Kembalilah ke Tanah Air!


Referendum UUD, Fenomena Revolusioner di Ekuador
September 29, 2008, 1:05 pm
Filed under: Politik

Berdasarkan hasil pertama referendum di Ekuador, sekitar 69 persen warga negara ini mendukung undang-undang dasar baru negara ini. Presiden Ekuador, Rafael Correa, menyebut tanggal 28 September sebagai hari bersejarah di negeri ini dan mengapresiasi rakyatnya yang mendukung undang-undang dasar baru dalam referendum yang digelar di negeri ini. Ditegaskannya, “Dukungan rakyat Ekuador atas undang-undang baru sama halnya dengan penentangan atas sistem pemerintahan lama.” Correa juga berharap, kelompok oposisi dapat menerima hasil referendum demi kemajuan dan pembangunan negeri ini.

Selama ini, kelompok oposisi menuding Correa sebagai pihak yang ingin memperlebar wewenang dan otoritasnya di Ekuador melalui referendum undang-undang dasar baru. Sementara itu, para pejabat pemerintah Ekuador menyatakan bahwa mereka berniat menata ulang ekonomi negara ini dan lebih mengalokasikan bujet negara ke pembenahan dan pembangunan infrastruktur, seperti kesehatan dan pendidikan di kawasan-kawasan miskin. Menurut undang-undang dasar itu pula, pemerintah mempunyai kekuatan lebih atas kongres dan militer. Sebab, dua intansi tersebut, berdasarkan pengalaman sepuluh tahun terakhir, berpengaruh dalam lengsernya tiga presiden Ekuador.

Melalui undang-undang dasar baru yang didukung mayoritas rakyat Ekuador, Correa dapat menerapkan rancangannya di bidang ekonomi, politik dan sosial. Apalagi pemerintah saat ini lebih menfokuskan penyelesaian problema ekonomi negara ini.

Meski mempunyai cadangan minyak yang cukup besar, Ekuador yang berjumlah 14 juta penduduk, termasuk salah satu negeri miskin di Amerika Latin. Sejak terpilihnya Correa sebagai Presiden Ekuador, sederet revisi mendasar ditempuh untuk membenahi aspek-aspek ekonomi negeri ini, termasuk di bidang industri perminyakan dan pertambangan. Sementara itu, kelompok oposisi menilai revisi-revisi pemerintah Ekuador saat ini sebagai langkah yang bertentangan dengan undang-undang dasar. Untuk itu, salah satu janji Correa dalam kampanyenya adalah membentuk Dewan Pengkajian Ulang UUD. Setelah terpilih sebagai Presiden Ekuador, Correa mengajukan draft Dewan Pengkajian Ulang UUD ke Kongres. Namun draft itu ditolak oleh Kongres Ekuador saat itu.

Perjuangan Correa terus berlanjut. Ia kembali mengajukan draft tersebut setelah pelaksanaan pemilu parlemen yang dimenangkan oleh para pendukungnya. Kali ini, perjuangan Correa memberikan hasil. Draft Dewan Pengkajian Ulang UUD disepakati Kongres, dan tiga bulan berikutnya, undang-undang dasar negara ini direvisi. Pada bulan Juli lalu, undang-undang dasar baru Ekuador berhasil diratifikasi dan siap diserahkan ke masyarakat untuk disepakati melalui referendum. Draft itupun akhirnya didukung mayoritas rakyat negara ini pada referendum, tanggal 28 September. Sangatlah wajar bila Presiden Ekuador menyebut tanggal tersebut sebagai hari bersejarah. Sementara itu, kelompok oposisi hanya menggigit jari dan mengakui kemenangan Correa. Dengan demikian, revisi undang-undang dasar yang melarang privatisasi ini sangat merugikan kepentingan kelompok oposisi. Inilah fenomena revolusioner lain di Amerika Latin. (Alireza Alatas)

(Sumber:IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: