Kembalilah ke Tanah Air!


Berlanjutnya Represi Terhadap Ikhwanul Muslimin
November 10, 2008, 12:06 pm
Filed under: Politik

Polisi Mesir terus menangkap para anggota Ikhwanul Muslimin. Belum lama ini, 25 pendukung Ikhwanul Muslimin ditangkap polisi negara ini di Delta Nil. Pembela hukum kelompok Ikhwanul Muslimin, Abdul Munim Abdul Maqsoud, membenarkan penangkapan atas 25 pendukung kelompok Ikhwanul Muslimin, dan mengatakan, “Mereka yang ditangkap adalah warga biasa yang ingin bertemu dengan Farid Esmail, seorang anggota perlemen Mesir yang didukung kelompok Ikhwanul Muslimin.” Dikatakannya, para pendukung Ikhwanul Mulsimin ditangkap polisi setempat saat menyampaikan problema mereka kepada anggota parlemen tersebut.

Pemerintah Mesir menangkap para pendukung kelompok Ikhwanul Muslimin dengan tudingan melakukan tindakan anti-stabilitas dan keamanan di negeri ini. Namun pada faktanya, pemerintah Kairo tengah membatasi aktivitas kelompok Ikhwanul Muslimin.

Pada tahun 2005, para anggota parlemen yang didukung Ikhwanul Muslimin dapat menguasai seperlima kursi legislatif negara ini. Sejak tahun itu, pemerintah Kairo lebih merepresi kelompok Ikhwanul Muslimin. Para pejabat pemerintah sangat khawatir akan perkembangan dan popularitas Ikhawanul Muslimin di kampus-kampus. Pemerintah pun kehabisan akal untuk mencegah perkembangan Ikhwanul Muslimin di negara ini. Polisi pun dikerahkan untuk menangkapi para anggota Ikhwanul Muslimin.

Meski pemerintah Mesir membubarkan kelompok Ikhwanul Muslimin pada tahun 1965, tapi pengaruh kelompok ini terus menyebar di seluruh negara ini. Pemerintah Kairo pun tidak mempunyai jalan lain kecuali menunjukkan sikap toleransi terhadap kelompok ini.

Kelompok Ikhwanul Muslimin melakukan aktivitas sosial di kalangan kelas menengah dan bawah. Dengan cara itu, kelompok ini mempunyai pengaruh yang luar biasa. Selain itu, posisi spesial Ikhwanul Muslimin di kalangan kelompok buruh dan mahasiswa mendongkrak popularitas kelompok ini di negeri Piramida.

Di tengah kondisi seperti ini, pemerintah Mesir selain meletakkan undang-undang yang berfungsi membatasi aktivitas partai-partai, juga melontarkan serangkaian tudingan yang tak berdasar terhadap kelompok Ikhwanul Muslimin. Melalui cara ini, pemerintah setempat melakukan penangkapan besar-besaran atas para anggota dan pendukung kelompok Islam yang tertua di negeri Piramida ini.

Sementara itu, hasil pemilihan parlemen pada tahun 2005 yang pada akhirnya, 88 kursi dapat diraih oleh para wakil dukungan Ikhwanul Muslimin, menunjukkan arah dan kecenderungan sebenarnya masyarakat Mesir, meski mereka ditekan oleh pemerintah negara ini.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: