Kembalilah ke Tanah Air!


Di Balik Konspirasi Penandatanganan Nota Bersama Olmert-Abbas
November 6, 2008, 9:31 am
Filed under: Politik

Di tengah santernya propaganda mengenai penandatanganan nota bersama antara Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Ehud Olmert dan Pemimpin Otorita Palestina, Mahmoud Abbas di penghujung masa jabatan kabinet Israel saat ini, Menteri Luar Negeri Rezim Zionis Israel, Tzipi Livni yang juga Ketua Partai Kadima menyangsikan langkah tersebut.

Livni mengatakan, “Meski kabinet Israel saat ini terus menekankan berlanjutnya perundingan dengan para pejabat Otorita Palestina, kondisi saat ini tidak mendukung untuk melakukan kesepakatan dengan bangsa Palestina. ” Dikatakannya pula, “Nota bersama antara Israel dan Palestina tidak akan ditandatangani hingga kepastian hasil pemilihan mendatang.”

Kabinet Zionis Israel saat ini bersifat sementara menyusul kegagalan Livni dalam pembentukan kabinet baru, pembubaran parlemen dan pengumuman pemilihan dini pada bulan Februari, tahun 2009. Dalam pemilihan dini parlemen yang bersandarkan pada jajak-jajak pendapat diprediksikan akan terjadi pertarungan ketat antara Ketua Partai Kadima, Tzipi Livni, dan Ketua Partai Likud, Benyamin Netanyahu. Hingga beberapa pekan lalu, Netanyahu disebut-sebut sebagai pihak yang akan menang dalam pemilu mendatang. Dengan demikian, Ketua Partai Likud ini akan bersaing ketat dengan Tzipi Livni.

Tak diragukan lagi, Livni dan Olmert akan mengambil langkah-langkah politik yang diperhitungkan di tengah sisa masa tugas kabinet dan menyempurnakan kebijakan-kebijakan mereka yang belum tuntas. Hal itu sengaja dilakukan untuk menyedot suara komunitas Yahudi di Palestina pendudukan dalam pemilihan mendatang.

Pada saat yang sama, Otorita Palestina juga mempunyai kondisi politik yang sama dengan Israel. Masa jabatan Mahmoud Abbas sebagai Pemimpin Otorita Palestina akan berakhir pada tanggal 9 Januari 2009. Setelah itu, pemilihan umum akan digelar guna menentukan pemimpin Otorita Palestina mendatang.

Dapat disimpulkan bahwa jika nota bersama ditandatangangi kedua pihak, perdana menteri mendatang Israel dituntut menindaklanjutinya. Penandatangan nota bersama itu dapat dikatakan sebagai langkah untuk mengikat kebijakan politik berikutnya. Jika Partai Kadima menang dalam pemilihan tersebut, partai ini akan menindaklanjuti penandatanganan nota bersama tersebut. Namun, bila partai lainnya menang dalam pemilihan mendatang, partai itu pun terpaksa menerima langkah yang ditempuh kebijakan sebelumnya.

Nemun berdasarkan fakta yang ada, perdana menteri Israel tidak diharuskan melaksanakan kebijakan-kebijakan pemerintahan sebelumnya. Ketidakjelasan nasib kesepakatan Oslo, Gaza-Jericho, Taba, Peta Jalan dan puluhan perjanjian lainnya membuktikan fakta tersebut.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: