Kembalilah ke Tanah Air!


Obama Menang, Berubahkah Kebijakan AS
November 6, 2008, 9:25 am
Filed under: Politik

Kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, Barack Obama berhasil menang telak dalam pemilihan presiden AS ke 56. Dengan demikian, Obama terpilih sebagai presiden pertama Afrika-Amerika di negeri Paman Sam. Ia berhasil meraup mayoritas electoral vote mengungguli calon presiden dari Partai Republik, John, McCain. Berdasarkan data terbaru, Obama berhasil mengantongi 333 electoral vote. Para pengamat politik menilai terpilihnya Obama yang berkulit hitam sebagai perubahan besar di AS. Dalam beberapa dekade terakhir ini, warga kulit hitam tertindas di negeri ini, bahkan mayoritas mereka dihalangi untuk memilih hak suaranya dalam pemilihan di negeri ini. Namun kini, warga kulit hitam di negeri ini menyaksikan presiden AS yang berkulit hitam.

70 hari lagi, Obama akan menerima kunci Gedung Putih dari Presiden George W. Bush. Dengan berakhirnya ketegangan kampanye kandidat presiden, masa depan AS kini ada di tangan presiden baru yang berkulit hitam. Mengingat slogan perubahan yang disuarakan Obama selama kampanye, warga AS menanti harapan segar yang disuarakan presiden kulit hitam selama kampanye. Tantangan pertama bagi Obama saat ini adalah mengendalikan kondisi ekonomi AS yang labil.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, kondisi ekonomi AS benar-benar terpuruk. Jutaan warga AS telah kehilangan tabungan dan investasi mereka menyusul kebangkrutan sejumlah lembaga finansial di Wall Street, anjloknya nilai saham di AS dan dunia yang mencapai titik nadir. Angka pengangguran sudah melampui enam persen. Hutang negara membengkak hingga 11 trilyun Dolar. Di tengah kondisi seperti ini, Obama dihadapkan pada tantangan yang serius untuk mengembalikan kepercayaan pasar.

Di kancah politik luar negeri terdapat sederet harapan dan penantian atas kebijakan baru Obama. Selama kampanye, Obama berkali-kali menjanjikan akan mengakhiri perang Irak dan memperkokoh kebijakan AS dalam menghadapi ancaman keamanan. Mengurangi kebijakan sepihak dan militerisme pemerintah AS sebelumnya adalah di antara penantian dan harapan masyarakat internasional atas presiden mendatang AS.

Masa kepresidenan Bush dan kelompok konservatif negeri ini selama delapan tahun telah merusak wajah AS di hadapan masyarakat dunia. Perang Irak, masalah lingkungan hidup, doktrin pre-emptive (serangan dini) dan pelanggaran atas sejumlah traktat dunia adalah di antara kritikan komunitas internasional atas pemerintah AS.

Di tengah kondisi sulit seperti ini, muncul sederet pertanyaan yang ditujukan pada Obama; Apakah yang akan dilakukan oleh presiden baru AS? Bisakah ia melakukan perubahan mendasar dalam mengendalikan kebijakan dalam negeri dan luar negeri AS?

Pada saat yang sama, Obama setidaknya dapat memenuhi sebagian janjinya dan menenangkan masyarakat dunia dari ambisi intervensi dan kebijakan perang Washington. Mungkin inilah yang membuat masyarakat Timur Tengah sedikit lega dengan terpilihnya Obama. Presiden baru AS ini setidaknya lebih lembut ketimbang Bush. Meski demikian, tidak boleh dilupakan bahwa siapapun presidennya, AS tetap berada di bawah kendali kebijakan makro negara ini.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: