Kembalilah ke Tanah Air!


Penarikan Mundur Zionis dari Shaba dan Ghajar
September 2, 2008, 12:21 pm
Filed under: Politik

 

Juru Bicara Perdana Menteri Zionis Israel, Mark Regev, menyatakan bahwa pemberitaan soal penarikan mundur Israel dari kawasan Ghajar, Lebanon selatan, tidaklah benar. Koran Zionis Israel, Haaretz, beberapa hari lalu memberitakan, Tel Aviv menyepakati penarikan mundur Israel dari desa Ghajar.

 

Karena kalah menghadapi perlawanan anti Zionis di Lebanon pada tahun 2000, Zionis Israel terpaksa mundur dari sebagian besar kawasan negara ini. Namun rezim ini tetap mempertahankan posisi pasukannnya di kawasan Shaba dan Ghajar. Berlanjutnya pendudukan atas sejumlah kawasan di Lebanon menunjukan bahwa rezim ini masih belum bisa melepaskan negara ini. Bahkan disebut- disebut pula, ambisi Israel untuk memperluas hegemoninya atas Lebanon dimulai dari kawasan Shaba dan Ghajar.

 

Dalam beberapa bulan terakhir ini, Zionis Israel melakukan berbagai konspirasi terkait kawasan yang didudukinya di Lebanon selatan. Di antaranya adalah pemberitaan Koran Haaretz soal penarikan mundur dari kawasan Ghajar yang disepakati oleh Tel Aviv. Padahal sebelumnya, Zionis Israel menyatakan bahwa jika Tel Aviv menarik mundur pasukannya dari Ghajar dan Shaba, kedua kawasan ini akan dikendalikan secara bersama oleh pasukan UNIFIL dan Zionis Israel. Prakarsa ini dapat dikatakan sebagai upaya Zionis Israel untuk tetap menguasai Ghajar dan Shaba setelah rezim ini terpaksa menarik mundur dari kedua kawasan itu.

 

Pada dasarnya, membangun imej sebagai pendukung perdamaian dan menghapus berlanjutnya perlawanan anti Zionis Israel adalah  tujuan Tel Aviv di balik pemberitaan soal kemungkinan penarikan mundur dari Ghajar dan Shaba. Selain itu, Zionis Israel sengaja menyerahkan Ghajar dan Shaba ke pasukan UNIFIL dengan tujuan supaya pemerintah Lebanon tidak dapat mengambil alih kedua kawasan ini. Dengan ungkapan lain, langkah ini sengaja dilakukan oleh Tel Aviv untuk menghadapi perlawanan bangsa Lebanon yang memaksa Zionis Israel untuk menarik pasukannya dari seluruh kawasan di negeri ini. Lebih dari itu, jika Zionis terpaksa menarik mundur dari Shaba dan Ghajar, Tel Aviv akan berusaha mendapatkan konsensi dari Beirut.

 

Adapun mengenai sikap Zionis Israel yang menepis berita kesepakatan Tel Aviv atas penarikan mundur dari Ghajar dan Shaba, menunjukkan bahwa rezim ini masih berambisi menguasai kawasan-kawasan yang didudukinya di Lebanon selatan.

 

Fenomena yang ada menunjukkan bahwa perlawanan anti Zionis adalah satu-satunya jalan yang dapat memaksa Zionis Israel mundur dari Ghajar dan Shaba. Hal itu dapat dibuktikan dengan kinerja Zionis yang sama sekali tak ingin mundur dari kedua kawasan tersebut melalui perundingan. Untuk itu, perlawanan anti Zionis merupakan langkah yang sudah seharusnya ditempuh untuk menghadapi arogansi Zionis Israel. Jika pasukan Israel terpaksa mundur dari kawasan yang didudukinya, langkah itu terpaksa dilakukan karena rezim ini gagal menghadapi moqawwamah atau perlawanan Hizbullah Lebanon yang berbasis pada rakyat.

 

Melihat kondisi demikian, Panglima baru Militer Lebanon menekankan perlawanan atas Zionis Israel demi mempertahankan wilayah-wilayah yang berhasil diambil alih oleh Hizbullah Lebanon. Berlanjutnya perlawanan anti Israel inilah yang menyebabkan pasukan Zionis Israel terpaksa mundur dari kawasan-kawasan yang didudukinya. Selamat berjuang bangsa Lebanon! (Alireza Alatas)

 

(Sumber: IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: