Kembalilah ke Tanah Air!


Perundingan Uni Eropa dan Rusia; Konklusi Nilai Tawar Imbang
November 11, 2008, 12:09 pm
Filed under: Politik

Usulan Komisi Eropa soal pelaksanaan perundingan dengan Rusia disepakati di sidang para menteri luar negeri Uni Eropa. Perundingan tersebut akan digelar dengan tujuan membahas penandatanganan kesepakatan kerjasama strategis antara Rusia dan Uni Eropa. Moskow sendiri menyambut baik perundingan tersebut.

 

Kesepakatan kerjasama sebelumnya antara Rusia dan Eropa telah berakhir pada bulan Desember 2007. Penandatanganan kesepakatan kerjasama baru kedua pihak dipermasalahkan sejumlah negara Eropa menyusul perselisihan politik dan ekonomi antara Moskow dan Uni Eropa dan langkah militer yang dilakukan Rusia di Georgia. Terlebih, Polandia dan Lithuania yang keduanya adalah dua negara anggota Uni Eropa menuding Rusia tidak berkomitmen dengan kesepakatan gencatan senjata usulan Uni Eropa mengenai perang Georgia. Untuk itu, kedua negara tersebut menentang perundingan dengan Rusia.

 

Namun setelah sejumlah pejabat Uni Eropa melobi Polandia, negara ini menganulir penentangannya atas perundingan antara Rusia dan Uni Eropa. Sementara itu, Lithuania dalam sidang Brussel tetap bersikeras menentang perundingan tersebut. Meski demikian, sikap anti pati Lithuania tidak dapat menjadi penghalang perundingan Uni Eropa dan Rusia. Akan tetapi dari sisi politik, friksi internal antaranggota Uni Eropa menjadi catatan tersendiri.

 

Sederet masalah seperti perluasan wilayah Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), penempatan sistem anti-rudal AS di Eropa Timur, kemerdekaan Kosovo, serta hubungan Ossetia Selatan dan Abkhazia dengan Rusia, adalah di antara kendala-kendala serius antara Rusia dan Uni Eropa, yang membuat kedua pihak tidak dapat menyelesaikan berbagai masalah sejak runtuhnya Uni Soviet hingga kini. Meski demikian, Uni Eropa dan Rusia tidak dapat mengesampingkan kepentingan masing-masing. Sebab, Rusia masih diakui sebagai negara adidaya di sektor militer dan nuklir. Tentu saja, pengucilan terhadap Rusia sama halnya dengan instabilitas di Uni Eropa. Selain itu, Rusia juga memasok 40 persen kebutuhan energi Eropa.

 

Di tengah kondisi seperti ini, Eropa cenderung menyelesaikan berbagai masalah malalui perundingan dengan Rusia. Ini merupakan satu-satunya jalan yang harus ditempuh oleh Uni Eropa. Sementara itu, Uni Eropa adalah mitra bisnis terbesar bagi Rusia. Dengan menjalin hubungan dengan Uni Eropa, Moskow berupaya memainkan peran penting dalam perimbangan internasional di benua Eropa.

 

Memperhatikan peta politik tersebut, para pemimpin tinggi Rusia dan Uni Eropa tidak mempunyai solusi lain kecuali melakukan perundingan, yang menurut rencana akan digelar di Perancis, tanggal 14 November. Perundingan tersebut akan membahas krisis keuangan global menjelang pelaksanaan sidang kelompok 20 di Washington.

 

Pada intinya, Rusia dan Uni Eropa berupaya akan menjaga kepentingan masing-masing, mengingat kedua pihak saling membutuhkan satu sama lain. Tentunya, perkembangan hubungan antara Rusia dan Uni Eropa bergantung pada konsensus 27 negara anggota organisasi ini.

 


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: