Komite Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Ical pernah mengeluarkan pernyataan yang mengancam lingkungan hidup.

Pada tahun 2002, Ical pernah mengusulkan pembangunan ekonomi terlebih dahulu tanpa penanganan masalah lingkungan hidup. Kontan, pandangan itu mendapat tentangan dari pakar lingkungan hidup Emil Salim. Bahkan di tengah kesibukannya, Emil Salim, menyempatkan diri untuk menulis pendapatnya guna ‘melawan’ pendapat Ical di Harian KOMPAS hari Selasa, 26 November 2002

Celakanya, hanya empat tahun berselang, tepatnya tanggal 29 Mei 2006 lumpur Lapindo menghancurkan keberlanjutan ekologi warga Sidoarjo.

Pertanyaannya kemudian adalah, jika Ical jadi Presiden RI apakah kita masih bisa menikmati hak asasi kita atas kondisi lingkungan hidup yang sehat? Apakah kita masih bisa minum air bersih dan menghirup udara sehat jika mantan bos Bakrie itu menjadi Presiden? (http://berantaslapindo.wordpress.com)



Menyelamatkan Bakrie, SBY kelihatan Orde Baru sejati
Oktober 20, 2008, 11:28 pm
Diarsipkan di bawah: Politik

Menyelamatkan Bakrie, SBY kelihatan Orde Baru sejati
oleh: Wimar Witoelar

Pada saat tulisan ini dikirimkan, CNNbaru mengeluarkan ringkasan hasil polling mengenai debat presiden
Amerika Serikat. Sudah selesai semua debat calon presiden, tigasemuanya. Hasilnya dalam persentase. Untuk debat pertama, Obama-McCain51-31. Debat kedua, 54-30. Debat ketiga, 58-31. Menurut CNN perkiraanelectoral vote adalah 277 untuk Obama dan 174 untuk McCain dengan state negara bagian) yang tossup (bisa kesana bisa kesini) sebanyak 87.

Amdaikata McCain menang semua tossup states, dia tetap kalah.Jadi dia harus menang semua tossup states seperti Florida, Ohio danNorth Carolina. Tidak cukup itu, McCain harus merebut state yang
diperkirakan mendukung Obama seperti Pennsylvania dan Virginia. Sebaliknya Obama cukup mempertahankan posisi. Karena itu McCainagresif, Obama defensif. Ibarat pertandingan sepakbola dimana Obama di depan 2-0 dengan sisa waktu 10 menit. McCain harus tetap bersemangat kampanye dan orang-orangnya harus tetap percaya diri, supaya pendukungnya tidak patah semangat dan tetap mau mengikuti Pemilu. Obama harus tetap bersemangat dan tidak menunjukkan rasa menang,supayapendukungnya tetap semangat sampai memberikan suara pada tanggal 4 November. Kalau mereka merasa sudah menang, mungkin mereka malas
memilih, karena merasa sudah pasti menang

Di kita, posisinya agak terbalik. Yang diatas angin adalah pihak elite, yang kalah adalah orang biasa. Kalau ikut rumus tadi, elite harusnya tenang dan orang biasa bersikap galak. Tapi disini malah elite
makin berani menjalankan kolusi dan orang biasa makin menerima. Terbukti dalam kolusi Bakrie dengan SBY untuk menyelamatkan perusahaannya yang ambruk. Dalam kasus Lapindo, Bakrie tidak mau menunjukkan simpati kepada korban luapan lumpur. Sekarang Bakrie kena musibah pasar, dia minta simpati SBY. Minta dibantu dengan uang negara melalui BUMN. Orang biasa yang merasa elite berkuasa, merasa tidak
punya jalan keluar. Mereka merasa terpaksa menerima  keserakahan penguasa.

Padahal kita tidak harus menerima ketidak adilan. Kita bisa mengajak orang biasa  memberikan pendapat. Kalau tidak, orang baik makin sedikit, dan orang jahat makin banyak. Apakah lupa munculnya Orde Baru? Tokoh angkatan 66 ikut membenarkan Suharto. Sekarang tokoh reformasi 98 ikut membenaran  SBY.  Dengan menyelamatkan Bakrie, SBY kelihatan Orde Baru sejati. Tujuannya hanya mempertahankan kekuasaan, yang dipakai untuk melindungi pengusaha yang mendukungnya. Segitiga SBY-Bakrie-Kalla menggelinding menuju Pilpres 2009.

Krisis ekonomi dunia saat ini timbul karena terlalu banyak andalan pada kelancaran kredit. Kredit murah membuat orang berhutang lebih besar dari kemampuan membayar. Ketika timbul masalah dalam
pembayaran kredit, masalah itu diatasi dengan meminjam lebih banyak lagi, gali lubang tutup lubang. Makin banyak kita punya kenalan di Bank, makin mudah meminjam uang. Kalau kita kenal penguasa, lebih mudah
lagi. Meminjam menjadi sangat mudah kalau kita kenal Presiden yang tidak jujur. Kreditor mana akan menolak kasih kredit kalau Presiden memberikan lampu hijau?

Setelah 11 September 2001, Bush menumbuhkan mesin ekonomi dengan melancarkan kredit properti. Semua
berjalan mulus sampai satu saat kredit perumahan yang terlalu lancar di Amerika Serikat
menghasilkan kelebihan bangunan, Harga properti jatuh. Nasabah kredit tidak bisa bayar kredit. Bank tertimpa kredit macet dan terpaksa minta pinjaman dari lembaga keuangan lain. Sekuritas yang dibangun diatas jaminan kredit anjlok nilainya. Perusahaan asuransi jatuh nilai assetnya. Perusahaan asuransi AIG jatuh dan diberi bailout USD 770 Milyar. Dengan cepat jepitan kredit merembes ke Eropah dan Asia.  Akhirnya kemacetan kredit internasional menimpa perusahaan di Indonesia yang punya hutang besar pada pihak asing. Tidak mampu bayar kredit, takut disita jaminan berupa saham perusahaan, akhirnya Bakrie bersembunyi dari kenyataan pasar dan meminta pemerintah mengatur BUMN ikut bantu.

Menko Sri Mulyani tidak setuju, sebab ini intervensi pasar. Lebih baik Bakrie jatuh daripada orang biasa ikut menderita. Pada krismon 97, banyak perusahaan jatuh dan pimpinannya dituntut. Krismon 2008 menyangkut satu perusahaan, dan pimpinannya adalah pembantu terdekat Presiden. Pinjaman macet Bakrie adalah untuk
menjadi makin kaya lagi, bukan untuk kesejahteraan rakyat.

SBY tetap merasa berhutang budi pada Bakrie dan menolak keberatan Sri Mulyani. Beliau tidak tahu, kekuatannya dari suara rakyat, bukan dari penguasa yang memanfaatkannya. Setelah Sri Mulyani gagal mempertahankan sikapnya untuk melepas Bakrie ke pasar, Bakrie mulai menjual sahamnya
diam-diam. Kepada pihak asing dilakukan dengan cepat dengan kerugian besar, karena takut kena sita jaminan. Penjualan saham kepada pihak Indonesia yang dikoordinasi Mentri BUMN dan Sekneg akan terjadi dengan
lebih leluasa dan harga yang lebih manis untuk Bakrie.

Seorang pengamat cerdas mengeluhkan gagalnya reformasi 1998 dan mengatakan: “Tahun-tahun terbuang…”  Bakrie bantu Kalla, Kalla bantu SBY, SBY balas budi dengan mengangkat  Kalla sebagai Wakil Presiden dan Bakrie sebagai Menko Ekuin. Ketika Bakrie gagal mengurus ekonomi, dia tetap dipertahankan sebagai Menko Kesejahteraan Rakyat, walaupun tidak memiliki jiwa sosial sama sekali.

Balas budi SBY kini menggunakan dalih “mendukung swasta nasional”. Ekonom dan politikus nasionalis mengatakan, Bakrie sebagai perusahaan nasional harus dibantu melawan ancaman cengkeraman asing. Orang lupa bahwa orang Indonesia yang menjahati rakyat perlu dikenakan sangsi  sebelum kita mempersoalkan orang asing. Bakrie adalah pengusaha nasional tapi bukan nasionalis. Kebesaran usahanya dan statusnya sebagai orang terkaya dicapai melalui kolusi politik dengan SBY dan kolusi pasar dengan perusahaan luar negeri.
Ketika krisis internasional menjatuhkan harga pasar Bakrie, dia lari minta perlindungan kepada Presiden. Sangat menyedihkan, bahwa orang-orang pandai di Indonesia membenarkan bantuan SBY kepada
perusahaan yang antisosial ini. Sangat menyedihkan bahwa suara jernih Menko Sri Mulyani tidak didukung secara terbuka, hanya melalui bisik-bisik.

Pengamat cerdas itu melanjutkan dalam email:  “Jelek-jelek, pemilihan Presiden di Amerika Serikat memberi kesempatan calon Presiden untuk berpendapat dan untuk menunjukan kemampuan. Disini ? Apa yang
jadi penentu seseorang jadi Presiden: Intrik dan uang” Betul sekali. Tapi kita tidak boleh berhenti dengan mengeluh dan putus asa. Marilah kita sebagai orang biasa belajar mengerti persoalan.
Kalau sudah mengerti, marilah membentuk sikap. Kalau sudah punya sikap, marilah menyatakan sikap dan bersuara. “A bell is no bell until you ring it. A song is no song until you sing it.”



Rahbar: Kemenangan Hizbullah Lebanon, Bukti Keunggulan Spritual atas Materi
Oktober 19, 2008, 11:18 pm
Diarsipkan di bawah: Politik

Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei, menyebut pasukan bersenjata Republik Islam Iran sebagai pembela nilai-nilai Islam. Rahbar dalam acara pengambilan sumpah para mahasiswa Akademi Militer Republik Islam Iran, hari Ahad, menyatakan bahwa pasukan bersenjata adalah benteng kuat negara. Dikatakannya pula, “Rakyat Iran mendukung pasukan bersenjata negara ini. Bahkan mereka adalah bagian yang tidak dipisahkan dari rakyat negara ini.”

 

Rahbar yang juga Penglima Tertinggi Republik Islam Iran, menilai pasukan bersenjata Iran sebagai bagian penting kekuatan dan manifestasi ketangguhan bangsa. Ditegaskannya pula, “Kekuatan spritual mereka tercermin berkat kekuatan keimanan dan pembelaan atas nilai-nilai ketauhidan dan kemanusiaan.”|

 

Dalam bagian pidatonya, Rahbar seraya menyinggung kemenangan keimanan para pejuang Hizbullah Lebanon atas pasukan agresor Zionis Israel dan pengakuan para pejabat Tel Aviv atas kekalahan mereka, mengatakan, “Kemenangan ini merupakan bukti keunggulan kekuatan spritual atas kekuatan materi. Pasukan bersenjata Republik Islam Iran harus menyadari kekuatan keimanan dan spritual yang luar biasa.”

 

Mengisyaratkan keberanian, keimanan, kegigihan dan pengorbanan bangsa Iran dalam menghadapi para musuh, Rahbar mengatakan, “Di awal Revolusi Islam Iran, para musuh tidak menduga bahwa bangsa Iran dapat menghadapi badai tekanan dan penentangan mereka. Dengan pengalaman selama 30 tahun, para musuh baru mengakui bahwa Republik Islam Iran dan pasukan bersenjata negara ini mempunyai kekuatan yang tangguh.”

 

Di depan makam delapan shahid perang Irak-Iran, Rahbar memberikan penghormatan khusus dan membacakan surat Al-Fatehah kepada para shuhada. Dalam acara tersebut, Rahbar juga memberikan penghargaan kepada para dosen dan mahasiswa militer yang berprestasi.



Siapakah Ade Armando?
Oktober 17, 2008, 11:34 pm
Diarsipkan di bawah: Budaya

Ini adalah penjelasan Ade Armando ketika ditanya keterlibatannya dengan RUU Pornografi:

 

Lagi-lagi keterlibatan saya dalam urusan RUU Pornografi dipertanyakan. Saya diisukan caleg, sedang melakukan bargaining  dengan partai ‘tertentu’, akan menjadi ketua Badan Pengawas
Pornografi, dsb.

Agar tidak ada kesimpangsiuran, ini jawaban saya:

1. Sejak dua tahun yang lalu, sejak keluarnya RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi, saya diminta Kementerian Pemberdayaan Perempuan untuk terlibat dalam tim pemerintah untuk menyusun draft perbaikan terhadap  RUU APP yang — dalam pandangan saya — sangat buruk itu.

2. Saya diminta karena sejak bertahun-tahun sebelumnya saya sudah terlibat dalam kampanye anti pornografi yang memang secara aktif dilakukan KPP. Saya bahkan menulis buklet tentang pornografi untuk KPP. FYI: saya tidak minta dibayar dan memang tidak dibayar untuk itu. Di kampus sayapun (Komunikasi UI), begitu ada diskusi soal pornografi, saya lazim diminta bicara.

3. Bersama sejumlah teman dari berbagai kelompok (ada sosiolog, pekerja televisi, penggiat infotainment, kejaksaan, kepolisian, aktivis LSM, dan bebarapa lainnya), saya terlibat dalam penyusunan draft itu. Ada muslim, ada Kristen, ada yang agamis, ada yang  sekuler. Sikap kami selalu mencari titik temu d antara berbagai pihak yang berdebat. Untuk itu, kami belajar dari pengalaman negara-negara lain, mempelajari kepustakaan pornografi, mempelajari isi pornografi yang tersedia, berusaha memformulasi drafta RUU secara berhati-hati,  dst. Dalam proses itulah, saya berubah dari bersikap mendukung RUU yang menolak sama sekali semua pornografi, menjadi mendukung RUU yang mangatur pornografi seraya melarang sebagian bentuk pornorafi yang berbahaya.

4. Draft versi tim KPP itu dibahas lagi dan ditulis ulang, oleh instansi-instansi pemerintah yang lain (termasuk Depkumham, Depertemen Agama, Depkominfo). Hasil penulisan ulang bersama itu kemudian diajukan ke DPR.

5. Saat sudah diajuka ke DPR, pada dasarnya tim asistensi KPP itu berhenti bekerja, walaupun surat tugasnya tetap berlaku.

6. Sekarang, saya masih diminta oleh KPP untuk datang dan memberikan pendapat sesuai dengan kapasitas saya sebagai ilmuwan yang mempelajari pornografi. Jadi saya diundang kalau KPP membutuhkan opini saya dan penilaian saya. Tentu saja, lazimnya kalau ada rapat yang menghadirkan saya sebagai pembicara ada honor. Kalau saya ikut ke Bali bersama tim KPP (bukan bersama tim DPR), saya dapat yang namanya semacam Biaya Perjalanan Dinas. Nggak besar-ebsar amat, tapi saya dibayar.

7. Lebih dari itu tidak ada. Saya orang yang tidak loyal pada siapapun, kecuali pada keyakinan dan hati nurani saya. Saya termasuk orang yang percaya bahwa pornografi itu dapat merugikan masyarakat luas, dan karena itu saya mendukung pengaturan mengenainya.