Kembalilah ke Tanah Air!


Kegagalan Baru Diplomasi AS Soal Nuklir Iran
September 21, 2008, 12:58 pm
Filed under: Politik

Sumber-sumber pemberitaaan kembali melaporkan kegagalan politik AS yang berupaya memberlakukan sanksi atas Republik Islam Iran. Dalam berbagai pemberitaan yang dilaporkan Sabtu malam, para pakar Departemen Luar Negeri AS, Inggris, Perancis, Cina, Rusia dan Jerman, hari Jumat, berkumpul di Washington untuk memutuskan sanksi baru atas Iran di Dewan Keamanan (DK) PBB. Namun sidang kelompok 5+1 kembali gagal mengambil kesepakatan bersama. Seperti sidang-sidang sebelumnya, upaya memberlakukan sanksi baru atas Iran kembali dihadang oleh Rusia dan Cina.

Beberapa jam setelah berakhirnya sidang kelompok 5+1, Dapartemen Luar Negeri Rusia secara transparan dan tegas menyatakan menentang segala langkah DK PBB yang berlebihan. Meski sejumlah pengamat politik menganalisa bahwa kegagalan upaya Washington untuk menyudutkan Tehran kali ini disebabkan friksi antara AS dan Rusia terkait Georgia. Namun tak diragukan lagi, negeri Paman Sam sebelum munculnya krisis Kaukasus, selalu gagal mendiskreditkan negeri Mullah ini. Menurut rencana, para menteri luar negeri kelompok 5+1 akan menggelar kembali sidang soal Iran di sela-sela Majelis Umum PBB.

Para pejabat AS sangat khawatir akan perkembangan agenda nuklir sipil Iran yang semakin pesat. Kini, mereka berupaya melakukan langkah-langkah baru untuk menghalangi perkembangan Iran dalam segala aspek, termasuk program nuklir negeri ini. Bahkan, Washington menunjukkan sikap ketidaksukaanya atas laporan Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang isinya menyatakan status sipil nuklir Iran untuk kesekian kalinya.

Pada faktanya, klaim-klaim miring soal nuklir Tehran dikemukakan sejumlah negara Barat, khususnya AS, karena permusuhan mereka dengan Republik Islam Iran. Menurut para pengamat politik, kegagalan diplomasi Washington dalam menekan Tehran, menjelang kunjungan Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad ke New York, bisa dikatakan sebagai pukulan berat bagi Gedung Putih. Untuk itu, AS terus meningkatkan langkah-langkah politiknya guna menghalangi pengaruh lobi-lobi aktif Iran di kancah internasional. Akan tetapi seperti yang ditegaskan oleh Ahmadinejad, masa pemasungan hak-hak negara telah berlalu.

Beberapa waktu lalu, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Perancis, Ali Ahani, menyatakan, Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Javier Solana, belum sepakat dengan Kelompok 5+1 soal jawaban terkait keberatan Iran atas paket insentif kelompok ini. Ditegaskannya, Tehran masih menunggu jawaban tersebut. Ia juga menepis klaim sejumlah negara Barat yang menuding Iran tidak bekerjasama dengan IAEA. Lembaga internasional ini selain meninjau instalasi nuklir Iran secara rutin, juga melakukan inspeksi mendadak yang dilakukan sebanyak 17 kali . Semua ini menunjukkan kerjasama yang baik antara Tehran dan IAEA. (Alireza Alatas)

(Sumber:IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: