Kembalilah ke Tanah Air!


Kolombia di Persimpangan Jalan
September 21, 2008, 1:07 pm
Filed under: Politik

Presiden AS, George W. Bush, menemui sejawatnya asal Kolombia, Álvaro Uribe Vélez, di Gedung Putih. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membicarakan perkembangan kerjasama bilateral, termasuk prakarsa perdagangan bebas Benua Amerika dan perlawanan atas Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC). Di depan Alvaro Uribe Velez, Bush mengkritik Presiden Venezuela, Hugo Chavez dan Presiden Bolivia, Evo Morales, yang menentang prakarsa perdagangan bebas di Benua Amerika.

Bush juga mengimbau Kongres AS supaya secepatnya menyetujui nota kesepakatan perdagangan bebas dengan Kolombia. Pada tahun 2006, nota kesepakatan kedua pemimpin negara tersebut ditandatangani, tapi hingga kini belum disepakati Kongres AS menyusul penentangan kubu Demokrat atas kesepakatan tersebut.

Menurut para pengamat politik, basis buruh kelompok Demokrat dan lapangan kerja yang hilang merupakan alasan utama penentangan partai ini atas nota kesepakatan perdagangan bebas AS dengan Amerika Latin. Jika prakarsa perdagangan bebas AS dengan Kolombia dan Peru disepakati di Kongres, sejumlah perusahaan AS akan memindahkan pabrik mereka ke Kolombia mengingat upah tenaga kerja di negeri ini yang relatif murah. Tentunya, kebijakan untuk menyetujui prakarsa tersebut akan menyebabkan hilangnya lapangan kerja dalam jumlah besar dan melonjaknya tingkat pengangguran di negeri Paman Sam.

Selain itu, Partai Demokrat menyampaikan alasan lain penentangannya atas prakarsa perdagangan bebas dengan AS. Kelompok ini menyebutkan bahwa Kolombia tidak mempunyai kemampuan yang cukup untuk membela organisasi-organisasi buruhnya. Untuk itu, ada kemungkinan bahwa kondisi labil di Kolombia dapat membahayakan investasi AS di negeri ini. Alasan lain yang disebutkan oleh Partai Demokrat adalah problema lingkungan hidup. Menurut para anggota Partai Demokrat di Kongres AS, standar lingkungan hidup di negara-negara Amerika Latin sangatlah rendah. Dengan demikian, para investor sebenarnya dapat memproduksi dan mengekspor produksi mereka ke pasar-pasar dunia, dengan harga produksi yang rendah. Pada faktnya, kesepakatan perdagangan bebas kedua negara itu lebih menguntungkan para investor AS. Di samping dapat memeras tenaga kerja Kolombia, mereka juga dapat mengeksplorasi sumber-sumber alam negeri ini yang kaya dan indah.

Pada dasarnya, Partai Demokrat tidak menyetujui kesepakatan perdagangan bebas dengan Amerika Latin dengan alasan hilangnya peluang kerja dalam skala besar dan melonjaknya tingkat penganggguran di AS. Namun dari sisi lain, Kolombia adalah mitra dekat AS. Jika kesepakatan perdagangan bebas dengan Kolombia tidak disetujui oleh Kongres AS, negeri ini terdorong untuk bergabung dengan organisasi perdagangan regional Mercosur dan Organisasi Perdagangan Bebas Bolivarian (ALBA).

Di sisi lain, langkah Kolombia yang berupaya mendekati AS, membuat geram negara-negara independen di kawasan seperti Venezuela dan Bolivia. Rakyat Kolombia sendiri menghendaki pemerintahannya supaya bergabung dengan prakarsa kawasan, bahkan menyebut nota kesepakatan perdagangan bebas dengan AS sebagai langkah yang tidak menguntungkan industri dalam negeri Kolombia. (Alireza Alatas)

(Sumber:IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: