Kembalilah ke Tanah Air!


Politik Amerika Latin; Pukulan Berat bagi AS
September 20, 2008, 1:29 pm
Filed under: Politik

Di tengah kian meluasnya sentimen anti-AS di seluruh pelosok Amerika Latin, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Sean McCormack, mengeluarkan pernyataan infaktual dengan mengatakan, “AS mempunyai hubungan baik dengan Amerika Latin selama delapan tahun terakhir ini.” Meski AS dihadapkan kendala dalam menjalin hubungan dengan Bolivia dan Venezuela, McCormack tanpa melihat fakta yang sebenarnya menyatakan bahwa Washington tidak mempunyai kendala dengan negara-negara Amerika Latin. McCormack, sepertinya, lupa akan hubungan buruk AS dengan Ekuador, Urugay, Paraguay dan Nikaragua.

Menurut para pengamat politik, para pejabat Gedung Putih berupaya menunjukkan kondisi yang berbeda dengan fakta sebenarnya, menyusul kegagalan politik luar negeri Washington di Kaukasus, Timur Tengah dan Amerika Latin, khususnya Venezuela dan Bolivia.

Kinerja AS selama delapan tahun terakhir di masa kepresidenan George W. Bush, tidak hanya menimbulkan krisis dan kekacauan di seluruh dunia, tapi juga membuat warga negeri ini dihadapkan pada kondisi ekonomi yang sulit. Yang uniknya, kegagalan AS di Amerika Latin sengaja ditutupi oleh para pejabat AS. Bahkan mereka mengesankan bahwa fenomena di kawasan ini seperti tidak terjadi sesuatu. Pada faktanya, Amerika Latin berada di luar kendali dan hegemoni AS. Ini merupakan fenomena yang tidak dapat diterima oleh AS. Hal itu bisa dilihat dari pernyataan kontradiktif para pejabat Washington mengenai Nikaragua, Paraguay dan Ekuador.

Di Ekuador, kontrak perusahaan minyak AS, Occidental Petroleum, dibatalkan, bahkan perusahaan ini didepak dari negeri ini. Perilaku Ekuador ini dapat dikatakan sebagai pukulan berat bagi AS. Lebih dari itu, Presiden Ekuador, Rafael Correa Delgado, menentang berlanjutnya penempatan pasukan AS di pangkalan Manta. Kebijakan Quito benar-benar mempermalukan Washington.

Di Nikaragua, AS berupaya menjegal Daniel Ortega supaya tidak terpilih sebagai presiden negeri ini. Namun, konspirasi Setan Besar kembali kandas di kawasan Amerika Latin, dan Ortega pun terpilih sebagai Presiden Nikaragua. Sejak terpilihnya Ortega sebagai Presiden negara ini, intervensi AS dalam urusan internal Nikaragua, kian memperkeruh hubungan kedua negara ini. Lebih dari itu, AS juga memberikan sokongan dana kepada kelompok oposisi negara ini.

Di Paraguay, kemenangan Fernando Lugo dalam pemilihan umum negeri ini juga mengkhawatirkan para pejabat AS. Sebab, Lugo berhasil menyingkirkan partai pendukung Washington. Sebelumnya, AS menggunakan Paraguay sebagai bonekanya untuk menekan solidaritas dan kerjasama antarnegara anggota Mercosur.

Rekonstruksi kapal perang keempat oleh AS dan pengirimannya ke perairan Karibia menunjukkan bahwa Washington sangat khawatir akan kondisi kawasan ini. Penempatan kapal perang di kawasan ini mendorong negara-negara Amerika Latin untuk membentuk Dewan Pertahanan Union of South American Nations (UNASUR) dan meningkatkan kekuatan militer dalam rangka menghadapi AS. (Alireza Alatas)

(Sumber:IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: