Kembalilah ke Tanah Air!


AS dalam Sepekan (08 Februari 2009)
Februari 8, 2009, 11:41 am
Filed under: Politik

Setelah terjadi tarik-ulur di Senat, para senator AS akhirnya menyepakati paket ekonomi Presiden AS, Barack Obama. Kesepakatan tersebut diputuskan setelah tiga senator Partai Republik menyatakan dukungannya atas draf yang diusulkan Obama. Susan Collins, seorang senator asal Partai Republik yang menyepakati paket usulan Obama, mengatakan, “Masyarakat AS menghendaki kita supaya bekerjasama. Mereka tidak ingin melihat para wakilnya di Senat saling berkonfrontasi untuk kepentingan partai di tengah krisis ekonomi.” Partai Demokrat yang menguasai dua majelis di Kongres mampu meratifikasi paket ekonomi yang dirancangnya. Namun tak diragukan juga, formasi koalisi minoritas Partai Republik dapat menjadi kendala serius untuk meloloskan paket yang dirancang Partai Demokrat. Washington dan kubu moderat Partai Demokrat yang mengalah dan memenuhi tuntutan kelompok konservatif yang di antaranya adalah pemberlakuan keringanan pajak dalam skala luas, sangat berpengaruh menarik pandangan kelompok moderat Partai Republik.

 

Dalam paket ekonomi senilai 835 milyar dolar AS, 42 persen dialokasikan untuk dana keringanan pajak untuk properti dan otomotif, sedangkan 57 persen digunakan untuk investasi infrastruktur pemerintah. Dalam proses lobi di kalangan para senator, mereka telah menyepakati draf senilai lebih dari 930 milyar dolar AS. Namun paket tersebut ditentang kubu liberal Partai Demokrat yang tidak sependapat dengan kebijakan keringanan pajak. Menyusul penentangan tersebut, Senat membatasi dana 835 milyar dolar AS untuk paket ekonomi yang diusulkan Obama. Jumlah besar tersebut merupakan dana terbesar paket penyelamatan ekonomi dalam sejarah AS.

 

Pekan lalu, Departemen Tenaga Kerja AS mempublikasikan data tingkat pengangguran pada bulan pertama tahun 2009. Berdasarkan laporan tersebut, 597 ribu orang kehilangan pekerjaan di bulan Januari. Dengan demikian, nilai pengangguran di AS meningkat menjadi 7,6 persen di bulan Januari. Padahal pada bulan Desember tahun 2008, nilai pengangguran di negara ini mencapai 7,2 persen. Jumlah penganggur yang mendekati angka 600 ribu dalam kurun satu bulan, disebut-sebut sebagai rekor dalam 34 tahun terakhir ini. Kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi AS berada dalam kondisi terengah-engah. Lonjakan terus-menerus nilai penggangguran di negeri Paman Sam merupakan tantangan serius pemerintah Presiden baru AS, Barack Obama. Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, diprediksikan nilai pengangguran di AS akan mencapai sepuluh persen hingga penghujung tahun 2009. Hal ini akan berdampak buruk pada ekonomi AS. Dalam jangka menengah, problema sosial pun akan meliputi negeri ini. Obama berjanji akan menciptakan tiga juta lapangan kerja dalam kurun tiga tahun. Namun mengingat lonjakan nilai pengangguran di Negeri Paman Sam, Obama sepertinya tidak dapat mewujudkan slogan utamanya tersebut.

 

Pekan lalu, Presiden Barack Obama merekomendasikan Judd Gregg sebagai calon Menteri Perdagangan. Dengan keputusan tersebut, jumlah pejabat Partai Republik di pemerintah Partai Demokrat bertambah menjadi tiga orang. Gregg yang juga selaku Senator negara bagian New Hampshire, menerima panggilan Obama untuk bergabung dalam pemerintahannya. Gregg juga menghendaki Gubernur New Hampshire supaya merekomendasikan seorang asal Partai Republik sebagai penggantinya, sehingga format Senat tidak mengalami perubahan. Saat ini, Partai Demokrat kekurangan satu kursi untuk mencapai jumlah mayoritas mutlak, yakni 60 kursi di Senat. Dengan memanggil sejumlah pejabat Partai Republik untuk bergabung ke pemerintah, Obama berharap Partai Republik dapat bekerjasama mengatasi problema ekonomi dan keamanan di dalam negeri.

 

Jika Senat menyetujui usulan Obama, tiga departemen penting yaitu pertahanan, transportasi , dan perdagangan akan dikuasai oleh kubu Republik. Langkah Obama ini termasuk kebijakan langka dalam pemerintahan AS selama seratus tahun terakhir. Sebab, sangat jarang presiden negara itu memberikan tiga departemen penting kepada partai rivalnya. Sebelumnya, Gubernur New Mexico dari partai Demokrat, Bill Richardson merupakan pilihan pertama Obama untuk menteri perdagangan sebelum ia menunjuk Gregg. Namun, Richardson mundur di tengah penyidikan kasus korupsi yang melibatkan dirinya. Akhirnya, Obama memilih senator dari kubu Republik, Judd Gregg.

 

 

Pekan lalu, Eric Holder diangkat sebagai Jaksa Agung dan Menteri Kehakiman kulit hitam pertama di AS, dengan 75 suara mendukung dan 21 suara menentang. Saat ini, Holder merupakan satu-satunya menteri kulit hitam di kabinet Obama. Suara dukungan Senat atas calon menteri kehakiman itu diputuskan setelah perdebatan serius di kalangan senator selama beberapa hari. Masalah utama yang diperdebatkan para senator adalah sikapnya mengenai terorisme, mekanisme interogasi dan penyiksaan terhadap para tahanan yang diduga terlibat aksi terorisme. Pada akhirnya, mayoritas Senat mendukung Jaksa Agung dan Menteri Kehakiman usulan Obama dengan syarat bahwa ia harus menghapus kebijakan penyiksaan terhadap tahanan dan water boarding. Sebelumnya, Michael Mukasy, Jaksa Agung di periode kepresidenan Bush, juga diminta berkomitmen dengan syarat tersebut sebelum disepakati oleh Senat. Saat ini, Holder mempunyai tugas berat untuk membersihkan dua instansi federal yang menerapkan metode penyiksaan terhadap para tahanan dan melakukan pelanggaran hak asasi manusia di penjara-penjara negara ini, khususnya Guantanamo. Jaksa Agung baru juga harus menentukan mekanisme pengadilan dan pembebasan para tahanan sebelum batas akhir masa penutupan penjara Guantanamo.

 

Pekan lalu, Presiden AS, Barack Obama harus mengakui kekeliruannya. Pengakuan atas kekeliruan itu dilontarkan Obama setelah terkuaknya sejumlah skandal keuangan yang melibatkan sejumlah pejabat yang ditunjuk untuk menjabat sebagai menteri. Dalam wawancaranya dengan CNN, Barack Obama mengakui kekeliruannya soal pencalonan Tom Daschle sebagai menteri. Barack Obama mengatakan bahwa penunjukan Tom Daschle memberikan pesan kepada warga AS bahwa pemerintah akan menyikapi segala penyeleweangan tanpa membedakan pejabat dan warga biasa. Meski demikian, penunjukan Tom Daschle dan Timothy Geithner mempertanyakan slogan Obama tentang transparansi pembentukan pemerintahan.

Sebelum Daschle, Timothy Geithner juga dipermasalahkan oleh Senat karena lari dari kewajiban membayar pajak. Berdasarkan sejumlah bukti yang disodorkan oleh para senator, Geithner sepanjang tahun mengalami penunggakan pajak sedikitnya 340 ribu dolar. Namun, Obama tetap mengangkat Geithner sebagai menteri keuangan yang di antara tugasnya adalah menyusun dan mengawasi penyetoran pajak. Tanpa memperhatikan skandal yang ada, Senat AS menerima pencalonan Geithner untuk mempercepat draft penyelamatan ekonomi. Seminggu kemudian, Tom Daschle yang ditunjuk sebagai menteri kesehatan juga tersandung kasus yang sama. Namun nasibnya tidak semulus Geithner. Kali ini, para senator tidak mentolerir sikap Daschle yang lari dari kewajiban membayar pajak. Oleh karena itu, Mantan senator dari partai Demokrat, Tom Daschle yang ditunjuk Obama sebagai menteri kesehatan mengundurkan diri. Barack Obama pun menerima pengunduran itu.

Pekan lalu, jumlah tentara AS yang melakukan bunuh diri mencapai pada titik yang sangat mengejutkan. Berdasarkan laporan Kementerian Pertahanan AS, jumlah pasukan yang bunuh diri sejak tahun 2004 terus meningkat. Di bulan Januari, jumlah tentara AS yang tewas di Irak dan Afghanistan lebih sedikit dibanding jumlah tentara yang bunuh diri. Saat ini, militer AS tengah melakukan investigasi soal aksi bunuh diri oleh 24 tentaranya di bulan Januari. Pada tahun 2004, 60 tentara AS di Irak dan Afghanistan melakukan aksi bunuh diri. Namun saat ini, jumlah tentara AS yang bunuh diri mencapai 24 personel dalam satu bulannya. Lamanya masa perang, kondisi sulit di pangkalan militer AS di Irak dan Afghanistan, dan problema mental adalah di antara faktor yang menyebabkan bertambahnya jumlah tentara AS yang bunuh diri. Laporan tersebut disampaikan di saat Presiden Obama berniat menempatkan pasukan AS ke Afghanistan dalam jumlah yang lebih besar. Mengingat meningkatnya tingkat kekerasan di Afghanistan, ada kemungkinan bahwa jumlah tentara AS yang bunuh diri akan terus meningkat pada bulan-bulan mendatang. (IRIB)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: