Kembalilah ke Tanah Air!


Iran: Perubahan AS Harus Jadi Acuan Strategi, Bukan Taktik
November 10, 2008, 12:15 pm
Filed under: Politik

Ketua Parlemen Republik Islam Iran, Ali Larijani, di hadapan para wartawan, hari Ahad, menyatakan bahwa masyarakat internasional mengharapkan Obama dapat mengubah kekeliruan-kekeliruan AS. Larijani menyebut hasil pemilu AS dengan kemenangan Barack Obama sebagai suara untuk slogan perubahan politik di AS. Dikatakannya, “Jika Obama mereaksi positif suara para pemilihnya, ia harus memperhatikan secara detail kondisi kawasan dan kekeliruan-kekeliruan Washington.”

 

Menurut para pengamat politik, menelaah kembali faktor dan sumber problema AS bukan lah sebuah pilihan, tapi sebuah keharusan bagi Obama. Problema AS dari sisi kebijakan luar negeri dapat dilihat dari kegagalan strategi Timur Tengah Besar versi Presiden George Bush yang kini dihadapkan pada jalan buntu di Irak dan Afghanistan. Pada saat yang sama, perkembangan Timur Tengah mencerminkan politik standar ganda AS di kancah internasional. Fenomena itu sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat dunia.

 

Mengingat kebijakan buruk AS di Timur Tengah, slogan perubahan yang digemborkan Obama dalam kampanyenya  sangatlah tepat bagi masyarakat AS. Hal itulah yang membuat warga negara ini melirik Obama ketimbang rivalnya, John McCain. Warga AS menghendaki perubahan mendasar kebijakan dalam dan luar negeri Washington. Suara yang diberikan kepada Obama dapat diartikan sebagai refleksi tuntutan rakyat AS.

 

Terlepas dari itu semua, siapapun yang menjadi presiden AS, baik dari Partai Demokrat maupun Partai Republik, menyadari bahwa jalan yang ditempuh pemerintahan saat ini akan menghantarkan AS ke arah kegagalan. Pada dasarnya, jalan buntu tersebut dapat dikatakan sebagai kegagalan unilateralisme AS di kancah internasional. Berdasarkan pengalaman tersebut, Obama diharapkan akan mengendalikan pemerintahan AS dengan mengambil kebijakan-kebijakan baru.

 

Sementara itu, para pengamat politik berpendapat, pengalaman sebelumnya membuktikan bahwa kebijakan luar negeri Partai Demokrat dan Partai Republik tidak mempunyai perbedaan mendasar. Perubahan mungkin dapat dirasakan pada kebijakan dalam negeri, sedangkan kebijakan luar negeri dua partai besar AS dapat diumpamakan dengan setali tiga uang.

 

Mengingat problema dan krisis AS yang mendunia, kebijakan luar negeri AS diharapkan dapat berubah sesuai dengan tuntutan realita. Dengan demikian, perubahan kebijakan luar negeri dapat dikatakan sebagai tuntutan yang sudah diprediksikan. Sebab, Gedung Putih tidak mempunyai jalan lain kecuali mengubah kebijakan luar negerinya.

 

Meski analisa ini tidak terbatas pada Obama saja , tapi apakah presiden Afro-Amerika ini dapat menggunakan peluang itu dengan baik? Pada dasarnya, pernyataan Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani, terkait kebijakan luar negeri AS mengisyaratkan kendala-kendala  AS yang  merupakan ulah para pejabat AS sendiri. Jika kebijakan-kebijakan luar negeri AS ditelaah kembali secara detail, akan disimpulkan bahwa perubahan strategi harus menjadi acuan kebijakan negara ini. Dengan demikian, perubahan kebijakan AS tidak sebatas taktik atauk kosmetik semata. Bisakah Obama melakukannya?!!!  


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: