Kembalilah ke Tanah Air!


Jual Beli Senjata Zionis dan Azerbaijan; Krisis Baru Kaukasus
September 27, 2008, 11:02 am
Filed under: Politik

Koran Zionis Israel Haaretz mengabarkan kontrak jual-beli senjata antara Rezim Zionis Israel dan Azerbaijan, yang bernilai ratusan juta dolar AS. Kontrak tersebut mencakup pembelian roket-roket Katyusha dari perusahaan Soltam dan pembelian sejumlah alat artileri, rudal, sistem telekomunikasi produk sebuah perusahaan Israel, Getadiran. Yang menariknnya, berita itu dipublikasikan saat ummat Islam di Azerbaijan menggelar unjuk rasa anti Zionis Israel pada Hari Quds Sedunia. Menurut para pengamat politik Zionis Israel, rezim ini mempunyai sederet target di balik kerjasama politik, ekonomi dan militer dengan negara-negara Kaukasus.

 

Kunjungan Menteri Infrastruktur Zionis Israel, Benyamin Ben Eliezer, ke Baku belum berlangsung lama. Di saat pejabat tingggi Israel ini melawat Azerbaijan dan Turki, seluruh media massa di kawasan menyebut jaminan pasokan minyak yang diperlukan Israel melalui jalur pipa Baku, Tbilisi dan Jihan (BTC) sebagai topik pembicaraan antara Ben Eliezer dan para pejabat Baku. Selain membahas proyek jalur pipa minyak Baku, Tbilisi dan Jihan, Ben Eliezer dalam kunjungannya ke Baku juga membicarakan topik lain yang lebih penting, yakni jalur pipa minyak yang menghubungkan langsung ke pelabuhan-pelabuhan Israel, termasuk pelabuhan Haifa.

 

Dengan laporan Koran Haaretz soal kontrak jual-beli senjata antara Zionis Israel dan Azerbaijan, terungkaplah tujuan lain dari kunjungan Ben Eliezer ke Baku. Ben Eliezer dalam kunjungannya ke Azerbaijan selain menjalin kerjasama ekonomi dan energi, juga melakukan transaksi jual-beli senjata dalam skala luas dengan negara ini. Kontrak jual-beli senjata antara Zionis dan Azerbaijan yang bernilai ratusan juta dolar AS, merupakan bentuk infiltrasi lain rezim ini di kawasan Kaukasus yang dinilai oleh Rusia sebagai wilayah strategis.

 

Saat ini, Republik Azerbaijan tengah dililit dengan konflik Qarabagh. Politik negeri ini juga cenderung berhubungan dengan Barat dari pada Rusia. Adapun dari sisi ekonomi, Azerbaijan lebih bergantung pada pendapatan minyak yang berjumlah besar.

 

Kondisi politik dan ekonomi Azerbaijan ini dapat dikatakan sebagai sarana yang menunjang untuk memperkuat hubungan militer antara Baku dan Tel Aviv. Akan tetapi dari sisi lain, infiltrasi Zionis di badan eksekutif sangat berpengaruh pada bentuk kerjasama kedua pihak di bidang ekonomi dan militer. Dengan pendapatan minyak yang melimpah, Azerbaijan lebih memperkokoh sistem pertahanannya dari pada memperkuat sistem infrastruktur ekonomi dalam negeri. Tak diragukan lagi, kondisi semacam ini akan mempengaruhi rakyat negeri ini dan mengingatkan politik imprealis tiga dekade lalu yang diterapkan oleh negara penjual senjata atas negara-negara ketiga. Penjualan sumber-sumber energi dengan pembelian senjata, malah memperkeruh konflik di kawasan dan meningkatkan kemiskinan di seluruh pelosok negeri.

 

Di penghujung analisa ini, muncul sebuah pertanyaan; Mengapa masalah kontrak jual-beli senjata dikemukakan bersamaan dengan demonstrasi anti Zionis yang digelar oleh rakyat Azerbaijan pada Hari Al-Quds Sedunia? Tuntunya, fenomena ini kembali pada politik busuk Zionis Israel di negeri ini. Sepertinya, para pejabat Tel Aviv, menjelang pemilu Azerbaijan, berniat melakukan campur tangan secara tidak langsung di pesta rakyat negeri ini, sehingga kepentingan rezim ini tetap terjaga di kawasan Kaukasus. (Alireza Alatas)

 

(Sumber:IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: