Kembalilah ke Tanah Air!


Inkonsistensi Uni Eropa Soal Nuklir Iran
Oktober 6, 2008, 12:57 pm
Filed under: Politik

Inkonsistensi Eropa dalam menjalankan perjanjiannya dengan Iran membuat Tehran tidak mempercayai negara-negara benua tersebut. Wakil Tetap Iran di Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Ali Asghar Soltaniyeh, dalam wawancaranya dengan Televisi Al-Alam mengatakan, “Karena pengalaman-pengalaman buruk masa lalu, Iran tidak mempercayai negara-negara Eropa dalam kaitan bahan bakar nuklir.” Dikatakannya pula, “Permintaan Barat soal penghentian program pengayaan uranium di Iran, inkonstitusional. Iran tidak mempunyai jalan keluar kecuali bersandar pada teknologi dalam negeri.”

Terkait hal ini, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Iran, Hasan Qashqavi, dalam konferensi pers yang digelar setiap pekan, mengatakan, “Tehran tetap melanjutkan program strategis pengayaan uranium untuk memproduksi bahan bakar nuklir.” Dalam koridor undang-undang internasional, termasuk ketetapan yang tercantum dalam Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT) dan IAEA, Iran berhak memperkaya uranium untuk produksi bahan bakar nuklir.

Bersamaan dengan pernyataan para pejabat Iran yang menilai kehendak Barat sebagai hal yang inkonstitusional, Menteri Luar Negeri Perancis, Bernard Kouchner, mengabarkan sidang negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB plus Jerman atau kelompok 5+1, yang membahas masalah nuklir Iran. Menurut rencana, sidang itu akan digelar di Sharm El-Sheikh, Mesir pada tanggal 26 November. Menlu Perancis kembali mengulangi tudingan infaktual terhadap nuklir Iran dan mengkhawatirkan program nuklir negara ini. Padahal segala aktivitas nuklir Iran dipantau penuh oleh Tim Inspeksi IAEA. Pernyataan Kouchner itu soal Iran sama sekali tidak berdasar. Perang urat syaraf dalam rangka menekan Tehran sudah menjadi kebiasaan lama Barat menjelang sidang kelompok 5+1.

AS, Jerman, Perancis dan Inggris kompak menekan Iran. Sebagai contoh, Jerman di masa lalu tidak bersedia menyempurnakan instalasi nuklir Bushehr meski sudah menerima jutaan franc. Berlin juga menggagalkan kontrak kerjasama dengan Tehran secara sepihak. Perilaku yang sama juga dilakukan oleh Perancis. Bahkan, Paris tidak bersedia menyerahkan bahan bakar yang sudah dibeli oleh Tehran. Setelah tahun 2001, negara-negara Eropa berulangkali menunjukkan sikap inkonsisten atas Iran meski Tehran seringkali menggelar perundingan dengan Uni Eropa. Bahkan pemerintah Iran sempat menangguhkan pengayaaan uraniumnya untuk membangun kepercayaan dan menunjukkan itikad baik. Namun upaya Tehran sama sekali tidak diapresiasi negara-negara Eropa. Mereka pun tidak konsisten dengan perjanjian Paris, tanggal 15 November 2004.

Barat, dari satu sisi, menawarkan paket insentif kepada Iran dengan tujuan mengelabui opini umum, tapi dari sisi lain, tidak konsisten dengan janji-janjinya. Bahkan, sejumlah negara Eropa melakukan kebijakan yang ditempuh AS dalam rangka memboikot hak legal Iran dalam mengembangkan teknologi nuklir.

Melihat fenomena yang ada, Iran sewajarnya menyatakan tidak mempercayai negara-negara Eropa karena tindakan masa lalu mereka sendiri. Melalui pernyataan ini, Tehran tidak mau tertipu lagi dengan janji-janji Eropa. (Alireza Alatas)

(Sumber IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: