Kembalilah ke Tanah Air!


Palin: Obama, Pendukung Teroris
Oktober 5, 2008, 11:00 am
Filed under: Politik

Pemilihan presiden AS tinggal 30 hari lagi. Pernyataan-pernyataan keras Partai Republik atas kandidat presiden dari Partai Demokrat, Barack Obama, makin memanas. Gebernur Alaska, Sarah Palin, yang juga calon wakil presiden dari Partai Republik, menyebut Obama sebagai pihak yang bekerjasama dengan kelompok teroris. Saraya menyinggung hubungan Obama dengan Bill Ayers, Palin mengatakan, “Kini tiba saatnya melancarkan serangan bertubi-tubi terhadap Obama.” Pada dekade 1960-an, Bill Ayers adalah salah satu anggota kelompok radikal anti perang Vietnam. Ia juga terlibat langsung dalam peletakan bom di AS.

Tudingan terhadap Obama itu dilancarkan oleh Palin di saat kandidat presiden AS, McCain, selalu tertinggal satu hingga tujuh persen dari rivalnya asal Partai Demokrat dalam berbagai polling yang digelar selama ini. Keunggulan Obama di negara-negara bagian seperti Ohio, Virginia dan Florida, kian mengkhawatirkan tim sukses Partai Republik.

Para pengamat pemilihan presiden AS berpendapat, jika kondisi seperti ini terus bertahan hingga 30 hari lagi, Barack Obama dapat dipastikan sebagai presiden kulit hitam pertama kali di AS. Kondisi inilah yang menyebabkan tim sukses Partai Republik meningkatkan serangan verbalnya atas Senator Obama. Melalui isu tersebut, Partai Republik berharap dapat unggul dari Partai Demokrat dalam berbagai polling yang kian marak digelar menjelang pemilihan presiden AS.

Palin dalam acara debat dengan calon wakil presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, yang ditayangkan televisi setempat, secara terang-terangan menyatakan bahwa Obama berbahaya bagi AS. Tidak lama setelah acara debat tersebut, Palin menyebut Obama sebagai pendukung terorisme.

Melalui isu keamanan dan terorisme, Partai Republik ingin menakut-nakuti warga AS. Padahal pasca Peristiwa 11 September, strategi semacam ini terus dikritisi oleh kalangan pejabat Partai Republik sendiri. Memang, Partai Republik menang di pemilihan sela Kongres tahun 2002 dan pemilihan presiden tahun 2004, karena propaganda anti teroris yang digemborkan tim sukses partai ini. Namun propaganda tersebut dinilai sudah tidak efektif menyusul serangkaian kekeliruan mendasar Partai Republik dan Gedung Putih dalam melawan terorisme dan kegagalan kinerja mereka di Irak. Bahkan opini umum di negeri ini dan dunia, mempertanyakan program anti terorisme yang diterapkan pemerintah Partai Republik.

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa dana besar minimal 800 milyar dolar AS dan tewasnya ribuan tentara AS di Irak dan Afghanistan, masih belum membuat warga negeri Paman Sam merasa tenteram. Mereka setiap saat terancam dengan kemungkinan terulangnya Peristiwa 11 September. Hal inilah yang membuat warga AS berpaling dari Partai Republik. Uniknya, isu keamanan dan terorisme kembali digemborkan oleh Partai Republik. Jika warga AS menyadari hal tersebut, mereka semakin berpaling dari partai ini.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: