Kembalilah ke Tanah Air!


Larijani: Negara-Negara Tidak Seharusnya Mengganti Rugi Kekeliruan AS
Oktober 15, 2008, 12:40 pm
Filed under: Politik

Ketua Parlemen Republik Islam Iran, Ali Larijani, menyinggung krisis keuangan AS dan menyatakan bahwa negara-negara tidak seharusnya mengganti rugi kekeliruan Gedung Putih dan membayar biaya pengerahan pasukan AS. Wartawan IRIB melaporkan, Larijani di sela-sela Sidang AntarParlemen Sedunia (IPU), di Jenewa, Selasa sore, di hadapan para wartawan mengatakan, “Sederet kekeliruan AS beberapa tahun terkahir menimbulkan problema besar keuangan dunia. Dalam satu dua dekade terakhir ini, AS berpikir bahwa negaranya adalah satusatunya pihak yang mengatur dunia. Pihak yang mengklaim demikian sudah seharusnya bertanggungjawab atas kondisi yang ada.”

 

Seraya menyinggung perlawanan terhadap terorisme dan narkotika yang dijadikan alasan AS untuk menyerang Irak dan Afghanistan, Ali Larijani juga menjelaskan laporan Sekjen PBB, Ban Ki Moon, mengenai kondisi narkotika di Afghanistan. Dikatakannya, “Berdasarkan laporan tersebut, operasi anti keamanan di Afghanistan sejak tahun 2001 hingga tahun ini, meningkat 441 kali lipat. Mereka sepertinya belum menangkap Ben Laden. Bahkan, produksi narkotika yang berjumlah 200 ton pada tahun 2001, meningkat drastis menjadi 9000 ton pada tahun 2008.” Larijani menambahkan, “Ada 320 laboraturium di Afghanistan. Dalam kurun delapan tahun pendudukan, fasilitas mereka dipercanggih. Yang menarik lagi, sebagian besar narkotika dipindahkan melalui bandara di Kabul yang dikendalikan oleh AS.” Dikatakannya pula , kondisi Afghanistan saat ini menunjukkan bahwa 21 provinsi berada di luar kendali Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Hal ini membuktikan bahwa pasukan AS tidak mampu mengendalikan negara ini.

 

Ketika menjawab pertanyaan tentang aktivitas nuklir Iran, Larijani menyebut perundingan sebagai jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah nuklir Iran. Dikatakannya, “Beberapa perundingan akhir-akhir ini mengindikasikan adanya solusi untuk menyelesaikan masalah nuklir. Namun pihak lain malah meninggalkan meja perundingan. Hingga kini, kami masih berada di depan meja perundingan. Kami setiap saat siap berunding dengan pihak lain.”

 

Dalam konferensi pers tersebut, seorang wartawan menuturkan, salah satu dari kedua kandidat presiden AS meyakini opsi militer untuk menghadpi Iran. Terkait hal ini, Ali larijani mengatakan, “Kami tidak memungkiri klaim-klaim mereka. Akan tetapi, jika mereka tetap melakukan kesalahan, kami akan membangunkan mereka dari tidur dengan kondisi yang buruk. Ada kemungkinan mereka menyerang lebih dahulu, tapi mengakhiri konflik tidak berada di tangan mereka. Saya berpikir bahwa langkah rasional yang paling rendah adalah menjlain hubungan diplomatik dan membuka kedutaan besar.”


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: