Kembalilah ke Tanah Air!


Giliran AS Berdecak Kagum pada Hizbullah
Oktober 7, 2008, 12:41 pm
Filed under: Politik

Setelah Rezim Zionis Israel mengakui kehebatan Hizbullah Lebanon, sekarang giliran AS yang mengakui ketangguhan gerakan ini. Lembaga Riset Strategi Militer AS dalam laporannya menyatakan, “Hizbullah mampu menghadapi Zionis Israel jauh lebih baik dari tentara negara-negara Arab. Selain itu, gerakan ini mampu membuat Zionis Israel harus menanggung kerugian besar dalam perang 33 hari.” Disebutkannya pula, “Hizbullah bak pasukan yang terorganisir dan solid dalam menghadapi tentara Israel.”

Dalam perang 33 hari, Rezim Zionis Israel yang didukung penuh oleh AS kewalahan menghadapi Gerakan Hizbullah Lebanon. Selain itu, pendukung-pendukung Zionis mengakui kehebatan Hizbullah Lebanon. Tentu saja, pernyataan itu membuat Israel kian terpukul dan tersungkur. Sebaliknya, Hizbullah Lebanon kian tangguh.

Pada tanggal 12 Juli 2006, Rezim Zionis Israel memulai serangan dalam skala luas atas Lebanon. Agresi militer itu mengusung rencana besar yang diistilahkan dengan “Peta Timur Tengah Baru”. Dimulai dari Lebanon, Zionis ingin menduduki wilayah-wilayah lainnya di Timur Tengah. Dalam agresi tersebut, Israel bermimpi akan menundukkan Lebanon dalam waktu cepat seperti perang-perang sebelumnya. Rupanya, Zionis Israel lupa diri akan eksistensi sekelompok kecil yang bersemangat baja dalam mempertahankan tanah air mereka. Kekuatan Gerakan Perlawanan Hizbullah Lebanon tidak masuk dalam perhitungan rezim ini. Dengan pongah, Zionis Israel yang didukung negeri Paman Sam melancarkan serangan membabi-buta ke kawasan Lebanon. Namun, Hizbullah Lebanon tidak membiarkan pasukan Zionis Israel menginjak-nginjak harga diri bangsa Lebanon. Para pejuang Hizbullah Lebanon bangkit melawan Zionis Israel dan berhasil mengalahkan rezim ini. Padahal Zionis Israel saat itu disebut-sebut sebagai kekuatan yang tertangguh di kawasan.

Melalui kemenangan tersebut, Hizbullah Lebanon telah mengacaukan keseimbangan negara-negara adidaya. Mereka harus menerima kekalahan dari gerakan yang dipimpin oleh Sayid Hasan Nasrollah. Sebelum kemenangan di perang tahun 2006, Hizbullah Lebanon juga berhasil memukul mundur pasukan Zionis Israel dari kawasan selatan Lebanon. Dengan menggelar perang pada tahun 2006, Zionis Israel terjebak di kubangan lumpur. Rezim ini pun berusaha semaksimal mungkin untuk keluar dari kubangan yang menjebaknya, dengan meminta bantuan dari mitra-mitranya. Bantuan militer AS pun mengalir guna mencegah kekalahan anak emasnya, Israel. Namun nasi sudah menjadi bubur, kekalahan pun harus diakui rezim ini setelah berperang alot dengan Hizbullah Lebanon.

Sementara itu, Hizbullah Lebanon di dalam negeri sendiri tidak hanya memperkuat sistem pertahanannya untuk mengantisipasi kemungkinan serangan susulan Israel, tapi juga memperkokoh pengaruhnya di kancah politik nasional dan regional. Hal itu bisa dilihat dari partisipasi aktif Hizbullah Lebanon. Peran kunci Hizbullah Lebanon di kelompok 8 Maret dan popularitasnya di tengah masyarakat Lebanon dan regional telah mencerminkan ketangguhan gerakan ini yang berbasis pada rakyat dan nilai-nilai ilahi. Kehebatan Hizbullah Lebanon inilah yang memaksa para pejabat Tel Aviv dan Washington harus berdecak kagum. (Alireza Alatas)

(Sumber :IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: