Kembalilah ke Tanah Air!


Siapakah Ade Armando?
Oktober 17, 2008, 11:34 pm
Filed under: Budaya

Ini adalah penjelasan Ade Armando ketika ditanya keterlibatannya dengan RUU Pornografi:

 

Lagi-lagi keterlibatan saya dalam urusan RUU Pornografi dipertanyakan. Saya diisukan caleg, sedang melakukan bargaining  dengan partai ‘tertentu’, akan menjadi ketua Badan Pengawas
Pornografi, dsb.

Agar tidak ada kesimpangsiuran, ini jawaban saya:

1. Sejak dua tahun yang lalu, sejak keluarnya RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi, saya diminta Kementerian Pemberdayaan Perempuan untuk terlibat dalam tim pemerintah untuk menyusun draft perbaikan terhadap  RUU APP yang — dalam pandangan saya — sangat buruk itu.

2. Saya diminta karena sejak bertahun-tahun sebelumnya saya sudah terlibat dalam kampanye anti pornografi yang memang secara aktif dilakukan KPP. Saya bahkan menulis buklet tentang pornografi untuk KPP. FYI: saya tidak minta dibayar dan memang tidak dibayar untuk itu. Di kampus sayapun (Komunikasi UI), begitu ada diskusi soal pornografi, saya lazim diminta bicara.

3. Bersama sejumlah teman dari berbagai kelompok (ada sosiolog, pekerja televisi, penggiat infotainment, kejaksaan, kepolisian, aktivis LSM, dan bebarapa lainnya), saya terlibat dalam penyusunan draft itu. Ada muslim, ada Kristen, ada yang agamis, ada yang  sekuler. Sikap kami selalu mencari titik temu d antara berbagai pihak yang berdebat. Untuk itu, kami belajar dari pengalaman negara-negara lain, mempelajari kepustakaan pornografi, mempelajari isi pornografi yang tersedia, berusaha memformulasi drafta RUU secara berhati-hati,  dst. Dalam proses itulah, saya berubah dari bersikap mendukung RUU yang menolak sama sekali semua pornografi, menjadi mendukung RUU yang mangatur pornografi seraya melarang sebagian bentuk pornorafi yang berbahaya.

4. Draft versi tim KPP itu dibahas lagi dan ditulis ulang, oleh instansi-instansi pemerintah yang lain (termasuk Depkumham, Depertemen Agama, Depkominfo). Hasil penulisan ulang bersama itu kemudian diajukan ke DPR.

5. Saat sudah diajuka ke DPR, pada dasarnya tim asistensi KPP itu berhenti bekerja, walaupun surat tugasnya tetap berlaku.

6. Sekarang, saya masih diminta oleh KPP untuk datang dan memberikan pendapat sesuai dengan kapasitas saya sebagai ilmuwan yang mempelajari pornografi. Jadi saya diundang kalau KPP membutuhkan opini saya dan penilaian saya. Tentu saja, lazimnya kalau ada rapat yang menghadirkan saya sebagai pembicara ada honor. Kalau saya ikut ke Bali bersama tim KPP (bukan bersama tim DPR), saya dapat yang namanya semacam Biaya Perjalanan Dinas. Nggak besar-ebsar amat, tapi saya dibayar.

7. Lebih dari itu tidak ada. Saya orang yang tidak loyal pada siapapun, kecuali pada keyakinan dan hati nurani saya. Saya termasuk orang yang percaya bahwa pornografi itu dapat merugikan masyarakat luas, dan karena itu saya mendukung pengaturan mengenainya.

 


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: