Kembalilah ke Tanah Air!


Menguak Dusta Tujuh Tahun Peristiwa 11 September
September 15, 2008, 10:29 pm
Filed under: Politik

Tak ada sesuatu yang istimewa. Semua seolah sebuah rutinitas tahunan pada Kamis lalu. Jutaan warga Amerika Serikat yang meyakini kebenaran tragedi itu ikut mengibarkan bendera setengah tiang seperti yang dilakukan di kantor-kantor pemerintah.

Mereka juga mengheningkan cipta pada pukul 09.59 dan 10.28 waktu setempat, mendoakan 2.751 korban tewas. Tahun ini tradisi yang digelar saban 11 September itu sudah menginjak tahun ketujuh. Seperti biasa, Presiden George Walker Bush memimpin upacara kenegaraan mengenang peristiwa menyedihkan itu.

Ribuan anggota keluarga korban atau orang-orang yang bersimpati berkumpul di lokasi bekas berdirinya dua gedung yang pernah menjadi ikon Kota New York itu. Mereka juga meletakkan karangan bunga di depan monumen peringatan.

Namun, ada yang menarik di sela-sela peringatan tragedi itu. Mantan profesor fisika dari Brigham Young University, Stevem E. Jones, menerangkan soal teori yang menolak penyebab robohnya menara WTC seperti yang diyakini banyak pihak selama ini. Kampusnya memberhentikan dia dua tahun lalu lantaran teorinya yang kontroversial.

Presentasi sang profesor jauh dari ingar-bingar jutaan orang. Tidak ada air mata atau kalimat yang terlontar dengan nada sesenggukan. Tempatnya di sebuah auditorium kecil yang hanya menampung seratus orang. Sponsornya bukan negara, melainkan Jurusan Fisika Utah Valley University (UVU).

Makalahnya berjudul “11/9/2001: Pertanyaan Terlarang, Jawaban Ledakan”. “Akan saya coba apakah saya bisa menjadikan Anda semua penguak tabir,” kata Jones di depan hadirin yang ragu terhadap penyebab robohnya dua gedung itu. Hanya, kebanyakan menolak menyebutkan nama mereka, yang lainnya cuma tersenyum tanpa menjawab.

“Ia benar-benar menuju sesuatu yang menghebohkan,” ujar Brett Smith, 25 tahun, mahasiswa ilmu perilaku di UVU. Ia melakukan rekam jejak kegiatan Jones meneliti robohnya menara WTC dalam sebuah film dokumenter. Nantinya bakal diikutkan dalam kontes film.

Jones yakin menara WTC roboh bukan lantaran dua kali ditabrak oleh pesawat yang selama ini dikampanyekan sebagai aksi teror oleh jaringan Al-Qaidah. Atas sebab itu pula, Bush memerintahkan penyerbuan ke Afganistan, dilanjutkan ke Pakistan, dan Irak.

Berdasarkan contoh debu yang dikumpulkan dari lokasi kejadian, ia menemukan aluminium, belerang, dan silikon dengan kadar sangat tinggi. “Saya yakin, bahan-bahan peledak ini ditempatkan di bawah fondasi kedua gedung itu,” kata Jones.

Selama ini, ia mengkritik teori tabrakan pesawat. Menurut dia, dibutuhkan berton-ton bahan peledak untuk menumbangkan dua gedung setinggi 526,3 meter itu. “Saya sedang mengupayakan bukti secara ilmiah yang akan mengarah ke penyelidikan kejahatan,” ujarnya.

Jones sadar risiko yang bakal ia hadapi lantaran melawan rezim berkuasa. Karena kegigihannya itu, ia dipecat sebagai pengajar dan terpaksa menjual harta keluarganya untuk menyambung hidup. Tapi ia tidak mau menyerah hingga dapat membuktikan bahwa teorinyalah yang benar dan bukan kampanye Gedung Putih selama ini. New York Times | Salt Lake Tribune | Faisal Assegaf

Mulut Pedas Palin

Sikap Sarah Palin rupanya setali tiga uang dengan bakal bosnya, John McCain, dan calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Barack Hussein Obama. Kandidat wakil presiden dari kubu Republik ini memandang Iran sebagai ancaman.

“Senjata nuklir Iran di bawah kontrol Presiden Mahmud Ahmadinejad sangat membahayakan tiap manusia di muka bumi ini,” katanya dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi ABC dari Australia, Kamis lalu. Karena itu, ia menyerukan agar Amerika membiarkan saja Israel menyerang Negeri Mullah itu untuk membela diri.

Wawancara itu berlangsung di tengah peringatan ketujuh tragedi 11 September 2001. Di acara ini pula, dua calon yang bersaing, Obama dan McCain, bersalaman dan sama-sama mengheningkan cipta di lokasi robohnya dua menara kembar World Trade Center.

Saat berada di Alaska, Palin menyatakan serangan militer Rusia ke Georgia terjadi tanpa ada provokasi. Ia juga sependapat dengan McCain, yang akan mengajak Ukraina dan Georgia, dua negara pecahan Uni Soviet, bergabung ke dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Jika hal itu terjadi, Amerika siap membantu jika Georgia kembali diserang. “Kesepakatannya sebagai anggota NATO, jika ada anggota yang diserang, Anda diharapkan membantu,” ujar Palin.

Ia pun ditanyai soal pernyataannya ketika menghadiri upacara pelepasan satu brigade tentara Amerika yang akan dikirim ke Irak. Putranya berusia 19 tahun, Track, masuk dalam kontingen itu.

Saat berpidato di Majelis Gereja Tuhan, Palin meminta hadirin berdoa untuk para pemimpin nasional yang mengirim serdadu ke Irak sebagai tugas dari Tuhan. Ia tampak gugup saat ditanyai apakah Perang Irak adalah perang suci.

Seraya memperbaiki sikapnya, ia mengutip pernyataan mantan Presiden Amerika Abraham Lincoln. “Jangan kita berdoa Tuhan di pihak kita dalam sebuah perang atau kesempatan apa pun. Mari kita berdoa bahwa kita ada di pihak Tuhan.” Los Angeles Times | Faisal Assegaf

(Sumber: Koran Tempo)

 


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: