Kembalilah ke Tanah Air!


Lithuania di Ujung Tanduk
September 30, 2008, 10:04 am
Filed under: Politik

Presiden Lithuania, Valdas Adamkus dan Presiden AS, George W. Bush, bertemu di Washington guna membahas pengokohan hubungan bilateral. Masalah keamanan Eropa pasca konflik antara Rusia dan Georgia juga menjadi topik utama dalam pertemuan tersebut.

Bush kepada sejawatnya dari Lithuania mengatakan, seluruh negara tetangga Rusia berhak hidup tanpa intimidasi dan tekanan. Pernyataan Bush itu dapat dinilai sebagai sikap yang bertujuan memojokkan Moskow dan menekankan dukungan AS atas negara-negara tetangga Rusia, termasuk Lithuania, menyusul terjadinya konflik di Kaukasus.

Dalam menyikapi konflik antara Rusia dan Georgia, Lithuania mempunyai kebijakan berpihak pada Georgia. Pada tahun 2004, Lithuania bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Uni Eropa. Negara ini juga mendukung bergabungnya Georgia dengan organisasi-organisasi Eropa. Untuk itu, Lithuania yang berpihak pada Georgia sangat mengkhawatirkan reaksi Rusia. Selain itu, negara bekas Uni Soviet ini mempunyai pengalaman buruk dengan pembantaian yang dilakukan Tentara Merah. Semenjak merdeka dari Uni Soviet tahun 1991, Lithuania berulangkali ditekan Rusia melalui blokade ekonomi dan boikot energi. Kondisi inilah yang membuat Lithuania khawatir akan kekuasaan kembali Rusia.

Setelah Lithuania bergabung dengan NATO, hubungan Moskow dan Vilnius kian menegang. Lithuania sama seperti negara Latvia dan Estonia, yang masing-masing adalah mitra AS di kawasan Baltik.

AS sengaja memanfaatkan Latvia dan Estonia yang termasuk dua negara lemah secara ekonomi dan keamanan di Baltik, guna memperluas dan memperkokoh infiltrasinya di kawasan ini. Setelah krisis Kaukasus, AS berambisi menempatkan sistem anti rudalnya di Lithuania. Namun upaya itu ditentang keras oleh Rusia. Karena penentangan Moskow itu, Vilnius pun terpaksa menolak tawaran kontroversial AS tersebut.

Ketidakseriusan AS dalam membela Georgia juga menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah negara kecil seperti Lithuania. Ada kemungkinan bahwa negara-negara kecil itu hanya menjadai alat dan korban untuk kepentingan masing-masing. Inilah yang dikhawatirkan negara-negara kecil di Baltik. Untuk itu, Lithuania pun tidak mau mengambil resiko untuk berpihak sepenuhnya ke AS. Sangatlah wajar, bila Lithuania berpikir dua kali untuk menerima tawaran penempatan sistem anti rudal AS, menyusul ancaman serius dari Rusia.

Di tengah kondisi seperti ini, Lithuania juga tidak mau melepaskan AS. Untuk itu, Adamkus berkunjung ke AS guna melakukan lobi-lobi dengan para pejabat Gedung Putih dan para kandidat presiden mendatang AS. Melalui lobi-lobi tersebut, Presiden Lithuania menginginkan jaminan politik, ekonomi dan keamanan dari Washington. Dengan demikian, kondisi Lithuania berada di ujung tanduk di tengah tarik ulur politik Washington dan Moskow. (Alireza Alatas)

(Sumber: IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: