Kembalilah ke Tanah Air!


Fenomena Bradley, Momok Bagi Obama
November 3, 2008, 12:04 pm
Filed under: Politik

 

Pemilihan presiden AS tinggal beberapa jam lagi. Menurut rencana, masyarakat AS akan memilih presiden mendatang, sejumlah wakil di Kongres dan gubernur negara-negara bagian, pada pukul 08.00 waktu setempat, tanggal 4 November. Dalam beberapa hari terakhir ini, persaingaan antarkandidat presiden AS kian memanas. Tim sukses kedua kandidat mengerahkan segala kemampuannya untuk menyedot suara lebih banyak. Berdasarkan polling yang ada, kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, Barack Obama, masih unggul dari rivalnya asal Partai Republik.

 

Meski Obama masih unggul dalam berbagai jajak pendapat, Televisi CNN dalam laporannya tidak menutup kemungkinan bahwa Obama akan kalah dalam pemilu spektakuler AS. Menurut laporan televisi tersebut, sangat mungkin bahwa masyarakat AS di detik-detik akhir, lebih memilih kandidat berkulit putih dari pada kandidat kulit hitam.

 

Disamping itu, fenomena Bradley mengkhawatirkan para pendukung Obama. Effect Bradley dikenal setelah mantan Walikota Los Angeles, Tom Bradley. Ia adalah seorang Afrika-Amerika maju dalam pemilihan gubernur California pada 1982. Jajak pendapat menunjukkan Bradley unggul dengan selisih poin besar. Partai Demokrat  saat itu meyakini bahwa jagonya akan menang. Tetapi, keyakinan Bradley dan hasil jajak pendapat ternyata keliru. Dia kalah atas calon Partai Republik, George Deukmejian.

 

Perkiraan jajak pendapat ternyata keliru karena sejumlah responden menipu. Masyarakat AS disebut-sebut sebagai warga munafik. Para responden itu memilih Bradley meskipun mereka tidak memilih Bradely pada hari pelaksanaan pemilihan. Hal inilah yang dikhawatirkan tim sukses Obama. Menurut jajak pendapat CNN terbaru, Obama unggul delapan persen, 50 dibanding 42 atas McCain. Beberapa analis memprediksi, selisih perolehan suara mereka bisa lebih ketat atau bahkan imbang jika efek Bradley menjadi faktor.

 

Berdasarkan pantauan atas fenomena Bradley, masyarakat AS tidak menghiraukan warna kulit dalam berbagai polling. Namun pada hari pelaksanaan pemilihan, mereka ternyata mempermasalahkan warna kulit dan lebih memilih kandidat berwarna kulit putih ketimbang kandidat berwarna kulit hitam. Ada kemungkinan bahwa fenomena seperti ini terulang kembali dalam pemilihan presiden mendatang AS.

 

Meski terdapat analisa tersebut, para pendukung Obama menyakini bahwa kondisi dekade 1980 berbeda dengan kondisi sekarang. Warga AS pun mempunyai kepercayaan lebih atas kalangan kulit hitam negeri ini. Istri Obama, Michelle, kepada Larry King dalam acara CNN mengatakan banyak perubahan sejak terjadinya kekalahan Bradley. Dikatakannya, “Itu terjadi beberapa dekade lalu, dan saya kira ada pertumbuhan dan kemajuan.”

 

Selain itu, rapor merah para pejabat Partai Republik selama delapan tahun terakhir ini di masa kepresidenan George W Bush dapat membuka peluang lebih besar bagi kandidat asal Partai Demokrat untuk melenggang ke Gedung Putih. Lebih dari itu, krisis di Wall Street memperburuk kredibilitas Partai Republik yang dinilai tidak becus menangani ekonomi dalam negeri.

 

Meski demikian, sangat mungkin bahwa jiwa rasialis warga AS membutakan mata mereka dari kenyataan yang ada. Selanjutnya, kita saksikan hasil pemilihan AS yang digelar besok; Apakah momok Bradley itu akan terwujud dalam pemilihan presiden AS. (Alireza Alatas)

 

(Sumber: IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: