Kembalilah ke Tanah Air!


AS dalam Sepekan
Oktober 28, 2008, 12:27 pm
Filed under: Politik

Pada pekan lalu, early voting presiden AS sudah mulai digelar di sejumlah negara bagian negara ini, termasuk Florida. Dalam tahap ini, tempat-tempat pemilihan dibuka hingga tanggal 4 November dan para pemilih dapat memasukkan kartu suaranya ke kotak-kotak yang disediakan. Berdasarkan hasil dari tingkat pendaftar di negara-negara bagian, Senator Barack Obama, kandidat presiden AS dari Partai Demokrat mempunyai peluang besar memenangkan pemilihan presiden pada tanggal 4 November. Jika Obama menang dalam pemilihan presiden AS, kemenangan tersebut akan mejadi catatan sejarah tersendiri bagi kulit hitam di negeri ini. Sebab, ia bakal menjadi presiden pertama kulit hitam di AS.

 

Setelah kontroversi pemilihan presiden AS tahun 2000, negara bagian Florida mendapat perhatian lebih dalam proses pemilihan presiden AS. Seperti yang pernah terjadi pada pilpres AS tahun 2000, George W. Bush menggunakan pengaruhnya untuk menang dalam pemungutan suara di negara bagian Florida. Saat itu, Gubernur Florida,Jeb Bush, yang juga adik kandung Bush, menyalahgunakan jabatannya dengan menghalangi pendaftaran warga kulit hitam untuk ikut serta dalam pemilihan presiden AS. Dengan cara itu, Jeb Bush membantu saudaranya Bush untuk menang dalam pemilihan presiden di Florida. Setelah melalui debat hukum dan keluarnya putusan Mahkamah Agung Federal Amerika Serikat, Bush akhirnya berhasil melenggang ke Gedung Putih. Pasca peristiwa tahun 2000 itu, pejabat AS akhirnya melakukan sejumlah perubahan, yang salah satunya adalah kemungkinan pelaksanaan pemungutan suara lebih awal sebelum hari pemilu secara nasional.

 

Pada saat yang sama, mekanisme pendaftaran pemilih suara pada pekan lalu menjadi sorotan media-media massa dan kalangan politisi negeri ini. Media-media massa melaporkan berbagai laporan mengenai berbagai kendala pndaftaran para pemilih suara. Disebutkan, ada tiga juta nama pemilih suara yang terhapus dari daftar pemilih suara. Alamat para pemilih suara yang tidak jelas disebut-sebut sebagai penghapusan nama para pemilih suara. Dalam krisis properti akhir-akhir ini di AS, ribuan keluarga AS kehilangan rumah mereka karena tidak dapat membayar kredit properti. Karena itu, mereka hingga kini tidak dapat menyebutkan alamat rumah. Kartu nama yang tidak disertai foto juga disebut-sebut sebagai kendala lain yang dapat mengurangi partisipasi pemilih suara dalam pemilihan presiden AS.

 

Dengan demikian, kondisi ini dikhawatirkan akan menyebabkan kelompok papa di negeri Paman Sam ini untuk tidak dapat ikut serta dalam pemilihan presiden mendatang. Mayoritas warga yang tidak bisa menggunakan hak suaranya adalah etnis minoritas dan warga yang berpenghasilan rendah. Perubahan mekanisme pemilihan presiden atau komputerisasi penghitungan suara dapat dikatakan sebagai penghalang bagi kelompok minoritas untuk ikut serta dalam pemilihan presiden. Tim Sukses Partai Demokrat telah menyatakan kekhawatirannya atas kondisi yang ada. Sebab, banyak kelompok kulit hitam, khususnya di negara-negara bagian selatan AS, yang nama mereka dihapus dari daftar pemilihan karena kendala-kendala tersebut. Kondisi ini dapat menjadi penghalang bagi Obama untuk lolos melenggang ke Gedung Putih.

 

 

Pekan lalu, Mantan Menteri Luar Negeri AS, Colin Powell, menyatakan dukunganya atas Obama. Padahal Powell adalah salah satu pejabati tinggi dan berpengaruh di Partai Republik. Dalam beberapa bulan terakhir, nama Powell sempat disebut-sebut sebagai calon wakil presiden AS yang akan mendampingi Senator McCain, kandidat presiden asal Partai Republik. Dengan pernyataannya yang mendukung Obama, Powel telah memutuskan hubungan dengan Partai Republik. Tim Sukses McCain berupaya mengkaitkan pernyaataan Powell yang mendukung Obama dengan sikap solidaritas etnis atas Obama. Akan tetapi pandangan Powell yang mendukung Obama, sangatlah berpengaruh. Sebab, banyak warga kulit hitam yang hingga kini masih mendukung McCain dan warna kulit Obama tidak mempengaruhi mereka. Akan tetapi kemiripan pandangan antara McCain, Bush dan kelompok neo-konservatif, mendorong Powell untuk lebih mendukung Obama ketimbang McCain.

 

Perbedaan pendapat antara Powell dan kelompok neo-konservatif bukan lah topik baru. Akan tetapi, Powell yang saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri telah berselisih pendapat dengan Menteri Pertahanan, Donald Rumsfeld dan Wakil Presiden AS, Dick Cheney. Di tengah dukungan Powell atas Obama, sebuah situs yang dekat dengan Al-Qaedah menyatakan dukungannya atas McCain. Kelompok ini menyebut alasan dukungan atas McCain sebagai upaya untuk menyeret AS ke arah keterpurukan.

 

Pekan lalu, Gedung Putih menyatakan sidang yang dihadiri para pemimpin negara maju dan berkembang pada tanggal 15 November di November. Menurut rencana, berbagai cara untuk menyelesaikan krisis keuangan di dunia saat ini akan dibahas dalam sidang tersebut. Para pakar berpendapat bahwa sistem proteksi yang rapuh atas pasar-pasar keuangan internasional menimbulkan krisis keuangan terbesar dalam 80 tahun terakhir. Meski krisis pada awalnya terjadi di dalam AS, namun krisis keuangan di AS berefek domino. Krisis itu pun akhirnya merambat ke benua Eropa dan Asia. Keterkaitan pasar keuangan di AS, Eropa dan Asia telah menyebabkan krisis yang ada menjalar cepat ke seluruh penjuru dan menimbulkan kerugian ratusan milyar dolar AS.

 

Dalam beberapa hari terakhir ini, pasar-pasar keuangan di seluruh penjuru dunia terpuruk. Pada saat yang sama, instansi-instansi internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia tidak mampu menjalankan tugas-tugasnya untuk mengawasi pelaksanaan komitmen keuangan di negara-negara. Sejumlah kritikus mengkritik bahwa instansi-instansi tersebut didirikan setelah Perang Dunia II, 60 tahun yang lalu. Untuk itu, sistem yang ada tidak dapat menyelesaikan problema ekonomi akhir-akhir ini yang terjadi di permulaan abad 21. Selain itu, pengambilan keputusan soal sistem keuangan dan finansial internasional, selama ini, ditentukan oleh tujuh negara industri. Padahal, kekuataan-kekuatan ekonomi seperti Cina, India, Afrika Selatan, Brazil, Australia, Rusia dan negara-negara anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), kini bermunculan. Untuk itu, seluruh kekuatan ekonomi di dunia harus dilibatkan untuk mengatasi kondisi krisis global saat ini.

 

Mantan Presiden Federal Reserve Bank (Bank Sentral Amerika), Alan Greenspan, dalam sidang dengar pendapat ahli di Kongres AS mengatakan, “Krisis keuangan saat ini adalah tsunami finansial yang terjadi sekali dalam setiap abad.” Ia dalam penjelasannya berupaya melakukan lepas tangan dari krisis keuangan setelah keterpurukannya pada tahun 1929. Para pengkritik Greenspan berpendapat bahwa keputusan Greenspan untuk mengurangi suku bungan pasca Peristiwa 11 September merupakan langkah yang menyebabkan krisis keuangan pada tahun 2007-2008. Pada saat itu, para pejabat Federal Reserve Bank menekan suku bunga secara berturut-turut yang bertujuan mencegah keterpurukan ekonomi di negeri ini, sehingga ratusan milyar dolar deposit bank masuk ke perputaran produksi dan pembelian barang.

 

Namun berseberanagn dengan penantian para pejabat ekonomi AS, uang-uang tersebut telah menyedot bidang properti dan mendongkrak harga yang luar biasa. Bersamaan dengan meningkatnya permintaan pembelian properti, bank-bank finansial membayar hutang-hutang properti dengan cara yang sederhana untuk mengejar keuntungan yang lebih besar. Krisis pun terjadi di saat ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi di bidang properti. Akibatnya, harga properti pun turun dan ratusan ribuan debitor tidak dapat membayar kreditnya. Dengan demikian, krisis pun telah mencapai pada sebuah titik yang diumpamakan oleh Grenspen sebagao tsunami finansial. (Sumber IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: