Kembalilah ke Tanah Air!


Sidang Darurat Para Pemimpin Eropa Soal Krisis Georgia
September 1, 2008, 12:59 pm
Filed under: Politik

Tiga pekan setelah terjadinya krisis di Georgia,  27 pemimpin negara Uni Eropa, hari Senin, menggelar sidang darurat di Brussel untuk menyelesaikan krisis di Kaukasus. Sidang darurat itu dihelat atas permintaan Presiden Perancis, Nicholas Sarkozy yang juga Ketua periodik Uni Eropa. Para pengamat politik berpendapat bahwa Uni Eropa dihadapkan pada keterbatasan dan ketidakmampuan untuk menekan Rusia. Untuk itu, pemimpin negara Perancis dan Jerman sebelum menggelar sidang melakukan pertemuan singkat dengan pejabat negara-negara anggota baru Uni Eropa di Eropa Timur seperti Polandia. Lobi itu sengaja dilakukan supaya seluruh negara anggota Uni Eropa mengambil sikap yang sama dalam sidang darurat di Brussel.

 

Paris dan Berlin tengah berupaya mengambil kebijakan yang netral dan diplomatik dalam mereaksi operasi militer Rusia di Georgia. Namun negara-negara Baltik dan negara anggota baru Uni Eropa di Eropa Timur plus Inggris dan Swedia menghendaki pemberlakuan sanksi atas Rusia.

 

Dalam mereaksi kehendak sejumlah negara Uni Eropa, Presiden Rusia, Dmitry Medvedev menyatakan bahwa Moksow siap menghadapi sanksi yang dijatuhkan oleh Uni Eropa.Ternyata, ancaman-ancaman Rusia telah membuat musuhnya berpikir dua kali untuk mengancam Moskow. Buktinya, Menteri Luar Negeri Georgia setelah mendengar ancaman Rusia, mencabut pernyataan sebelumnya soal pemberlakuan sanksi atas Rusia.

 

Di tengah kondisi seperti ini, negara-negara seperti Polanddia menghendaki Georgia dan Ukraina supaya cepat bergabung dengan Uni Eropa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Namun, Jerman, Perancis, Italia, Spanyol dan Yunani yang semuanya adalah mitra bisnis utama Rusia, cenderung mengambil keputusan secara hati-hati.

 

Tak diragukan lagi, pemberlakuan sanksi atas Rusia, selain berdampak negatif pada ekonomi, juga berpengaruh buruk pada keamanan. Sebagai contoh, volume perdagangan Jerman dan Rusia pada tahun 2007 mencapai 40 miliar Euro. Selain itu, Rusia adalah negara pemasok energi terbesar di Jerman dan negara-negara Eropa lainnya.

 

Dalam beberapa dekade terakhir, negara-negara Eropa menunjukkan sikap yang cenderung menjaga kepentingan ekonomi di banding masalah politik dan hak-hak asasi manusia. Untuk itu, diprediksikan bahwa sidang Brussel hanya menghasilkan dukungan ekonomi dan politik atas Georgia. Dengan ungkapan lain, pemberlakuan sanksi atas Rusia sulit disepakati di sidang Brussel. Jika tetap bersikeras mengambil langkah tersebut, Eropa akan menghadapi reaksi keras dari Rusia. (Alireza Alatas)

 

(Sumber: IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: