Kembalilah ke Tanah Air!


Terpilihnya Tzipi Livni; Krisis Baru Israel
September 20, 2008, 1:27 pm
Filed under: Politik

Kondisi politik Zionis Israel pasca pelaksanaan pemilihan internal Partai Kadima, tidak hanya menyebabkan vakumnya stabilitas politik di rezim ini, tapi juga memperkeruh kondisi krisis yang ada. Perkembangan politik baru Israel yang kini memasuki tahap yang paling berbahaya, mencerminkan perang kekuasaan dan friksi politik yang tajak di tubuh rezim ini. Menurut para pengamat politik, Rezim Zionis Israel setelah perang 30 hari, harus menerima dampak-dampak kekalahannya.

Dalam pemilihan internal partai berkuasa rezim ini untuk memperebutkan kursi Perdana Menteri Israel, Menteri Luar Negeri Tzipi Livni menang tipis atas rivalnya Menteri Transportasi Israel, Shaul Mofaz. Kemenangan Tzipi Livni yang hanya menang tipis atas rivalnya dalam pemilihan internal rezim ini, mencerminkan dua kubu yang bersaing serius di dalam tubuh partai berkuasa. Kondisi ini kian diperkeruh dengan pernyataan pengunduran diri sementara Shaul Mofaz dari dunia politik. Ia juga menyatakan akan mengundurkan diri dari kabinet Israel dan parlemen Knesset, dalam waktu dekat ini.

Yang lebih tragis lagi, pemilihan internal hanya diikuti 50 persen dari seluruh anggota Partai Kadima. Dengan demikian, partai berkuasa ini terpecah, bahkan berada dalam kondisi kehancuran. Pada tahun 2005, Partai Kadima dideklarasi menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Zionis Israel saat itu, Ariel Sharon, dari Partai Likud serta bergabungnya sejumlah partai dan pejabat tinggi dengan partai ini. Partai Kadima itu didirikan dengan tujuan menyelamatkan Zionis Israel dari kehancuran rezim ini. Namun pada faktanya, partai yang digagas oleh Ariel Sharon ini juga mempunyai nasib yang sama seperti partai-partai sebelumnya. Partai baru Kadima yang digembor-gemborkan sebagai penyelamat Israel, tidak hanya gagal mencegah keterpurukan rezim, tapi juga membuat Zionis semakin terpuruk.

Kini, Tzipi Livni terpilih sebagai Ketua Partai Kadima. Ia juga sudah memulai lobi-lobi tidak resmi untuk membentuk kabinet baru. Menurut rencana, Livni beberapa hari lagi akan dinobatkan secara resmi sebagai Perdana Menteri Zionis Israel setelah Ehud Olmert mengundurkan diri secara resmi dari jabatannya. Pada saat yang sama, Livni dihadapkan sederet kendala untuk membentuk kabinet baru, mengingat adanya friksi tajam di dalam tubuh Partai Kadima. Setelah Olmert mengundurkan diri, Livni mempunyai waktu 42 hari untuk membentuk kabinetnya. Jika kabinet belum terbentuk dalam waktu yang sudah ditentukan, seorang pejabat Partai Kadima yang ditunjuk oleh ketua partai ini, mengemban tugas untuk membentuk kabinet rezim ini atau pemilihan dini parlemen harus digelar.

Kondisi politik Zionis Israel saat ini menunjukkan berlanjutnya krisis politik rezim ini, yang di antaranya adalah friksi internal dan ketidakjelasan politik. Dalam beberapa hari mendatang, kancah politik Zionis Israel berubah menjadi ajang perang kekuasaan, perselisihan , intimidasi politik dan ekonomi antarpartai. Fenomena yang ada menunjukkan bahwa rezim ini dihadapkan pada kendala politik yang luar biasa. Kondisi krisis Zionis Israel sama sekali tidak dapat diatasi dengan perubahan formasi di dalam tubuh Rezim Zionis Israel. (Alireza Alatas)

(Sumber: IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: