Kembalilah ke Tanah Air!


Suara Lantang Hizbullah Soal Pelanggaran Israel
November 3, 2008, 12:01 pm
Filed under: Politik

Rezim Zionis Israel kembali melanggar zona udara Lebanon. Tindakan brutal rezim ini tentunya menuai kritikan dan kecaman dari berbagai kalangan politik dan media. Terkait hal ini, Perdana Menteri Lebanon, Fouad Siniora, menulis dua surat pengaduan mengenai brutalitas Israel, kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Militer Lebanon dan Gerakan Hizbullah Lebanon dalam statemen mereka menuntut komunitas internasional supaya menindak arogansi Israel terhadap Lebanon. Ketua Bidang Hubungan Internasional, Nawaf Musawi, mengatakan, “Komunitas internasional harus memaksa Zionis Israel supaya berkomitmen dengan pelaksanaan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB nomor 1701.”

 

Berdasarkan data yang ada, jet-jet tempur Zionis Israel secara rata-rata melakukan pelanggaran 10 kali terhadap zona udara pada setiap harinya. Nawaf Musawi mengatakan, “Data bulanan menunjukkan bahwa pelanggaran militer Israel atas zona udara Lebanon mencapai 300 kali. Ini sama halnya bahwa Israel melanggar zona udara sebanyak sepuluh kali dalam setiap harinya.”

 

Nawaf Musawi juga mengkritik keras pernyataan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Terry Rod Larson yang membela Rezim Zionis Israel dan menilainya sebagai sikap untuk menyenangkan Tel Aviv. Menurutnya, Larson berupaya menjadikan perilaku Israel sejalan dengan kemauan masyarakat internasional. Tentunya, pernyataan tersebut bertentangan dengan pelanggaran atas zona udara Lebanon yang dilakukan berulangkali oleh Israel.

 

Setelah berakhirnya perang 33 hari, Rezim Zionis Israel berdasarkan resolusi DK PBB nomer 1701, menerima kesepakatan gencatan senjata dengan Lebanon dan penghormatan atas kedaulatan negeri ini. Namun pada faktanya, Lebanon dalam tiga tahun terakhir ini terus menjadi sasaran serangan jet-jet tempur Rezim Zionis Israel. Bahkan, rezim ini tidak menghargai kedaulatan Lebanon. Setelah 22 tahun diduduki Israel, Lebanon selatan akhirnya dapat dibebaskan dari belenggu rezim ini. Pada tahun 2000, para pejuang Hizbullah Lebanon berhasil memukul mundur pasukan Israel dari Lebanon selatan. Karena kekalahan tersebut, Rezim Zionis Israel menggelar perang 33 hari untuk membalas dendam pada Hizbullah Lebanon. Ternyata upaya itu kembali dihadapkan kekalahan. Kali ini, Israel harus menanggung rasa malu lebih besar dari kekalahan sebelumnya. Zionis Israel yang disebut-sebut sebagai rezim yang mempunyai kekuatan militer di Timur Tengah, harus dipermalukan oleh sebuah gerakan Islam. Kekalahan Israel itu juga berdampak pada krisis internal rezim ini.

 

Di tengah kondisi seperti ini, Israel tidak bercermin diri dan berintrospeksi dengan kenyataan yang ada. Bahkan rezim ini terus menggangu Lebanon dengan menerbangkan pesawat-pesawat di zona udara negara ini. Manuver jet-jet tempur Israel yang memamerkan kekuatannya di kawasan udara Lebanon justru menunjukkan kelemahan rezim ilegal ini. Hal itu sengaja dilakukan untuk menutupi kekalahah menyakitkan dari Gerakan Hizbullah Lebanon. (Alireza Alatas)

 

(Sumber: IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: