Kembalilah ke Tanah Air!


Polemik Baru Jelang Perundingan Uni Eropa-Rusia
November 5, 2008, 8:11 am
Filed under: Politik

Presiden Polandia, Lech Kaczynski, dan Presiden Lithuania, Valdas Adamkus, menuding Moskow tidak berkomitmen dengan kesepakatan perdamaian Uni Eropa soal penarikan mundur pasukan Rusia dari kawasan Georgia. Mereka juga menyebut perundingan antara Uni Eropa dan Rusia untuk penandatanganan kesepakatan kerjasama strategis sebagai langkah yang terlalu dini. Presiden Adamkus dan Kaczynski dalam statemen bersama di Vilnius, ibukota Lithuania, seraya menyatakan dukungan mereka atas Georgia, juga mengatakan, “Hingga kini, pasukan Rusia belum kembali ke posisi-posisi sebelum perang.”

 

Disamping itu, Presiden Lithuania dan Presiden Polandia dalam pernyataan mereka menentang pelaksanaan perundingan antara Uni Eropa dan Rusia. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Perancis, Bernard Kouchner, menyatakan bahwa perundingan Uni Eropa dan Rusia untuk penandatanganan nota kesepakatan kerjasama strategis, segera akan dilaksankan. Dikatakannya pula, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa dan Rusia akan digelar pada tanggal 14 November di Perancis. Dalam konferensi tersebut, waktu perundingan antara Uni Eropa dan Rusia untuk menandatangani nota kesepakatan kerjasama strategis, akan ditentukan.

 

Penentangan dua negara bekas Uni Soviet di Eropa Timur atas pelaksanaan perundingan antara Uni Eropa dan Rusia menunjukkan adanya friksi internal di kalangan 27 negara anggota Uni Eropa dalam menyikapi Rusia. Polandia dan Lithuania bernasib seperti negara-negara bekas Uni Soviet lainnya. Kedua negara tersebut mempunyai latar belakang sejarah yang buruk dengan Rusia karena penyerbuan Tentara Merah Uni Soviet. Lebih dari itu, negara-negara Eropa Timur lebih cenderung menjalin kerjasama dengan AS. Untuk itu, langkah Uni Eropa yang berupaya menetralisir hubungan Eropa dengan Rusia dihadapkan pada kritikan dari dalam sendiri. Negara-negara Eropa Timur mendukung adanya kawasan yang memisahkan kawasan mereka dengan Rusia sehingga kekuasaan Uni Soviet tidak terulang kembali pasca hancurnya rezim ini. Bagi negara-negara Eropa Timur, Rusia masih membawa misi lama Uni Soviet yang berupaya menguasai kembali kawasan-kawasan lama yang telah terpisah. Melihat situasi politik tersebut, sangatlah dimengerti bahwa negara-negara Eropa Timur menghendaki Ukraina, Moldova dan Georgia supaya segera bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Pada saat yang sama, negara-negara kuat di Eropa seperti Jerman, Perancis dan Italia mempertimbangkan peringatan Moskow. Sebab, mereka menyadari bahwa Rusia selain mempunyai peran penting dalam menjamin kebutuhan bahan bakar di Eropa, juga memiliki peran kunci keamanan di benua ini.

 

Ala kuli hal, sikap keras Lithuania dan Polandia dapat menjadi penghalang perundingan antara Uni Eropa dan Rusia untuk menandatangani nota kesepakatan kerjasama strategis. Sebab, kedua negara tersebut dapat menggunakan hak veto mereka di Uni Eropa. Meski demikian, negara-negara kuat Uni Eropa seperti Jerman dan Perancis dapat meyakinkan Lithuania dan Polandia supaya tidak bersikeras mempertahankan sikap mereka soal Rusia. Para pengamat politik berpendapat, jika perundingan antara Uni Eropa dan Rusia tetap digelar, ada kemungkinan bahwa perundingan itu tidak mencapai kesepakatan dan hubungan kedua pihak tetap dihadapkan pada kendala yang serius.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: