Kembalilah ke Tanah Air!


Dukungan OKI atas Suriah, Keterkucilan AS dan Zionis
September 28, 2008, 12:44 pm
Filed under: Politik

Para menteri luar negeri anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) dalam statemennya mengecam sikap Rezim Zionis Israel yang tidak melepaskan dataran tinggi Golan, Suriah dan mengabaikan resolusi-resolusi PBB. Dalam pernyataan itu ditegaskan bahwa Israel harus menarik mundur dari kawasan dataran tinggi Golan. Selain itu, para menlu anggota OKI mengecam pemberlakuan sanksi oleh AS atas Suriah dan menilainya sebagai langkah yang bertentangan dengan ketetapan internasional.

Pada tahun 1967, Rezim Zionis Israel menduduki kawasan Golan dalam rangka memperluas kekuasaan ilegalnya. Bersamaan dengan aksi pendudukan itu, Zionis juga berniat mengubah demografi kawasan dan membangun permukiman Israel di dataran tinggi Golan.

Lebih dari itu, Rezim Zionis Israel mengabaikan resolusi PBB dan menentang keinginan internasional untuk mengakhiri pendudukan di Golan. Berlanjutnya pendudukan Zionis Israel di dataran tinggi Golan dan pengokohan posisinya di kawasan itu kembali menunjukkan karakter penjajah rezim ini. Di kawasan, Zionis Israel berupaya memanfaatkan berbagai kesempatan untuk memperluas politik hegemoninya atas negara-negara Arab, termasuk Suriah.

Politik hegemoni Zionis Israel d Suriah kembali dihadapkan pada jalan buntu. Hal itu bisa dilihat dari mandegnya proses perundingan perdamaian Israel-Suriah pada tahun 2000. Perundingan secara tidak langsung antara Tel Aviv dan Damaskus juga kembali mengalami nasib yang sama, dua pekan lalu. Ini membuktikan bahwa Israel tidak berniat menarik mundur pasukannya dari datarang tinggi Golan. Israel dalam perundingannya dengan Suriah hanya mementingkan diri sendiri dan menuntut legalitas pendudukannya di Golan. Tentu saja, upaya Tel Aviv itu ditolak mentah-mentah oleh Damaskus. Para pejabat Suriah berulangkali menekankan tidak akan puas menerima segala keputusan sebelum Zionis menarik mundur dari Golan. Bahkan mereka menegaskan tidak akan berunding dengan Tel Aviv bila rezim ini bersikeras dengan sikap arogannya.

Yang jelas, dukungan negara-negara Islam atas Suriah dan tekanan mereka atas Zionis Israel untuk mengakhiri pendudukan di kawasan negeri ini, mencerminkan sikap protes khalayak dunia atas politik eskpansi Zionis Israel. Pada saat yang sama, Israel didukung penuh oleh Setan Besar atau AS. Bahkan Washington terus berupaya mengokohkan posisi Israel di tanah Palestina pendudukan dan sekitarnya, dengan cara mengintimidasi bangsa-bangsa di kawasan. Pemberlakuan sanksi oleh AS atas Suriah juga masih berada dalam koridor pemaksaan kehendak dan intimidasi atas negara ini supaya menerima segala kehendak Washington. Tentu saja, arogansi AS dan Rezim Zionis Israel semakin ditentang keras oleh negara-negara Islam.

Hari Sabtu, ledakan bom berkekuatan tinggi mengguncang Damaskus, ibukota Suriah. Ledakan bom itu terjadi di wilayah Qazaz. Ledakan itu menewaskan 17 warga dan mencederai 14 orang lainnya. Berdasarkan analisa, Rezim Zionis Israel adalah pihak yang diuntungkan atas ledakan tersebut. Untuk itu, rezim itu sangat mungkin terlibat dalam ledakan bom tersebut. (Alireza Alatas)

(Sumber:IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: