Kembalilah ke Tanah Air!


Menlu Iran: Sentimen Islam, Teori Barat
Oktober 17, 2008, 11:15 pm
Filed under: Uncategorized

 

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Manouchehr Mottaki, menyatakan bahwa sentimen Islam adalah sebuah teori yang dikembangkan di Barat. Mottaki dalam sidang bersama menlu negara-negara Islam dan Barat di Astana, ibukota Kazakhstan, mengatakan, “Setelah hancurnya sistem dua kutub di dunia, liberal demokrasi berupaya menjadikan sentimen Islam sebagai teori yang dikembangkan di Barat. Teori itu menuntut adanya sebuah musuh di tengah opini umum untuk dilawan.”

 

Lebih lanjut Mottaki menuturkan, “Pemaksaan pada sekulerisme sepenuhnya bertendensi politik, bukan budaya, yang bermuara dari definisi Barat tentang wacana liberal demokrasi. Namun dengan meletusnya revolusi Islam, perkembangan setelah itu dihadapkan pada kegagalan.” Ditegaskannya pula, Eropa harus menyusun ketetapan dan aturan yang membedakan penistaan terhadap agama dengan pengertian kebebasan.

 

Mottaki juga juga mengatakan, “Di saat radikalisme dihubungkan dengan agama untuk kepentingan anti agama dalam lingkup luas dan anti Islam dalam lingkup yang lebih spesifik, kita menyaksikan kebebasan penuh bagi sekularisme radikal di Barat. “ Dikatakannnya pula, “Sentimen terhadap Islam merupakan tantangan bagi semua pihak. Sebab, masalah ini berdampak pada perdamaian dan keseteraan internasional.” Ia menambahkan, penyelesaian problema dunia menuntut solusi global yang memerlukan dua hal, kesepahaman dan partisipasi dunia. Akan tetapi kedua hal itu telah diabaikan oleh Barat.

 

Dalam kesempatan yang berbeda, Mottaki seusai sidang soal Barat dan Islam, di hadapan para wartawan mengatakan, pengaturan dunia baru dengan sistem lama dan unilateralisme merupakan hal yang tidak mungkin terealisasi. Dikatakannya, “Dunia baru tengah terbentuk. Untuk itu, dunia baru harus dikenali dengan baik dan sistem lama atau unilateralisme tidak dapat diterapkan di sana.”

 

Kepada negara-negara adidaya, Mottaki mengatakan, “Meski kalian menguasai media media dunia, tapi kalian tidak dapat selalu mempertahankan opini umum soal kebatilan dan kalian tidak dapat mengabaikan kebenaran itu sendiri.” Ditegaskannya pula, negara-negara Barat tidak dapat menyuarakan slogan hak-hak asasi manusia, namun pada saat yang sama, mereka melakukan tindakan kriminal di penjara-penjara Abu Ghraib dan Guantanamo. (Alireza Alatas)

 

(Sumber: IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: