Kembalilah ke Tanah Air!


Pernyataan Keras Organisasi Yahudi atas Deplu AS
September 22, 2008, 12:14 pm
Filed under: Politik

Organisasi Yahudi Iran yang bermarkas di Tehran dalam statemennya menolak pernyataan Kementerian Luar Negeri AS mengenai pembatasan aktivitas ritual atas kelompok minoritas di Iran. Dalam statemen tersebut disebutkan, “Kami sebagai umat Yahudi Iran mengecam pernyataan Kementerian Luar Negeri AS terkait agama minoritas di Iran dan menyatakan bahwa umat Yahudi di Iran dapat melaksanakan acara ritual mereka dengan leluasa. Bahkan, kami sama sekali tidak merasakan adanya pembatasan aktivitas agama di negeri ini.”

Kementerian Luar Negeri AS dalam laporan tahunannya mengklaim bahwa Republik Islam Iran tidak menunjukkan sikap lembut atas kebebasan beragama di negeri ini. Disebutkan pula, meski undang-undang dasar Iran mengakui Yahudi sebagai agama yang resmi. Namun negeri ini bersikap diskriminasi terhadap para penganut agama Yahudi. Laporan itu juga menyebutkan, eskalasi kebijakan anti Israel oleh pemerintah Iran menyebabkan kelompok Yahudi di Iran kian tertekan.Tentunya, laporan Deplu AS tidak dapat diterima oleh para penganut agama Yahudi di Iran, karena pada faktanya, mereka dapat melakukan aktivitas agama dengan leluasa dan bebas.

Satu tahun lalu, Organisasi Yahudi Iran juga mengirimkan surat protes kepada Voice of America (VOA) berbahasa Persia, yang memberitakan berita bohong mengenai kondisi umat Yahudi di Iran. Dalam bagian surat itu disebutkan bahwa seluruh kelompok minoritas agama sejak sebelum revolusi Islam Iran hingga kini, mempunyai komplek-komplek olahraga dan budaya tersendiri. Melalui komplek-komplek tersebut, para penganut agama minoritas dapat melakukan aktivitas sesuai dengan kayakinan mereka Lebih dari itu, mereka juga tidak dilarang melakukan aktivitas di komplek olahraga dan budaya umum. Untuk itu, apa yang disampaikan VOA mengenai kondisi kelompok-kelompok minoritas di Iran sama sekali tidak berdasar. Pada dasarnya, laporan VOA itu justru melecahkan kelompok-kelompok minoritas di Iran dan mengingkari hubungan persaudaraan yang terjalin antara para penganut agama minoritas dan rakyat Iran lainnya.

Wakil Komunitas Yahudi di Parlemen Iran, Morris Mutamad juga menolak klaim tersebut dan mengatakan, “Selama delapan tahun menjabat sebagai wakil komunitas Yahudi di parlemen, ia tak pernah menyaksikan perubahan soal pembatasan aktivitas beragama atas kelompok-kelompok minoritas.” Belum lama ini, Morris Mutamad dalam konferensi yang berjudul, “Islam dan Yahudi; Prospek Kerjasama dan Dialog”, menyebut Yahudi sebagai agama terkuno di Iran. Dalam konferensi yang digelar di Moskow itu, Morris Mutamad di hadapan wartawan mengatakan, “Dialog dan kehidupan bersama antarkelompok beragama di Iran berlangsung secara cemerlang dan damai sejak 2700 tahun yang lalu.” Seraya menegaskan kebebasan beraktivitas bagi 25 ribu warga Yahudi di Iran, Morris Mutamad berulangkali menyatakan bahwa para penganut agama Yahudi seperti kelompok-kelompok minoritas lainnya, dapat melaksanakan acara ritual dan hari raya mereka secara leluasa dan bebas.

Dalam statemen Organisasi Yahudi Iran di Tehran ditegaskan bahwa negara-negara arogan dunia ini selain tidak memahami realitas kerukunan antarpenganut beragama, juga berupaya menggunakan propaganda miring untuk mengacaukan persatuan dan solidaritas bangsa Iran.. Semua ini membuktikan bahwa para musuh tidak mengenal kondisi budaya dan sosial bangsa Iran yang sebenarnya. (Alireza Alatas)

(Sumber: IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: