Kembalilah ke Tanah Air!


Jawaban AS kepada Usulan Irak, Bukti Kegagalan Washington
November 8, 2008, 12:10 pm
Filed under: Politik

Penasehat Keamanan Nasional Irak, Mowafaq Al-Rabei, membenarkan bahwa AS telah menjawab usulan-usulan Irak tentang nota kesepakatan keamanan. Al-Rabei mengatakan, “Washington telah menjawab revisi usulan Baghdad soal nota kesepakatan keamanan dengan tidak memperpanjang penempatan pasukan AS di Irak setelah tahun 2011.” Menurut rencana, jawaban AS itu akan diserahkan para pemimpin partai politik Irak.

 

Kekebalan hukum para tentara dan karyawan AS di Irak serta penarikan mundur pasukan dari Irak merupakan dua topik yang secara serius diperselisihkan Baghdad dan Washington. Menurut Baghdad, kekebalan hukum warga AS dinilai sebagai hal yang bertentangan dengan kedaulatan dan independensi Irak. Sementara itu, Washington sebelumnya bersikeras mencantumkan poin tersebut dalam perjanjian keamanan Irak-AS. Bahkan Gedung Putih tidak bersedia merevisi perjanjian tersebut.

 

Namun perkembangan terbaru menunjukkan bahwa AS tidak dapat membendung arus penentangan dari dalam Irak dan kekompakan para pejabat negeri Kisah 1001 Malam. Juru Bicara Departemen Pertahanan AS (Pentagon), Brian Whitman, menyebut positif jawaban AS kepada Irak dan mengatakan, “Bagi kami, perundingan telah berakhir.” Menanggapi pernyataan ini, Juru Bicara Pemerintah Irak, Al Al-Dabbagh mengatakan, “Pada akhirnya, parlemen Irak akan mengambil keputusan menyetujui atau menentang perjanjian keamanan Baghdad-Washington.”

 

Menurut para analis politik, jawaban Washington mengenai penempatan pasukan AS di Irak yang tidak diperpanjang setelah tahun 2011 dapat dikatakan sebagai indikasi kegagalan AS di negeri Kisah 1001 Malam. Berdasarkan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB, tanggal 31 Desember adalah waktu terakhir bagi pasukan AS di Irak. Kelompok neo-konservatif AS dan para pendukung Bush sepertinya tengah menguji langkah-langkah baru untuk mengakhiri perjanjian keamanan Baghdad-Washington sebelum akhir tahun ini.

 

Mengingat penentangan luas di dalam negeri Irak sendiri, AS tidak mempunyai jalan lain kecuali menunjukkan sikap toleran atas revisi perjanjian yang diusulkan pemerintah Irak. Meski jawaban detail AS atas usulan Irak belum dipublikasikan, tapi penentangan luas dan demonstrasi rakyat Irak menunjukkan bahwa bangsa ini sama sekali tidak mempercayai pemerintah AS. Mereka menilai perjanjian keamanan Baghdad-Washington sebagai upaya hegemoni AS atas Irak semata.

 

Hari Jumat, ratusan ribu warga Irak setelah menunaikan shalat Jumat (7/11) kembali menggelar unjuk rasa di Baghdad. Dalam demontrasi tersebut, warga Irak mengecam berlanjutnya pendudukan AS dan menentang perjanjian keamanan Washington-Baghdad.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: