Kembalilah ke Tanah Air!


“Why do you kill Zaid?”
Oktober 6, 2008, 12:54 pm
Filed under: Politik

Mantan anggota Parlemen Jerman, Jürgen Todenhöfer, menyebut brutalitas AS di Irak sebagai kejahatan perang, pembantaian massal dan tindakan terorisme yang terburuk di dunia. Dikatakannya, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) menekan media-media massa supaya tidak mempublikasikan fakta sebenarnya yang terjadi di Irak. Todenhöfer dalam bukunya yang berjudul, “Why do you kill Zaid?” mengungkap brutalitas pasukan AS di negeri Kisah 1001 Malam. Ia menyebutkan, Pentagon sengaja menunjukkan gambar-gambar infaktual dan terlarang di perang Irak dan memanfaatkan media-media untuk menyebarkan berita bohong, kepada warga dunia.

Todenhöfer dalam bukunya menceritakan seorang pemuda yang bernama Zeid. Ia terpaksa mengangkat senjata dan bergabung dengan kelompok-kelompok bersenjata di Irak setelah saudaranya yang tak berdosa dibunuh oleh pasukan AS. Todenhöfer yang juga seorang milyuner asal Jerman melakukan perjalanan ke Irak untuk melihat langsung kondisi di sana. Di Irak, ia menyaksikan sendiri pengeboman yang dilakukan berulangkali oleh pasukan AS, penggeledahan terhadap rumah-rumah penduduk, dan penembakan atas warga setempat.

Setelah menyaksikan langsung pemandangan sadis di Irak , Todenhöfer kepada warga dunia menyatakan bahwa Presiden AS, George W, Bush adalah pihak yang harus menanggung dosa pembunuhan atas ribuan warga di Irak. Berdasarkan data yang ada, lebih dari 750 ribu warga Irak tewas dan dua juta orang terlantar, sejak invasi AS ke Irak tahun 2003 hingga kini. Selama lima tahun ini, banyak kawasan di Irak yang rusak berat akibat bom-bom yang dimuntahkan pasukan AS. Lebih dari itu, sokongan dana dan spirit pejabat militer AS terhadap kelompok-kelompok teroris telah membuat Irak hampir setiap hari dihadapkan pada aksi-aksi teror.

Tak bisa dipungkiri bahwa opini umum dunia menilai AS sebagai pihak yang menggelar perang di Irak. Selama lima tahun terakhir di Irak, hampir semua kejahatan dilakukan oleh militer AS. Semua itu sengaja dilakukan untuk mencapai ambisi para pejabat Gedung Putih di negeri kaya minyak ini. Bahkan Todenhöfer yang juga pernah menjadi anggota parlemen Jerman meyakini bahwa Bush sendirilah yang menginstruksikan aksi pengeboman terhadap kawasan-kawasan permukiman di Irak. Todenhöfer juga menegaskan, “Ini merupakan bentuk terorisme yang terburuk di dunia.” Dikatakannya pula, “Saya sebagai pakar hukum menyatakan bahwa hal yang terjadi di Irak adalah pembantaian massal.”

Membaca pernyataan Todenhöfer dalam bukunya, tidak ada julukan yang lebih pantas bagi Bush, kecuali penjahat perang. Guantanamo, Abu Ghraib, dan Fallujah menjadi bukti lain rusaknya moral kebijakan luar negeri dan militer AS. Kondisi inilah yang menyebabkan ribuan Zaid bermunculan di Irak. Untuk itu, tidak ada jalan keluar bagi AS kecuali menarik mundur pasukannya dari Irak. (Alireza Alatas)

(Sumber: IRIB)


1 Komentar so far
Tinggalkan komentar

sekedar info bahwa mereka2 yang terlibat kebrutalan itu sudah diadili dan sekarang berada di penjara, baca komentar seorang pria amerika di http://blogwyd.blogspot.com dalam ‘americans in an indonesian woman’s eyes’.
selama saya membaca, tulisan anda kok membangkitkan sedikit kebencian pada amerika?

Komentar oleh wyd




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: