Kembalilah ke Tanah Air!


Sidang Majelis Umum PBB vs DK PBB
September 22, 2008, 12:11 pm
Filed under: Politik

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dalam wawancaranya dengan wartawan IRIB, hari Senin di New York menyebut kemiskinan yang kian meningkat, konflik, dan ketidakadilan di dunia sebagai sederet problema dunia saat ini. Dikatakannya, pemimpin negara-negara di dunia sudah seharusnya berupaya menyelesaikan problema-problema tersebut secara teliti dan detail. Ahmadinejad menambahkan, Republik Islam Iran mempunyai pandangan yang urgen dalam menyelesaikan problema dunia. Ia juga berharap penyampaian pandangan tersebut di Sidang Majelis Umum PBB ke 63 dapat menjadi sebuah langkah maju untuk menyelesaikan problema dunia saat ini.

 

Dalam kunjungan selama enam hari ke New York, Ahmadinejad selain dijadwalkan berpidato di Sidang Majelis Umum PBB, juga akan melakukan berbagai pertemuan. Sidang Majelis Umum tahun ini mempunyai tantangan tersendiri. Di samping puluhan topik global, berbagai masalah lainnya seperti merevisi Dewan Keamanan (DK) PBB, menghidupkan posisi PBB sebagai lembaga dunia dan menanggulangi AIDS, menjadi prioritas dalam Sidang Majelis Umum PBB.

 

Meski demikian, masalah kemiskinan tetap menjadi topik utama di sidang ini. Pada tahun 2000, para pemimpin dunia berjanji akan mengurangi separoh angka kemiskinan di dunia hingga tahun 2015. Namun delapan tahun telah berlalu, indikasi tercapainya target tersebut masih jauh dari harapan yang ada. Pada saat yang sama, dunia terus diliputi dengan ketidakadilan dan penindasaan di berbagai negara. Sebagai contoh, Palestina ditindas oleh Rezim Zionis Israel lebih dari setengah abad. Namun kebungkaman lembaga-lembaga internasional membuat rezim ini kian congkak dan lupa diri.

 

Ketua Baru Sidang Umum Majelis Umum PBB, Miguel d’Escoto Brockmann dalam pidatonya, mengkritik arogansi negara-negara adidaya dan mengatakan, “Sikap keras kepala negara-negara itu membuat PBB pincang.” Brockmann yang berasal dari Nikaragua menyinggung kemiskinan di dunia dan menyatakan bahwa perang dan arogansi negara-negara adidaya membuat dunia berada dalam kondisi yang sangat menyedihkan. Ia juga mengkritik otoritas veto di Dewan Keamanan (DK) PBB dan lebih menekankan keputusan-keputusan Sidang Majelis Umum PBB.

 

Pada bulan Juli lalu, Brockman ketika dipilih sebagai Ketua Sidang Majelis Umum PBB menyatakan bahwa menjadikan PBB lebih demokratis adalah di antara prioritasnya. Ia juga memfokuskan tentang pentingnya penambahan anggota Dewan Keamanan PBB yang kini beranggotakan 15 negara. Selain itu, ia mengaku kesal dengan struktur PBB saat ini yang memberikan peluang kepada negara-negara besar untuk mendominasi keputusan. Untuk itu, ia mengusulkan “demokratisasi” sebagai sebuah solusi.

 

Melihat fenomena yang ada, muncul sebuah pertanyaan; Apakah Majelis Umum PBB yang sudah digelar ke-63 dapat memperbaiki peran lembaga internasional yang saat ini semakin terkucil dan dilupakan karena tekanan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB?!! (Alireza Alatas)

(Sumber: IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: