Kembalilah ke Tanah Air!


Wartawan Memang Kejam!
Oktober 26, 2008, 12:43 pm
Filed under: Politik

 

Investigasi palsu yang dilakukan wartawan negeri kita membuat krebilitas pers kita sama sekali tak dapat dibanggakan. Investigasi fikitif jadi mengingatkan kita pada Janet Cooke, wartawati Washington Post penerima Pulitzer yang membuat cerita fiktif tentang anak pecandu narkotik.Dia bilang, fakta tentang anak-anak semacam itu ada.Tapi karena tidak bisa menemukan tokoh nyata yang bisa ia tulis, ia menulis sebuah cerita rekayasa.
Akibatnya, dia dipecat da harus mengembalikan Pulitzer Prizenya. Bagi wartawan, fakta itu suci.

 

Lebih lanjutnya mari kita baca email seorang wartawan (Andi Muhyindin) yang terlibat dalam investigasi palsu:

 

Tadinya saya tidak mau ikut berkomentar soal liputan investigasi Trans. Tapi akhirnya tergerak juga setelah membaca berbagai jawaban Mas Satrio. Saya ingin mulai dengan bercerita sedikit soal seorang ‘calo berita’ bernama Mr. H yang tinggal di Tanjung Priok. Mas Dhandy sudah pernah menulis soal liputan telur ayam kampung palsu yang menggunakan jasa Mr H di milis ini (jurnalisme).

 


Saya adalah reporter yang meliput liputan ‘investigasi’ murahan itu. Singkat cerita calo bernama Mr H itu menawarkan puluhan tema berita ‘investigasi’ . ‘Hebatnya’ lagi di setiap tema itu telah dipersiapkan ‘pelaku’ yang siap menjadi aktor saat melakukan reka ulang. Karena penasaran, saya mencoba menerima tawaran itu : membuat telur ayam kampung palsu menggunakan pembersih lantai. Shotingnya dilakukan di pinggir jalan yang rami rumah pelaku. Si pelaku seorang Ibu tanpa rasa khawatir mempraktikan perbuatannya memalsukan telur ayam ras menjadi ayam kampung. Dari awal saya sudah ingin tertawa melihat reka ulang itu. Persis sebuah sinetron, pelaku bisa di ‘direct’ oleh reporter dan campers. Liputan itu tentunya tidak saya olah lagi untuk ditayangkan di RCTI. Sudah jelas, semuanya hanya
sandiwara. Bahan itu hanya menjadi bahan perbincangan dan ‘lucu-lucuan’ di kantor.
 
Selain telur ayam kampung palsu, sangat banyak tema liputan ‘investigasi’ lainnya, seperti, obat nyamuk palsu, shampo palsu, hingga bakso tikus. Tidak ketinggalan berbagai liputan ‘esek-esek’.

 

Kalo menurut saya, sebuah liputan investigasi harus menampilkan gambar asli bukan reka ulang. Karena sangat mungkin reka ulang itu tidak sesuai dengan fakta atau hanya karangan si ‘pelaku’. Apalagi setahu saya pelaku setelah itu mendapat uang jasa sebagai nara

sumber. Jadi bisa saja pelaku membuat cerita sendiri demi mendapat uang jasa atau uang buku mulu dari media TV yang meliputnya.

 

 

 

 

Saya tidak mau menuduh liputan bakso tikus juga menggunakan jasa Mr H. Mungkin rekan Bobby bisa menjelaskan sendiri bagaimana liputan itu dibuat. Apakah benar bahwa adegan pelaku menangkap tikus, lalu mengolahnya menjadi bakso adalah gambar reka ulang?

 

 

 

Jika ada seseorang mengaku memalsukan susu formula misalnya, dan mau memperagakan bagaimana Ia membuat susu palsu itu, bukankah itu menjadi aneh dan patut dipertanyakan? Bagaimana mungkin pelaku mau memperagakan adegan itu. Belum lagi dampak hilangnya untung yang Ia terima selama ini (Andi Muhyidin)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: