Kembalilah ke Tanah Air!


Kunjungan Sarkozy ke Damaskus, Taktik Baru Barat
September 3, 2008, 1:03 pm
Filed under: Politik

 

Presiden Perancis, Nicholas Sarkozy, bersama delegasi politik dan ekonominya, tiba di Damaskus, ibukota Suriah. Sarkozy adalah pemimpin negara Barat yang pertama kali berkunjung ke Suriah. Untuk itu, media-media massa Barat menyebut lawatan Sarkozy ke Suriah sebagai kunjungan urgen dan bersejarah.

 

Beberapa tahun terakhir ini, Suriah dimasukkan dalam daftar hitam AS dan mitra-mitranya di Eropa, dengan tudingan membela kelompok-kelompok teroris. Dalam tudingan keterlibatan Damaskus dalam aksi teror terhadap Mantan Perdana Menteri Lebanon, Rafiq Hariri, pada tahun 2005, AS dan Perancis meratifikasi draft resolusi usulan di Dewan Keamanan (DK) PBB yang ditujukan pada Damaskus. Melalui resolusi usulan tersebut, kedua negara ini berupaya melancarkan tekanan politik terhadap Suriah dan mengucilkannya di kancah internasional. Namun upaya radikal itu tidak bertahan lama. Hal itu terbukti dengan sikap negara-negara Eropa beberapa tahun kemudian yang merevisi kebijakannya soal Damaskus.

 

Melalui sikap Barat yang tidak lagi menentang Suriah, kebijakan dan proses perundingan ala AS dihadapkan pada jalan buntu. Bahkan kunjungan Ketua DPR AS, Nanci Pelosi, ke Damaskus pada tahun 2007 dikritik pedas oleh Presiden AS, George W. Bush. Namun uniknya,  Bush kali ini tidak mengkritik langkah yang ditempuh Sarkozy.

 

Kunjungan Sarkozy ke Damaskus, dari satu sisi, dapat diartikan sebagai sebuah kemenangan bagi Suriah, dan dari sisi lain, dapat diniilai sebagai kegagalan kebijakan lama AS dan Eropa yang berupaya mengucilkan Damaskus. Tentunya, fenomena itu dibarengi dengan upaya pemerintah Suriah dalam beberapa tahun terakhir ini yang mengimbangi perkembangan politik di Timur Tengah, khususnya Lebanon dan merevisi sejumlah kebijakan luar negerinnya. Di antara kebijakan luar negeri yang direvisi Suriah adalah menjalin hubungan diplomatik dengan Lebanon dan menggelar perundingan secara tidak langsung dengan Rezim Zionis Israel soal dataran tinggi Golan dengan mediasi Turki. Meski Damaskus bersedia berunding secara tidak langsung dengan Tel Aviv, tapi sulit dibayangkan bahwa rezim ini akan menyerahkan dataran tinggi Golan ke Suriah.

 

Kunjungan Sarkozy ke Damaskus bukan berarti bahwa kebijakan prinsip luar negeri Eropa dan AS berubah dalam membela Rezim Zionis Israel. Akan tetapi Eropa dan AS sengaja mengubah taktik demi mencapai ambisi mereka di kawasan. Barat setelah gagal melakukan pembelaan secara sepihak atas Zionis Israel, menerapkan taktik baru dan menunjukan persahabatan dengan Suriah. Melalui pintu Damaskus, Barat menawarkan sederet insentif kepada Suriah, seperti penyerahan dataran tinggi Golan, dengan mensyaratkan pemutusan hubungan dengan Iran, Palestina dan Hizbullah Lebanon.

 

Namun kinerja Suriah dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan bahwa Damaskus tetap mempertahankan kebijakannya dalam menjalin hubungan dengan Republik Islam Iran dan membela perjuangan Islam di Palestina dan Lebanon. Kami berharap, Suriah tidak terlena oleh bujuk rayu Barat. (Alireza Alatas)

 

(Sumber: IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: