Kembalilah ke Tanah Air!


Teka-Teki Pertemuan Perdana Obama dan Bush
November 11, 2008, 12:20 pm
Filed under: Politik

Presiden terpilih AS, Barack Obama, dan istrinya, Michelle, disambut oleh Presiden George W. Bush dan Ibu Negara Laura Bush di Gedung Putih, hari Senin. Obama dan Bush berjabat tangan, sementara istri mereka berpelukan, sebelum mereka berfoto di luar gedung eksekutif itu.

Bush kemudian membawa Obama ke Ruang Oval untuk pembicaraan pribadi yang mungkin mencakup masalah ekonomi yang gonjang-ganjing, perang Irak dan Afghanistan serta ancaman teroris. Dalam acara tersebut, Bush untuk pertama kalinya menemui Obama sejak ia terpilih sebagai presiden mendatang AS. Kunjungan presiden terpilih AS ke Gedung Puting sebelum pelantikan resmi merupakan tradisi di negeri Paman Sam. Akan tetapi tradisi tersebut dilakukan lebih cepat dari biasanya. Kunjungan Obama ke Gedung Putih itu dilakukan setelah Obama pekan lalu dipastikan sebagai presiden mendatang AS. Menanggapi dipercepatnya tradisi kunjungan presiden terpilih AS ke Gedung Putih, para pakar politik menyebut krisis saat ini sebagai alasannya.

 

Meski detail perundingan antara Bush dan Obama di Gedung Putih, Senin malam, tidak dipublikasikan, tapi Juru Bicara Gedung Putih menyatakan bahwa kedua pihak membahas berbagai masalah dalam negeri dan luar negeri. Sebagian besar media massa memprediksikan bahwa krisis keuangan global, perang Irak dan Afghanistan adalah topik-topik yang dibahas dalam perundingan antara presiden saat ini dan mendatang AS.

 

70 hari lagi, Obama akan memasuki Gedung Putih dan secara resmi mengendalikan pemerintah negeri Paman Sam. Bush pun akan menyerahkan kendalinya secara penuh kepada presiden terpilih AS. Kondisi saat ini di AS menuntut transisi kekuasaan harus dilakukan dengan cepat. Obama akan menghadapi berbagai problema sebenarnya setelah secara resmi menjabat sebagai presiden AS. Dalam 80 tahun terakhir ini, tidak ada presiden yang mempunyai tantangan sebesar Obama dalam mengendalikan pemerintahan negeri ini.

 

Saat ini, AS dihadapkan pada defisit anggaran, pengangguran, dan kebangkrutan. Krisis keuangan di Wall Street telah menghantarkan tingkat defisit anggaran pemerintah federal AS dan defisit neraca perdagangan hingga 1,7 trilyun dolar AS. Lebih dari itu, tingkat hutang negara melampui 11 trilyun dolar AS.

 

Selain problema dalam negeri, AS juga dihadapkan pada dampak kekeliruan kebijakan luar negeri Washington. Perang Irak dan Afghanistan telah menyedot biaya yang sangat besar. Kedua perang tersebut terjadi di masa kepresidenan George W. Bush. Kini, Presiden Bush ingin menjadikan Obama sebagai penerus kebijakannya. Obama berulangkali menyatakan penentangannya atas perang Irak. 70 hari lagi, Obama akan menjadi panglima tertinggi negeri Paman Sam. Saat itu, ia terpaksa akan mengendalikan perang di Irak dan Afghanistan. Masalah-masalah inilah yang membuat pertemuan antara Obama dan Bush menjadi topik utama media-media massa.


1 Komentar so far
Tinggalkan komentar

saya hanya ingin mengatakan salam kenal

Komentar oleh esaifoto




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: