Kembalilah ke Tanah Air!


Konflik Ossetia Selatan Sama Seperti Peristiwa 11 September
September 12, 2008, 11:26 pm
Filed under: Politik

Presiden Rusia, Dmitry Medvedev menyebut sistem berkutub tunggal di dunia yang dibangun oleh AS sebagai kekuatan yang rapuh. Kantor Berita Itartas melaporkan, Medvedev hari Jumat mengatakan, “Konflik Ossetia Selatan akhir-akhir ini menunjukkan ketidakmampuan sistem berkutub tunggal di dunia.” Dikatakannya pula, “Harus diciptakan sebuah sistem keamanan baru. Jika tidak demikian, tidak ada jaminan dan Persiden Georgia, Mikheil Saakashvili, akan mengulangi langkah-langkahnya.”

Lebih lanjut Medvedev mengumpamakan konflik Ossetia Selatan seperti Peristiwa 11 September. Menurutnya, dunia membutuhkan struktur keamanan yang diatur oleh ketetapan-ketetapan dan hukum internasional, bukan negara adidaya.

Dalam kesempatan yang berbeda, Presiden Rusia menyatakan bahwa Moskow siap melakukan hubungan ekonomi dengan negara-negara Asia. Kantor Berita AFP dari Moksow melaporkan, Medvedev hari Jumat mengatakan, “Menyusul friksi antara Barat dan Rusia terkait krisis Georgia, Moskow berniat meningkatkan kerjasama dengan negara-negara Asia

Dilaporkan pula, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Manouchehr Mottaki bertemu dengan sejawatnya asal Rusia, Sergei Lavrov, hari Jumat di Moskow. Pertemuan tersebut dilakukan dalam koridor kesepakatan Presiden Rusia dan Iran di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Shanghai(SCO) mengenai lobi intensif menteri luar negeri kedua negara guna membahas perkembangan terbaru Kaukasus dan hubungan bilateral.

Dalam pertemuan itu, Mottaki menyinggung krisis Kaukasus dan mengatakan, “Kondisi kawasan dan dunia menuntut kita supaya lebih serius mengimplementasikan kerjasama kawasan dari masa lalu.” Ditambahkannya, negara-negara Kaukasus dengan kerjasama keamanan, dapat menggagalkan konspirasi krisis di kawasan ini yang dilakukan oleh sejumlah negara.

Lebih lanjut Mottaki menuturkan, “Selain perundingan di tingkat kawasan, perundingan dengan Eropa secara bersamaan dapat dimasukkan dalam agenda dengan memanfaatkan kapasitas dan perjanjian benua ini guna mewujudkan stabilitas dan ketenteraman di Kaukasus.”

Seraya menyinggung ambisi AS di balik krisis Kaukasus, Mottaki mengatakan, “Pada faktanya, prakarsa penempatan sistem anti rudal AS merupakan penafsiran perang antarbintang di muka bumi untuk mengendalikan Rusia.”

Dalam kesempatan tersebut, Sergei Lavrov mengatakan, Moskow dan Tehran masing-masing menyambut baik lobi intensif soal hubungan bilateral dan regional. Dalam hal ini, kedua pihak telah mencapai perkembangan yang luar biasa. Seraya menganalisa krisis Kaukasus, Lavrov mengkritik langkah irrasional AS yang memprovokasi Georgia. Dikatakannya pula, penempatan sistem anti rudal AS ditujukan untuk menundukkan Rusia. Lebih lanjut Lavrov mengatakan, Rusia melakukan kerjasama dengan Iran dan negara-negara Kaukasus guna merealisasikan stabilitas dan ketenteraman di kawasan. (Alireza Alatas)

(Sumber: IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: