Kembalilah ke Tanah Air!


Dunia Sambut Obama, Rusia Pasif
November 8, 2008, 12:08 pm
Filed under: Politik

Berbeda dengan reaksi pemimpin-pemimpin dunia atas kemenangan Senator Barack Obama dalam pemilu presiden AS ke-56, Presiden Rusia, Dmitry Medvedev cenderung bersikap pasif dalam menyikapi kemenangan kandidat presiden Demokrat. Bahkan, ia dalam pidatonya di Dewan Federal Rusia tidak mengucapkan selamat kepada Obama. Sikap Medvedev itu menunjukkan bahwa Kremlin tidak mempedulikan siapapun yang menjadi presiden AS. Bagi Medvedev, sederet problema AS dengan Rusia harus dapat diselesaikan oleh presiden baru negara ini.

Pemilihan waktu pidato tahunan Medvedev diperhitungkan sedemikian rupa. Setelah Obama diumumkan sebagai presiden mendatang AS, Medvedev dalam pidatonya secara tidak langsung memulai diplomasinya dengan pemerintah baru AS dan menyatakan bahwa Moskow tidak akan menganulir kebijakannya soal sistem pertahanan rudal AS.Medvedev secara blak-blakan mengatakan, “Rusia akan menempatkan sistem rudal Iskander di kawasan Kaliningrad untuk menghadapi ancaman sistem pertahanan rudal AS.” Langkah ini sengaja dilakukan oleh Medvedev sehingga pemerintah baru AS tidak melakukan kekeliruan pemerintah sebelumnya.

Pada bulan Agaustus, Medvedev menyatakan bahwa negaranya akan mengambil langkah militer untuk mereaksi sistem pertahanan AS. Disamping itu, Moskow juga menuntut perundingan dengan AS dan kesepakatan baru untuk mengurangi hulu ledak nuklir kedua negara. Berdasarkan laporan tersebut, masa kontrak sebelumnya antara Rusia dan AS akan berakhir pada bulan Desember.

Masih mengenai hubungan AS dan Moskow, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dalam pernyataannya setelah pengumuman kemenangan Obama, mengimbau presiden baru supaya serius mengendalikan senjata nuklir AS. Sebab, hal itu bersangkutan dengan stabilitas dan keamanan dunia.

Belum lama ini, Medvedev dalam pidatonya menyebut penandatanganan kontrak baru antara Rusia dan AS sebagai langkah yang penting. Dikatakannya, segala kesepakatan mengenai pengurangan senjata nuklir AS dan Rusia harus tertuang dalam kontrak. Medvedev dalam pidatonya, hari Kamis, menyatakan bahwa Moskow menanti reaksi positif dari Washington.

Pada dasarnya, Presiden Rusia telah menyerahkan tanggung jawab hubungan baru antara Moskow dan Washington kepada para pejabat pemerintah baru AS yang 77 hari lagi menginjakkan kaki mereka ke Gedung Putih. Dalam pidatonya, Medvedev juga mengharapkan sejawat barunya dari AS dapat melakukan hubungan optimal dengan Rusia.

Pada intinya, Medvedev sudah menyampaikan kerangka kebijakan luar negeri Rusia sebelum Obama menentukan prioritas kebijakan luar negerinya. Dengan demikian, Rusia telah memulai diplomasi barunya lebih dahulu dari Obama.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: